
KERTASEMAYA—Warga Blok Tengah Desa Larangan Jambe Kecamatan Kertasemaya, Kamis (27) dibuat panik dengan munculnya letupan dan kepulan asap yang menyerupai semburan gas liar. Berdasarkan penelusuran Radar, lokasi yang menghebohkan dan mengejutkan bagi warga sekitar berada di sebuah pekarangan rumah warga setempat Rukaya (70) di Blok Tengah RT 5/2 Desa Larangan Jambe. Kabar menghebohkan tersebut bermula ketika beberapa anak-anak bermain di sekitar lokasi, sekitar pukul 16.00 kemarin sebuah kubangan kecil berukuran sekira 50 centimeter persegi yang berisi air hujan tampak seperti air mendidih. Namun, beberapa saat kemudian muncul asap yang semakin lama semakin banyak mengepul dan di sebelahnya yang berjarak 2 meter dari lokasi munculnya asap, permukaan tanahnya dalam kondisi panas. Kecurigaan warga dengan rasa takut dan was-was terjadi kemunculan semburan gas liar di desanya kian menjadi, dan atas inisiatif seorang warga kejadian tersebut dilaporkannya ke pemerintah desa setempat. Bersama polisi, warga dengan rasa penasarannya menggali lokasi kubangan air yang terus mendidih dan berasap. Setelah beberapa saat muncul kecurigaan, bahwa yang sebelumnya diduga semburan gas liar tersebut tepat berjarak dua meter yakni tanah yang dalam kondisi panas langsung digali. Ternyata, dari hasil galian tersebut membuahkan hasil dengan putusnya sebuah kabel yang tertanam di dalam tanah, dan setelah putusnya kabel tersebut kubangan air tidak lagi mendidih dan berhenti mengeluarkan kepulan asap. “Mulainya ba’da duhur kemarin, airnya seperti mendidih dan mengeluarkan asap. Yang pertama tahu anak-anak kecil yang lagi pada bermain, saya langsung takut dan pergi meninggalkan rumah. Sampai-sampai karena takut terjadi apa-apa saya tidur di rumah anak saya,” tutur janda tua penghuni rumah sederhana Rukaya (70) yang tinggal berdua dengan cucunya saat ditanya Radar, Jum’at (28/11) di lokasi. Sementara itu, Kapolsek Kertasemaya AKP Mashudi SH saat dikonfirmasi Radar membenarkan tentang peristiwa yang sebenarnya terjadi, yakni tidak ada kemunculan semburan gas liar. “Awalnya warga menduga kejadian tersebut adalah munculnya semburan gas liar, tapi setelah dilakukan olah TKP ternyata ditimbulkan oleh kabel yang digunakan warga sebagai kabel masa (arde/ground penguat tegangan listrik) yang ditanam di dalam tanah,” jelas Mashudi kepada Radar, kemarin. (tar)
sumber : Radar Indramayu

Tidak ada komentar:
Posting Komentar