

*) Aksi Massa Desa Sukadana
TUKDANA—Warga Desa Sukadana Kecamatan Tukdana melakukan aksi tanam puluhan pohon pisang di sepanjang jalan desa setempat, Sabtu (27/12) spontanitas menyita perhatian pengguna jalan yang melintas saat itu.
Aksi massa yang dilakukan merupakan bentuk aspirasi lanjutan akibat belum mendapatkan perhatian dari pemerintah atas kondisi jalan desa yang juga menghubungkan dengan wilayah kecamatan lainnya. Dinilai warga, kondisi jalan yang semakin memprihatinkan hingga kini belum ada program untuk pembangunan merata dan berkesinambungan, padahal rakyat berhak untuk menikmati hasil dari program pembangunan.
Pantauan Radar, aksi massa melakukan penanaman puluhan pohon tersebut dilakukan di sepanjang jalan desa yang jarak tempuhnya sepanjang hampir 3 kilometer. Kondisi jalannya semua dalam kondisi rusak parah dengan lubang-lubang besar layaknya kubangan kerbau. Kotor dan licin di permukaan jalan menuntut pengguna jalan harus ekstra hati-hati dan waspada, bahkan menurut warga di sepanjang jalan tersebut sudah sangat sering terjadi kecelakaan yang diakibatkan oleh kondisi jalan rusak berat.
“Jalan ini sering dilewati orang-orang penting yang memiliki jabatan dengan pengaruh besar, tapi kenyataannya sampai jalannya hancur masih belum ada perhatian sama sekali,” celoteh salah satu warga Kato Sukarto (55) yang juga diamini warga lainnya.
Dari kubangan yang satu ke kubangan lainnya, warga serempak melakukan aksi penanaman pohon pisang dengan menggebu-gebu. Tidak hanya kaum pria, kaum perempuan juga tampak antusias turut andil sambil terus berteriak kapan akan dibangun, atau akan dibiarkan dipenuhi pohon pisang.
Sarana infrastruktur yang digunakan sebagai jalur utama dan alternative oleh pengguna jalan, oleh warga sangat diharapkan adanya pembangunan nyata pemerintah untuk kemakmuran rakyatnya. “Kalau jalannya rusak akan menghambat peningkatan perekonomian dan juga aktivitas lainnya, kepada pemerintah harus segera melakukan realisasi pembangunan jalan untuk mendukung peningkatan di semua sector. Itupun kalau pemerintahnya menginginkan rakyatnya berada dalam kehidupan yang makmur dan sejahtera,” tutur warga lainnya, Dadi Caryadi (43).
Untuk mengantisipasi tersendatnya lalu lintas kendaraan, warga melakukan pengurasan kubangan dengan menggunakan peralatan seadanya. Bahkan, sejak lama pula warga memasang rambu darurat yang mengingatkan pengguna jalan akan rawannya jalur yang sudah sering memakan korban pengendara. “Kecelakaan yang sering terjadi selalu kecelakaan tunggal,” katanya.
Aksi massa yang berlangsung sekitar tiga jam, sangat mendapat dukungan penuh dari para pengguna jalan saat berlangsungnya aksi. “Kalau masih tidak dibangun, dijadikan perkebunan pisang saja,” teriak pengemudi motor berteriak sambil tetap dapat mengendalikan motornya dari bahaya kubangan jalan. (tar)
sumber : Radar Indramayu

Tidak ada komentar:
Posting Komentar