Sabtu, 27 Desember 2008

Warga Tanam Puluhan Pohon Pisang Sepanjang Jalan Rusak



*) Aksi Massa Desa Sukadana

TUKDANA—Warga Desa Sukadana Kecamatan Tukdana melakukan aksi tanam puluhan pohon pisang di sepanjang jalan desa setempat, Sabtu (27/12) spontanitas menyita perhatian pengguna jalan yang melintas saat itu.

Aksi massa yang dilakukan merupakan bentuk aspirasi lanjutan akibat belum mendapatkan perhatian dari pemerintah atas kondisi jalan desa yang juga menghubungkan dengan wilayah kecamatan lainnya. Dinilai warga, kondisi jalan yang semakin memprihatinkan hingga kini belum ada program untuk pembangunan merata dan berkesinambungan, padahal rakyat berhak untuk menikmati hasil dari program pembangunan.

Pantauan Radar, aksi massa melakukan penanaman puluhan pohon tersebut dilakukan di sepanjang jalan desa yang jarak tempuhnya sepanjang hampir 3 kilometer. Kondisi jalannya semua dalam kondisi rusak parah dengan lubang-lubang besar layaknya kubangan kerbau. Kotor dan licin di permukaan jalan menuntut pengguna jalan harus ekstra hati-hati dan waspada, bahkan menurut warga di sepanjang jalan tersebut sudah sangat sering terjadi kecelakaan yang diakibatkan oleh kondisi jalan rusak berat.

“Jalan ini sering dilewati orang-orang penting yang memiliki jabatan dengan pengaruh besar, tapi kenyataannya sampai jalannya hancur masih belum ada perhatian sama sekali,” celoteh salah satu warga Kato Sukarto (55) yang juga diamini warga lainnya.

Dari kubangan yang satu ke kubangan lainnya, warga serempak melakukan aksi penanaman pohon pisang dengan menggebu-gebu. Tidak hanya kaum pria, kaum perempuan juga tampak antusias turut andil sambil terus berteriak kapan akan dibangun, atau akan dibiarkan dipenuhi pohon pisang.

Sarana infrastruktur yang digunakan sebagai jalur utama dan alternative oleh pengguna jalan, oleh warga sangat diharapkan adanya pembangunan nyata pemerintah untuk kemakmuran rakyatnya. “Kalau jalannya rusak akan menghambat peningkatan perekonomian dan juga aktivitas lainnya, kepada pemerintah harus segera melakukan realisasi pembangunan jalan untuk mendukung peningkatan di semua sector. Itupun kalau pemerintahnya menginginkan rakyatnya berada dalam kehidupan yang makmur dan sejahtera,” tutur warga lainnya, Dadi Caryadi (43).

Untuk mengantisipasi tersendatnya lalu lintas kendaraan, warga melakukan pengurasan kubangan dengan menggunakan peralatan seadanya. Bahkan, sejak lama pula warga memasang rambu darurat yang mengingatkan pengguna jalan akan rawannya jalur yang sudah sering memakan korban pengendara. “Kecelakaan yang sering terjadi selalu kecelakaan tunggal,” katanya.

Aksi massa yang berlangsung sekitar tiga jam, sangat mendapat dukungan penuh dari para pengguna jalan saat berlangsungnya aksi. “Kalau masih tidak dibangun, dijadikan perkebunan pisang saja,” teriak pengemudi motor berteriak sambil tetap dapat mengendalikan motornya dari bahaya kubangan jalan. (tar)

sumber : Radar Indramayu

Tidak ada komentar:

Pembunuhan Sadis

Tewas Dibacok Mantan Suami

*) Dua Kali Kawin Cerai, Ditolak Minta Rujuk Kembali

SUKAGUMIWANG—Aksi yang dilakukan Romeo dalam kisah film Romeo dan Juliet memang menyita perhatian penontonnya, sedangkan yang dilakukan pelaku terhadap mantan istrinya kemarin apakah meniru adegan film tersebut?

