

JATIBARANG - Puncak arus balik lebaran 2008 yang terjadi pada H+4, ternyata masih menyisakan pemudik dalam jumlah sangat banyak yang belum kembali bertolak ke Jakarta dan sekitarnya.
Selain masih berlanjutnya arus balik yang menggunakan transportasi kendaraan sepeda motor dan mobil pribadi maupun umum, pengguna jasa angkutan kereta api masih terlihat ada lonjakan jumlah penumpang.
Pantauan Radar Senin (6/10) di stasiun besar Jatibarang, saat tampak dari kejauhan dari arah selatan melaju sebuah kereta api yang diketahui berkelas ekonomi, ketika semakin mendekati stasiun untuk melakukan pemberhentian ada satu pemandangan lain yang tidak biasanya terjadi. Yang dimaksud yakni para penumpang nekad dengan sangat berani naik di lokomotif kereta api Tegal Arum.
Yang dilakukan para penumpang nekad sangatlah riskan sekali dengan bahaya yang mengintai, bahkan tidak hanya raga saja yang terancam, jiwanya benar-benar berada di ujung tombak maut. "Yang penting pegangan aja dan jangan ngantuk biar bisa sampai di Jakarta dengan selamat, semua orang ga ada yang mau cilaka mas," celoteh seorang pria berlogat jawa tengahan saat ditanya Radar, kemarin ketika kereta api yang dinaikinya berhenti beberapa saat di stasiun Jatibarang untuk melakukan turun naik penumpang.
Sementara itu, beberapa penumpang lainnya yang juga melakukan aksi nekadnya luput dari pantauan petugas yang dengan santainya duduk di atas gerbong kereta tepat di ujung gerbong yang berdekatan dengan gerbong lainnya.
Sedangkan tenda khusus yang disediakan pihak stasiun, tidak dapat mencukupi jumlah calon penumpang yang menunggu kedatangan kereta. Sehingga sebagian lainnya terpaksa menunggu di kantin dan lobi stasiun. Dan lonjakan volume penumpang juga terjadi pada kereta api kelas bisnis serta eksekutif. (tar)
sumber : Radar Indramayu

Tidak ada komentar:
Posting Komentar