JATIBARANG—Momentum Idul Adha sebagai hari raya kurban dimanfaatkan banyak orang dengan berlomba-lomba meraih rahmat dan rido Allah. Begitupun bagi masyarakat Blok Como Desa Pilangsari yang sejak lama sangat mendambakan memiliki sebuah bangunan masjid dengan konstruksi bangunan yang sangat baik. Masjid Jami Nurul Amin dengan kondisi struktur bangunan yang sangat memprihatinkan, pada akhir September 2007 oleh pengurus beserta masyarakat dipugar secara total. Dan sejak saat itu, keinginan masyarakat yang sangat kuat untuk memiliki tempat ibadah yang nyaman atas swadaya murni diperoleh dana masukan awal sebesar Rp 33 juta. “Konstruksi bangunannya memang sudah memprihatinkan, material yang sudah mulai rapuh menjadikan masyarakat sangat khawatir akan menimbulkan hal yang tidak diinginkan,” papar Ketua DKM Nurul Amin Mohamad Rasta kepada Radar, Senin (8/12) usai shalat Ied. Lebih lanjut dikatakannya, proses pembangunan kembali masjid tersebut kerap sekali menemui kendala pendanaan. “Sehingga dengan keinginan kuat masyarakat dan atas kehendak Allah, maka sejak melaksanakan rempug yang pertama diperoleh kesepakatan untuk membangun dari hasil swadaya masyarakat,” terangnya. Proses pembangnanpun terus berjalan secara berkelanjutan dengan terus meningkatkan amalan infak dan sodakoh, yang hasilnya diperoleh dana masukan sebesar Rp 53 juta dan sudah digunakan dalam lanjutan pembangunan. Namun, dari total biaya yang sudah dikeluarkan sebesar Rp 86 juta tersebut, kondisi bangunan masjid belum sepenuhnya rampung. “Diperkirakan bangunan masjid akan berdiri secara lengkap prosentasenya masih 45 persen lagi,” jelasnya. Sementara itu, niat beribadah umat Islam di sebuah wilayah bagian Desa Pilangsari tersebut dinilai sangat bagus. Hal tersebut terlihat dari jumlah hewan kurban yang diterima panitia sebanyak 12 ekor kambing kurban, padahal jumlah penduduknya tidak lebih dari 1000 jiwa yang semuanya tidak menetap di desa tersebut. “Selain sebagai TKI, warga banyak juga yang numpang usaha di Jakarta dan sekitarnya,” katanya. Namun demikian, walaupun selama ini hanya mengandalkan swadaya murni masyarakat untuk membangun kembali masjid, perhatian dari donatur dari luar desa terus berdatangan untuk turut andil dalam pelaksanaan syiar Islam. “Kami bersukur dan berterima kasih kepada para donatur yang memberikan sebagian rejekinya untuk dibelanjakan dijalan Allah, semoga amal baiknya dapat diterima Allah dan menjadi tauladan bagi umat Islam lainnya. (tar)
sumber : Radar Indramayu

Tidak ada komentar:
Posting Komentar