
WIDASARI—Ruas jalan yang merupakan jalur lintas masyarakat dalam memperpendek jarak tempuh, dari Desa/Kecamatan Widasari hingga Desa Nunuk Kecamatan Lelea kondisinya rusak parah.
Jalan yang diperkirakan sepanjang 10 kilometer tersebut menjadi prioritas warga untuk digunakan sebagai jalur sibuk dalam melaksanakan rutinitasnya, namun dengan kondisi rusak berlubang, retak dan bergelombang sangat menjadi penghambat. Apalagi bagi pekerja dan pelajar yang dituntut untuk dapat tepat waktu.
Dari kerusakan jalan tersebut, warga sangat merasa dirugikan dengan menurunnya harga jual hasil pertanian dan kesulitan dalam melalui jalan penuh hambatan tersebut. Maka tidak heran jika pelajar yang menggunakan jalan tersebut dalam melaksanakan kewajibannya bersekolah sering terlambat, dan tidak jarang pula pengendara yang terdapat memperbaiki ataupun mendorong kendaraannya. Rusaknya jalan tersebut diduga diakibatkan truk yang masukmelintas melebihi tonase, dan pada saat hujan turun air tetap menggenangi ruas jalan sehingga membuat jalan semakin cepat hancur.
Masyarakat yang berada di sepanjang jalan dan pengendara yang melewatinya sangat mengeluhkan keberadaan kondisi jalan, yang seharusnya menjadi perhatian pemerintah kabupaten dalam melaksanakan pembangunan merata disegala bidang. “Jalan ini jadi pusat lalu lalangnya kendaraan yang digunakan oleh warga Indramayu, harusnya mendapat prioritas dalam perbaikan jalan agar rutinitas warga tidak terhambat,” tutur Tolib (45) warga Desa Bunder Widasari kepada Radar, Sabtu (25/10) sambil kembali mendorong motornya.
Parahnya lagi, kondisi jalan akan semakin hancur dan mengganggu kenyamanan pengendara pada saat turun hujan, karena kondisi jalan akan langsung berubah menjadi kubangan yang menjijikkan dan berlumpur. Terkadang, ada sedikit ruang yang menjadi pengendara berebut jalan yang sedikit bagus walaupun setapak, sehingga sangat riskan sekali terjadi kecelakaan akibat perebutan itu.
Dan yang timbul kemudian adalah rasa sakit pada badan pengendara oleh lubang-lubang dan kubangan di sepanjang ruas jalan tersebut, belum lagi debu yang ditimbulkan dari tanah yang mengotori jalan dan dapat mengganggu pernafasan. “Kalau kena hujan jalannya pasti licin, dan kami sebagai warga hanya bisa berharap agar pemerintah dapat segera memberikan perhatian dengan merelisasikan pembangunan jalan yang baik dan benar,” pinta Mahmudin (38) warga Desa Nunuk Kecamatan Lelea yang sering menggunakan jalan tersebut. (tar)
sumber : Radar Indramayu

Tidak ada komentar:
Posting Komentar