Rabu, 03 Desember 2008

Dianiaya Begal Hingga Kritis



JATIBARANG—Aksi perampasan sepeda motor yang terjadi Rabu (8/10) dini hari oleh kawanan begal di jalan raya Tambi Kecamatan Sliyeg, mengakibatkan korbannya Ahmad Kilmi (25) warga Desa/Kecamatan Karangampel menderita luka dan kehilangan motornya sekitar pukul 02.00 wib.

Berdasarkan informasi yang dihimpun Radar, peristiwa tersebut berawal ketika korban mengantarkan seorang temannya yang saat itu bersilaturahmi ke rumahnya untuk pulang ke wilayah Jatibarang dengan mengunakan sepeda motor Yamaha Mio warna nopol E 4593 RJ. Pada saat melakukan perjalanan pulang ke arah Karangampel dan memasuki sebuah jalan sepi di Desa Tambi, korban merasakan curiga terhadap sepeda motor yang menguntit di belakangnya. Berusaha menghindari efek negatif dari perasaan curiganya, korban langsung tancap gas.

Namun usaha korban ternyata sia-sia, karena dibeberapa puluh meter depannya sudah berdiri seseorang yang sengaja menghadang dengan memegang sebuah kayu panjang. Dan setibanya di dekat orang tersebut, korban langsung mendapat hantaman benda panjang di bagian mukanya. Seketika korban dan motornya jatuh terpisah, dan korban yang sekarat terkena hantaman kayu juga mendapat tindakan penganiayaan dari kawanan yang langsung membawa kabur motor, handpone dan dompetnya.

Akibat penganiayaan yang diterimanya, korban sempat tidak sadarkan diri dan beberapa saat kemudian siuman. Dengan menahan sakit yang tidak terkira, korban berusaha memanggil seorang tukang becak dan memintanya untuk mengantarkan ke Mapolsek Sliyeg. Dan dengan bantuan aparat, akhirnya korban yang dalam kondisi kritis segera dilarikan ke RSI Zam Zam Jatibarang. “Waktu saya lihat gelagat motor yang ada di belakang, saya langsung curiga dan saat langsung ngebut. Tiba-tiba ada orang yang berdiri di pingir jalan langsung menghantamkan kayu panjang ke muka saya, dan saya sempat dipukuli sampai pingsan,” tutur Ahmad yang kesulitan berbicara didampingi isterinya Tirah (25) saat ditemui Radar, kemarin di ruang perawatan RSIZ Jatibarang.

Pria beranak satu yang terbaring lemas di rumah sakit tersebut menderita luka dan membiru di bagian muka dan bagian tubuh lainnya, serta bibirnya sangat sulit untuk berbicara. (tar)

sumber : Radar Indramayu

Tidak ada komentar:

Pembunuhan Sadis

Tewas Dibacok Mantan Suami

*) Dua Kali Kawin Cerai, Ditolak Minta Rujuk Kembali

SUKAGUMIWANG—Aksi yang dilakukan Romeo dalam kisah film Romeo dan Juliet memang menyita perhatian penontonnya, sedangkan yang dilakukan pelaku terhadap mantan istrinya kemarin apakah meniru adegan film tersebut?

Mukidi (32) warga blok Boros desa Gunungsari kecamatan Sukagumiwang tega menghabisi nyawa wanita yang pernah dinikahinya sebanyak dua kali. Anisah (30), yang masih satu desa tewas mengenaskan dengan luka bacok di bagian kepala, leher, punggung dan kaki.

Keterangan yang dihimpun Radar di Tempat Kejadian Perkara (TKP), kejadiannya Sabtu (30/8) sekitar pukul 19.30, berawal saat Anisah sedang duduk di depan warung milik orang tuanya Kasan (50) yang terletak di desa setempat Rt.01/04. Seketika datang Mukidi secara tiba-tiba dan langsung mengayunkan golok yang sengaja dibawanya dari rumah berulang kali ke tubuh Anisah. Korbanpun langsung terkapar tak berdaya menerima hujaman senjata tajam pelaku hingga dilarikan ke RSUD Arjawinangun Cirebon. “Saat kejadian saya lagi ngobrol sama tamu di dalam, tiba-tiba ada suara teriakan orang minta tolong. Setelah saya lihat keluar ternyata anak saya tergeletak dengan banyak darah, dan Mukidi sedang berusaha menusukkan golok ke arah perutnya”, jelas Kasan kepada Radar, kemarin sambil menunjukkan tempat jatuhnya Anisah.

Setelah dilakukan pertolongan medis di RSUD Arjawinangun, ternyata nyawa korban tidak dapat tertolong karena beberapa luka bacok sangat parah dalam jumlah banyak. Dan Mukidi yang berusaha bunuh diri setelah menghabisi nyawa korbannya dapat dihentikan warga, sehingga Mukidi yang nyawanya urung melayang sia-sia juga harus mendapat pertolongan tim medis. Tapi, berbeda dengan korbannya, Mukidi menjalani perawatan tim medis RS Bhayangkara Indramayu dengan tambahan borgol yang mengikat kedua tangannya.

Sumber di TKP mengatakan, Mukidi dan Anisah pernah melakukan pernikahan sebanyak dua kali dan pernikahan yang kedua dilakukan 2006 silam. Dari perkawinan pertamanya sekitar 12 tahun yang lalu, pasangan tersebut telah dikaruniai seorang anak yang kini duduk di bangku kelas 3 Sekolah Dasar (SD). Mukidi yang dikenal warga sekitar sebagai peminum minuman keras dan kerap melakukan perjudian, pada perceraiannya yang kedua berusaha untuk meminta rujuk kembali dengan mantan istrinya.

Namun karena ketidak senangan mantan istri dan keluarganya dengan sikap serta perilaku mabok dan judi pelaku, usahanya untuk dapat rujuk kembali tetap tidak menunjukkan hasil yang diharapkan. Sehingga pelaku nekad untuk melakukan aksi pembunuhan dan mencoba bunuh diri. Hal tersebut dilihat dari tulisan tangan pada selembar kertas yang bercambur noda darah, yang isinya menyebutkan “Mukidi – Anisah pegat paksa sampe dua kali, daripada pisah karo Anisah bagen mati suka mati loroane” yang artinya Mukidi – Anisah cerai paksa sampai dua kali, dari pada pisah dengan Anisah lebih baik mati harus mati dua-duanya.

Pada saat melakukan aksinya, pelaku menggunakan sebilah golok yang sengaja di bawanya dari rumah dan kedapatan membawa dua buku surat nikah atas nama Mukidi dan Anisah.

Setelah menjalani perawatan di RS Bhayangkara, pelaku digiring ke Mapolsek Kertasemaya guna dilakukan pemeriksaan dan korban tewas sekitar pukul 09.00 Minggu (31/8) pagi dimakamkan di Tempat Pemakaman Umum (TPU) desa setempat. (tar)

Sumber : Radar Indramayu