Mukidi (32) warga blok Boros desa Gunungsari kecamatan Sukagumiwang tega menghabisi nyawa wanita yang pernah dinikahinya sebanyak dua kali. Anisah (30), yang masih satu desa tewas mengenaskan dengan luka bacok di bagian kepala, leher, punggung dan kaki.

Keterangan yang dihimpun Radar di Tempat Kejadian Perkara (TKP), kejadiannya Sabtu (30/8) sekitar pukul 19.30, berawal saat Anisah sedang duduk di depan warung milik orang tuanya Kasan (50) yang terletak di desa setempat Rt.01/04. Seketika datang Mukidi secara tiba-tiba dan langsung mengayunkan golok yang sengaja dibawanya dari rumah berulang kali ke tubuh Anisah. Korbanpun langsung terkapar tak berdaya menerima hujaman senjata tajam pelaku hingga dilarikan ke RSUD Arjawinangun Cirebon. “Saat kejadian saya lagi ngobrol sama tamu di dalam, tiba-tiba ada suara teriakan orang minta tolong. Setelah saya lihat keluar ternyata anak saya tergeletak dengan banyak darah, dan Mukidi sedang berusaha menusukkan golok ke arah perutnya”, jelas Kasan kepada Radar, kemarin sambil menunjukkan tempat jatuhnya Anisah.

Setelah dilakukan pertolongan medis di RSUD Arjawinangun, ternyata nyawa korban tidak dapat tertolong karena beberapa luka bacok sangat parah dalam jumlah banyak. Dan Mukidi yang berusaha bunuh diri setelah menghabisi nyawa korbannya dapat dihentikan warga, sehingga Mukidi yang nyawanya urung melayang sia-sia juga harus mendapat pertolongan tim medis. Tapi, berbeda dengan korbannya, Mukidi menjalani perawatan tim medis RS Bhayangkara Indramayu dengan tambahan borgol yang mengikat kedua tangannya.

Sumber di TKP mengatakan, Mukidi dan Anisah pernah melakukan pernikahan sebanyak dua kali dan pernikahan yang kedua dilakukan 2006 silam. Dari perkawinan pertamanya sekitar 12 tahun yang lalu, pasangan tersebut telah dikaruniai seorang anak yang kini duduk di bangku kelas 3 Sekolah Dasar (SD). Mukidi yang dikenal warga sekitar sebagai peminum minuman keras dan kerap melakukan perjudian, pada perceraiannya yang kedua berusaha untuk meminta rujuk kembali dengan mantan istrinya.

Namun karena ketidak senangan mantan istri dan keluarganya dengan sikap serta perilaku mabok dan judi pelaku, usahanya untuk dapat rujuk kembali tetap tidak menunjukkan hasil yang diharapkan. Sehingga pelaku nekad untuk melakukan aksi pembunuhan dan mencoba bunuh diri. Hal tersebut dilihat dari tulisan tangan pada selembar kertas yang bercambur noda darah, yang isinya menyebutkan “Mukidi – Anisah pegat paksa sampe dua kali, daripada pisah karo Anisah bagen mati suka mati loroane” yang artinya Mukidi – Anisah cerai paksa sampai dua kali, dari pada pisah dengan Anisah lebih baik mati harus mati dua-duanya.

Pada saat melakukan aksinya, pelaku menggunakan sebilah golok yang sengaja di bawanya dari rumah dan kedapatan membawa dua buku surat nikah atas nama Mukidi dan Anisah.

Setelah menjalani perawatan di RS Bhayangkara, pelaku digiring ke Mapolsek Kertasemaya guna dilakukan pemeriksaan dan korban tewas sekitar pukul 09.00 Minggu (31/8) pagi dimakamkan di Tempat Pemakaman Umum (TPU) desa setempat. (tar)

Sumber : Radar Indramayu