
*) Terjunkan Dalmas, Brimob, 2 Unit Kendaraan Water Canon dan 1 Unit Jihandak, Penghitungan Hingga Malam Hari
JATIBARANG—Suasana yang sangat memanas pada pilwu 2008 terasa di wilayah Kecamatan Jatibarang yakni di Desa Bulak, sehingga pengamanan berlapis terfokus di lokasi pilwu desa tersebut. Sementara di dua desa lainnya, sejak dibukanya pemilihan kuwu hingga perhitungan hasil suara berjalan lancar dan tidak ada ekses.
Pantauan Radar di lokasi, penjagaan ekstra ketat oleh aparat kemanan baik Polri, TNI serta Sat Pol PP di lokasi pemungutan suara Desa Bulak sangat berbeda dengan pengamanan di desa lainnya. Unsur muspika yang juga siaga di lokasi yakni Camat Jatibarang Dudung Indra Ariska SH MH, Kapolsektif AKP Sumari serta Danramil Kapt (Inf) Wahnun.
Hal tersebut diduga karena desa setempat dinilai rawan konflik dan gangguan kamtibmas yang dapat mengganggu proses pilwu. Sehingga tidak aneh jika system pengamanannya difokuskan di desa yang tinggi resiko kerawanannya.
Pilwu yang diikuti dua kandidat yang sama-sama memiliki banyak massa pendukung tersebut, sejak beberapa hari sebelum hari H berada pada situasi yang sangat mengkhawatirkan. Apalagi, suasana pada saat pelaksanaan pemungutan suara bisa dikatakan sangat mencekam bersamaan munculnya dugaan-dugaan negative yang dapat mengganggu jalannya pilwu.
Untuk itu, system pengamanan yang sangat berbeda yakni dengan dikerahkannya 2 peleton Dalmas dan 2 Peleton Brimob, bahkan untuk mengantisipasi aksi massa polisi turut menyiagakan 2 unit kendaraan water canon dan 1 unit kendaraan pejinak bahan peledak. Dalam pemantauan serta pengamanan tersebut turut langsung terjun ke lokasi para petinggi Mapolwil Cirebon, Kaplres Indramayu AKBP Mashudi serta para perwira Mapolres Indramayu.
Sementara itu, hingga berita ini ditulis proses penghitungan surat suara masih berjalan dengan disaksikan ribuan masyarakat pendukung dari masing-masing calwu.
Sedangkan di dua desa lainnya, yakni Desa Pilangsari yang diikuti dua kandidat, calwu nomor urut 1 H Darno Atno Wijatno mendapatkan 1434 suara dan rivalnya dengan nomor urut 2 Muhamad Darman SPd hanya mendapat 862 suara. Dan surat suara tidak sah sebanyak 87.
Di Desa Sukalila yang juga diikuti dua calwu, dengan hasil penghitungan akhir yakni calwu nomor urut 1 Sanusi mendapat 211 suara dan Tawarudi (2) meraih suara terbanyak sejumlah 523 suara yang memastikan dirinya menduduki kursi kuwu desa setempat. Dan surat suara tidak sah sebanyak 65 buah. (tar)
sumber : Radar Indramayu

Tidak ada komentar:
Posting Komentar