Powered By Blogger

Rabu, 10 Desember 2008

2 Tewas Tabrak Ban Mobil


JATIBARANG—Peristiwa kecelakaan lalu lintas yang merenggut nyawa pengguna jalan sepeda motor kembali terjadi di jalur pantura Pilangsari Jatibarang, Kamis (4/12). Berdasarkan keterangan yang dihimpun Radar di lokasi kejadian menyebutkan, kejadiannya sekitar pukul 18.00 bermula ketika sebuah sepeda motor Honda Karisma X 125 nopol E 2257KE yang melaju kencang menuju arah Cirebon. Pada saat memasuki bundaran di Desa Pilangsari, motor yang pengemudi dan pemboncengnya tewas yakni Tohir Zelani (33) warga Desa Cempaka RT 03/02 Kecamatan Talun Cirebon dan Kadnewi (36) asal Desa Kedungdara RT 01/03 Cirebon tiba-tiba menabrak sebuah ban mobil yang dipasang sebagai tanda darurat oleh pengemudi truk. Hantaman keras pada ban yang diletakkan di badan jalan oleh pengemudi truk pengangkut barang nopol K 1504 JB Masudi (42) asal Desa Singocandi Kudus tersebut mengakibatkan sepeda motor dan kedua korban terpelanting dan jatuh hingga sepuluh meter di tengah badan jalan. Beruntung dari arah belakang tidak ada satupun kendaraan, sehingga keduanya selamat dari gilasan roda kendaraan lainnya. “Mobil saya mengalami kerusakan pada roda belakang dan tidak bisa dipinggirkan, lalu saya pasang ban serep dan ranting pohon untuk tanda darurat,” tutur Masudi yang mobilnya terparkir di badan jalan dihadapan petugas. Namun tetap saja, kejadian tersebut sangat fatal karena tubuh kedua korban harus beradu dengan dataran jalan berbentuk cor, dan keduanya langsung tewas seketika di lokasi kejadian. Oleh warga dan petugas, kedua korban dilarikan ke RSIZ Jatibarang guna dilakukan visum oleh paramedic. Dan hasil pemeriksaan menyebutkan, korban Tohir menderita remuk pada tulang dada (fraktur dada) dan fraktur kaki kiri. Korban Kadnewi menderita fraktur kaki kanan dan kepala dalam kondisi pecah. (tar)

sumber : Radar Indramayu

Tidak ada komentar:

Pembunuhan Sadis

Tewas Dibacok Mantan Suami

*) Dua Kali Kawin Cerai, Ditolak Minta Rujuk Kembali

SUKAGUMIWANG—Aksi yang dilakukan Romeo dalam kisah film Romeo dan Juliet memang menyita perhatian penontonnya, sedangkan yang dilakukan pelaku terhadap mantan istrinya kemarin apakah meniru adegan film tersebut?

Mukidi (32) warga blok Boros desa Gunungsari kecamatan Sukagumiwang tega menghabisi nyawa wanita yang pernah dinikahinya sebanyak dua kali. Anisah (30), yang masih satu desa tewas mengenaskan dengan luka bacok di bagian kepala, leher, punggung dan kaki.

Keterangan yang dihimpun Radar di Tempat Kejadian Perkara (TKP), kejadiannya Sabtu (30/8) sekitar pukul 19.30, berawal saat Anisah sedang duduk di depan warung milik orang tuanya Kasan (50) yang terletak di desa setempat Rt.01/04. Seketika datang Mukidi secara tiba-tiba dan langsung mengayunkan golok yang sengaja dibawanya dari rumah berulang kali ke tubuh Anisah. Korbanpun langsung terkapar tak berdaya menerima hujaman senjata tajam pelaku hingga dilarikan ke RSUD Arjawinangun Cirebon. “Saat kejadian saya lagi ngobrol sama tamu di dalam, tiba-tiba ada suara teriakan orang minta tolong. Setelah saya lihat keluar ternyata anak saya tergeletak dengan banyak darah, dan Mukidi sedang berusaha menusukkan golok ke arah perutnya”, jelas Kasan kepada Radar, kemarin sambil menunjukkan tempat jatuhnya Anisah.

Setelah dilakukan pertolongan medis di RSUD Arjawinangun, ternyata nyawa korban tidak dapat tertolong karena beberapa luka bacok sangat parah dalam jumlah banyak. Dan Mukidi yang berusaha bunuh diri setelah menghabisi nyawa korbannya dapat dihentikan warga, sehingga Mukidi yang nyawanya urung melayang sia-sia juga harus mendapat pertolongan tim medis. Tapi, berbeda dengan korbannya, Mukidi menjalani perawatan tim medis RS Bhayangkara Indramayu dengan tambahan borgol yang mengikat kedua tangannya.

Sumber di TKP mengatakan, Mukidi dan Anisah pernah melakukan pernikahan sebanyak dua kali dan pernikahan yang kedua dilakukan 2006 silam. Dari perkawinan pertamanya sekitar 12 tahun yang lalu, pasangan tersebut telah dikaruniai seorang anak yang kini duduk di bangku kelas 3 Sekolah Dasar (SD). Mukidi yang dikenal warga sekitar sebagai peminum minuman keras dan kerap melakukan perjudian, pada perceraiannya yang kedua berusaha untuk meminta rujuk kembali dengan mantan istrinya.

Namun karena ketidak senangan mantan istri dan keluarganya dengan sikap serta perilaku mabok dan judi pelaku, usahanya untuk dapat rujuk kembali tetap tidak menunjukkan hasil yang diharapkan. Sehingga pelaku nekad untuk melakukan aksi pembunuhan dan mencoba bunuh diri. Hal tersebut dilihat dari tulisan tangan pada selembar kertas yang bercambur noda darah, yang isinya menyebutkan “Mukidi – Anisah pegat paksa sampe dua kali, daripada pisah karo Anisah bagen mati suka mati loroane” yang artinya Mukidi – Anisah cerai paksa sampai dua kali, dari pada pisah dengan Anisah lebih baik mati harus mati dua-duanya.

Pada saat melakukan aksinya, pelaku menggunakan sebilah golok yang sengaja di bawanya dari rumah dan kedapatan membawa dua buku surat nikah atas nama Mukidi dan Anisah.

Setelah menjalani perawatan di RS Bhayangkara, pelaku digiring ke Mapolsek Kertasemaya guna dilakukan pemeriksaan dan korban tewas sekitar pukul 09.00 Minggu (31/8) pagi dimakamkan di Tempat Pemakaman Umum (TPU) desa setempat. (tar)

Sumber : Radar Indramayu