Powered By Blogger

Rabu, 10 Desember 2008

1 Tewas Tertimpa Pohon Tumbang



JATIBARANG—Hujan lebat yang mengguyur Jatibarang dan sekitarnya, Rabu (26/11) siang menelan korban jiwa seorang pengguna jalan di jalur Pantura Pilangsari Jatibarang. Naas bagi Abdul Rohim (20) warga Gang Pendowo Desa Jatibarang Baru yang dibonceng Ikin Sodikin (36) dengan mengendarai sepeda motor Suzuki Smash nopol E 3436 RS, dalam perjalanan pulang sehabis mengantar barang ke Bandung tertimpa sebuah pohon kersem berukuran besar. Berdasarkan keterangan yang dihimpun Radar, kronologis kejadiannya bermula ketika hujan lebat yang disertai angin kencang kemarin, sepeda motor yang dikemudikan Ikin Sodikin melaju dari arah Widasari kearah simpang tiga Pilangsari. Saat itu sekitar pukul 12.15, keduanya memilih melangsungkan perjalanan walaupun sedang hujan karena kediamannya tidak lebih dari satu kilometer. Memiliki keinginan untuk cepat sampai di rumah, tiba-tiba dalam jarak sekitar 100 meter dari simpang tiga Pilangsari keduanya sama sekali tidak menyangka sebuah pohan kersem yang berdiri tiga meter disisi badan jalan mendadak tumbang dan langsung menimpa keduanya serta sepeda motor yang digunakan. Tak ayal, dalam cuaca hujan deras dan angin kencang tersebut kedua warga Jatibarang Baru dan sepeda motor tidak tampak oleh pengguna jalan lainnya karena tertutup rimbunan dedaunan pohon yang menimpanya. Beruntung, Sunadi (31) seorang tukang becak warga Gang H Dariyah Desa Jatibarang Baru yang melihat kendaraan mulai macet di jalur Jakarta – Cirebon terhalang batang pohon yang tumbang, lalu berniat akan memindahkan batang pohon berukuran besar tersebut. Namun, sesampainya di batang pohon itu, Sunadi dikejutkan dengan dilihatnya dua orang dan sepeda motor di balik rerimbunan daun yang menutupinya. Sontak saja Sunadi mencari bantuan warga lainnya untuk segera mengeluarkan korban dari himpitan batang pohon. “Waktu saya lihat mobil macet, ga taunya ada pohon yang menghalangi jalan. Pas saya mau minggirin pohon, saya kaget dibawahnya ada orang dan motor. Setelah dapat dikeluarkan, saya langsung bawa pake becak saya ke zam zam,” terangnya kepada Radar, kemarin di lobi RSI Zam Zam Jatibarang. Usaha maksimal seorang tukang becak untuk dapat menyelamatkan nyawa Abdul Rohim ternyata sia-sia. Korban saat tiba di ruang UGD RS langsung mendapat tindakan tim medis, tapi nyawanya tetap tidak tertolong. Keterangan tim medis, Abdul Rohim tewas karena menderita hematum dan luka robek pada bagian mata kiri, pendarahan hebat pada hidung, oedema dan luka di bagian leher. Dan Ikin mengalami hematum (bengkak) pada paha kanan. (tar)

sumber : Radar Indramayu

Tidak ada komentar:

Pembunuhan Sadis

Tewas Dibacok Mantan Suami

*) Dua Kali Kawin Cerai, Ditolak Minta Rujuk Kembali

SUKAGUMIWANG—Aksi yang dilakukan Romeo dalam kisah film Romeo dan Juliet memang menyita perhatian penontonnya, sedangkan yang dilakukan pelaku terhadap mantan istrinya kemarin apakah meniru adegan film tersebut?

Mukidi (32) warga blok Boros desa Gunungsari kecamatan Sukagumiwang tega menghabisi nyawa wanita yang pernah dinikahinya sebanyak dua kali. Anisah (30), yang masih satu desa tewas mengenaskan dengan luka bacok di bagian kepala, leher, punggung dan kaki.

Keterangan yang dihimpun Radar di Tempat Kejadian Perkara (TKP), kejadiannya Sabtu (30/8) sekitar pukul 19.30, berawal saat Anisah sedang duduk di depan warung milik orang tuanya Kasan (50) yang terletak di desa setempat Rt.01/04. Seketika datang Mukidi secara tiba-tiba dan langsung mengayunkan golok yang sengaja dibawanya dari rumah berulang kali ke tubuh Anisah. Korbanpun langsung terkapar tak berdaya menerima hujaman senjata tajam pelaku hingga dilarikan ke RSUD Arjawinangun Cirebon. “Saat kejadian saya lagi ngobrol sama tamu di dalam, tiba-tiba ada suara teriakan orang minta tolong. Setelah saya lihat keluar ternyata anak saya tergeletak dengan banyak darah, dan Mukidi sedang berusaha menusukkan golok ke arah perutnya”, jelas Kasan kepada Radar, kemarin sambil menunjukkan tempat jatuhnya Anisah.

Setelah dilakukan pertolongan medis di RSUD Arjawinangun, ternyata nyawa korban tidak dapat tertolong karena beberapa luka bacok sangat parah dalam jumlah banyak. Dan Mukidi yang berusaha bunuh diri setelah menghabisi nyawa korbannya dapat dihentikan warga, sehingga Mukidi yang nyawanya urung melayang sia-sia juga harus mendapat pertolongan tim medis. Tapi, berbeda dengan korbannya, Mukidi menjalani perawatan tim medis RS Bhayangkara Indramayu dengan tambahan borgol yang mengikat kedua tangannya.

Sumber di TKP mengatakan, Mukidi dan Anisah pernah melakukan pernikahan sebanyak dua kali dan pernikahan yang kedua dilakukan 2006 silam. Dari perkawinan pertamanya sekitar 12 tahun yang lalu, pasangan tersebut telah dikaruniai seorang anak yang kini duduk di bangku kelas 3 Sekolah Dasar (SD). Mukidi yang dikenal warga sekitar sebagai peminum minuman keras dan kerap melakukan perjudian, pada perceraiannya yang kedua berusaha untuk meminta rujuk kembali dengan mantan istrinya.

Namun karena ketidak senangan mantan istri dan keluarganya dengan sikap serta perilaku mabok dan judi pelaku, usahanya untuk dapat rujuk kembali tetap tidak menunjukkan hasil yang diharapkan. Sehingga pelaku nekad untuk melakukan aksi pembunuhan dan mencoba bunuh diri. Hal tersebut dilihat dari tulisan tangan pada selembar kertas yang bercambur noda darah, yang isinya menyebutkan “Mukidi – Anisah pegat paksa sampe dua kali, daripada pisah karo Anisah bagen mati suka mati loroane” yang artinya Mukidi – Anisah cerai paksa sampai dua kali, dari pada pisah dengan Anisah lebih baik mati harus mati dua-duanya.

Pada saat melakukan aksinya, pelaku menggunakan sebilah golok yang sengaja di bawanya dari rumah dan kedapatan membawa dua buku surat nikah atas nama Mukidi dan Anisah.

Setelah menjalani perawatan di RS Bhayangkara, pelaku digiring ke Mapolsek Kertasemaya guna dilakukan pemeriksaan dan korban tewas sekitar pukul 09.00 Minggu (31/8) pagi dimakamkan di Tempat Pemakaman Umum (TPU) desa setempat. (tar)

Sumber : Radar Indramayu