
*) Pemcam Gencarkan Penyuluhan Dan Penanggulangan DBD Dengan PSN
JATIBARANG-Peran aparat dalam pemberantasan demam berdarah dengue (DBD) sangat vital. Karena itu, Pemerintah Kecamatan (pemcam) Jatibarang bersama Dinas Kesehatan Puskesmas Jatisawit, memberikan penyuluhan kepada masyarakat Desa Lobener Lor, Kamis (4/12).
Aktifnya peran pemcam akan secara otomatis menggerakkan pihak yang berada di bawahnya seperti kuwu, kader kesehatan dan masyarakat agar memberantas penyakit yang ditularkan melalui nyamuk ini. Penyuluhan dan penanggulangan DBD yang dilakukan tersebut bertempat di Masjid Jami Baitul Mu’minien desa setempat. Dijelaskan tim kesehatan Puskesmas Jatisawit, musim hujan yang rentan dengan timbulnya penyakit DBD, bagi masyarakat harus secepatnya menyikapi dengan mencegah timbulnya korban melalui pencegahan-pencegahan yang segera dilakukan serta dijadikan kegiatan rutin selama musim hujan berlangsung. Karena dengan mencegah lebih baik dari pada mengobati, tentunya dengan selalu waspada pada kondisi lingkungan dan penyakit yang timbul untuk segera mendapat pertolongan tim medis di puskesmas maupun rumah sakit. Sedangkan fogging yang dinilai warga dapat mencegah penyebaran penyakit, pada kenyataan di lapangan ternyata tidak efektif. Karena dengan fogging tersebut hanya nyamuk-nyamuk dewasa saja yang mati, dan nyamuk kecil yang jumlahnya lebih banyak akan bebas beterbangan dan berkembang biak. Dan langkah efektif yang harus dilakukan yakni dengan pemberantasan sarang nyamuk (PSN) melalui tiga M, menguras penampungan air dua kali seminggu, mengubur barang bekas dan menutup tempat penampungan air serta meningkatkan kebersihan lingkungan. Camat Jatibarang Dudung Indra Ariska SH MH dalam kesempatan itu mengajak masyarakat untuk lebih meningkatkan kebersihan lingkungan untuk menghindari timbulnya penyakit yang mengancam jiwa, bukan saja orang dewasa tapi sasarannya termasuk anak-anak. “Dan pada saat penderita dalam perawatan tim medis, jangan buru-buru dibawa pulang tanpa ada ijin serta putusan sembuh dari dokter,” ujar Dudung dihadapan warga Desa Lobener Lor, kemarin. Bahkan dalam penyuluhan penanggulangan DBD tersebut, camat menyampaikan keprihatinannya atas meninggalnya dua warga akibat terserang DBD yang sebelumnya oleh warga dianggap penyakit panas biasa. “Suhu badan panas saat musim hujan harus diwaspadai dan segera periksakan ke puskesmas terdekat, karena bukan tidak mungkin panas yang diderita akibat gigitan nyamuk berbahaya,” himbaunya. Sementara itu, dari penyuluhan yang dilaksanakan itu, untuk penanggulangannya diperoleh kesepakatan bersama untuk saling berbaur dan bahu membahu membersihkan lingkungan. “Kita semua sepakat untuk melakukan operasi bersih rutin selama musim hujan di masing-masing lingkungan RT secara bersama-sama, yakni setiap hari Minggu pagi. Dan masyarakat agar bersama-sama pula untuk dapat berperan aktif tingkatkan gotong royong PSN,” pungkasnya. (tar)
sumber : Radar Indramayu

Tidak ada komentar:
Posting Komentar