

JATIBARANG—Hujan lebat yang mengguyur Jatibarang dan sekitarnya, Rabu (26/11) siang menelan korban jiwa seorang pengguna jalan di jalur Pantura Pilangsari Jatibarang. Naas bagi Abdul Rohim (20) warga Gang Pendowo Desa Jatibarang Baru yang dibonceng Ikin Sodikin (36) dengan mengendarai sepeda motor Suzuki Smash nopol E 3436 RS, dalam perjalanan pulang sehabis mengantar barang ke Bandung tertimpa sebuah pohon kersem berukuran besar. Berdasarkan keterangan yang dihimpun Radar, kronologis kejadiannya bermula ketika hujan lebat yang disertai angin kencang kemarin, sepeda motor yang dikemudikan Ikin Sodikin melaju dari arah Widasari kearah simpang tiga Pilangsari. Saat itu sekitar pukul 12.15, keduanya memilih melangsungkan perjalanan walaupun sedang hujan karena kediamannya tidak lebih dari satu kilometer. Memiliki keinginan untuk cepat sampai di rumah, tiba-tiba dalam jarak sekitar 100 meter dari simpang tiga Pilangsari keduanya sama sekali tidak menyangka sebuah pohan kersem yang berdiri tiga meter disisi badan jalan mendadak tumbang dan langsung menimpa keduanya serta sepeda motor yang digunakan. Tak ayal, dalam cuaca hujan deras dan angin kencang tersebut kedua warga Jatibarang Baru dan sepeda motor tidak tampak oleh pengguna jalan lainnya karena tertutup rimbunan dedaunan pohon yang menimpanya. Beruntung, Sunadi (31) seorang tukang becak warga Gang H Dariyah Desa Jatibarang Baru yang melihat kendaraan mulai macet di jalur Jakarta – Cirebon terhalang batang pohon yang tumbang, lalu berniat akan memindahkan batang pohon berukuran besar tersebut. Namun, sesampainya di batang pohon itu, Sunadi dikejutkan dengan dilihatnya dua orang dan sepeda motor di balik rerimbunan daun yang menutupinya. Sontak saja Sunadi mencari bantuan warga lainnya untuk segera mengeluarkan korban dari himpitan batang pohon. “Waktu saya lihat mobil macet, ga taunya ada pohon yang menghalangi jalan. Pas saya mau minggirin pohon, saya kaget dibawahnya ada orang dan motor. Setelah dapat dikeluarkan, saya langsung bawa pake becak saya ke zam zam,” terangnya kepada Radar, kemarin di lobi RSI Zam Zam Jatibarang. Usaha maksimal seorang tukang becak untuk dapat menyelamatkan nyawa Abdul Rohim ternyata sia-sia. Korban saat tiba di ruang UGD RS langsung mendapat tindakan tim medis, tapi nyawanya tetap tidak tertolong. Keterangan tim medis, Abdul Rohim tewas karena menderita hematum dan luka robek pada bagian mata kiri, pendarahan hebat pada hidung, oedema dan luka di bagian leher. Dan Ikin mengalami hematum (bengkak) pada paha kanan. (tar)
sumber : Radar Indramayu

Tidak ada komentar:
Posting Komentar