Selasa, 30 September 2008

2 Mr X Dibawa Pulang Keluarga

*) Satu Korbannya Penumpang KA

JATIBARANG—Dua orang korban yang belum diketahui identitasnya kemarin, yang terdiri dari seorang laki-laki dan satunya lagi berjenis kelamin perempuan. Senin (29/9) dini hari terungkap jelas identitas dua korban tewas yang terbaring di kamar mayat RSI Zam Zam Jatibarang.

Jasad perempuan tersebut ternyata seorang TKW yang bernama Emi Hendrayani (18) asal Desa Mekarjaya RT 19/14 Haurgeulis Indramayu, Senin pagi sekitar pukul 07.30 dibawa pulang pihak keluarga ke rumah duka untuk segera dimakamkan.

Dan satu jasad lagi dengan jenis kelamin laki-laki, yang pada awalnya diduga sebagai salah satu penumpang travel maut itu ternyata tidak termasuk dalam data penumpang travel. Hanya saja, belakangan jasad pria bernasib tragis tersebut diketahui identitasnya oleh petugas dengan nama Angga Albar Wicaksono (24) warga Desa Kerticala Tukdana Indramayu, yang pada saat peristiwa tersebut korban sebagai penumpang KA. Dan dibawa pulang ke rumah duka Senin siang pukul 11.30 oleh keluarganya.

Dijelaskan keluarga korban, Angga yang bekerja di Pabrik Gula (PG) Jatitujuh Majalengka tersebut melakukan perjalanan mudik ke daerah asalnya di Jogjakarta dengan menggunakan angkutan jasa kereta api Tambahan Lebaran Bengawan Solo jurusan Pasar Senen – Solo Balapan. “Salah satu jasad korban tewas memang benar Almarhum Angga yang akan mudik ke Jogja menggunakan angkutan kereta api,” terang Hadi Mulyono (24) yang merupakan saudara korban saat ditanya Radar, kemarin disela-sela pengurusan surat kematian di RSIZ Jatibarang.

Sedangkan 3 korban luka salah satunya Isrofah (26) yang merupakan TKW yang akan pulang ke rumahnya di Sendang Karangampel, hingga kini masih menjalani perawatan intensif tim medis RSIZ Jatibarang.

Sementara itu, 2 korban luka lainnya yakni Kemi (41) dirujuk ke RS Bhayangkara Losarang Indramayu dan Zamro’i (36) dirujuk ke RS Pelabuhan Cirebon . (tar)



Daftar nama TKW penumpang Travel BNP2TKI nopol B 7460 IP dari Bandara :
1. Rohayati (24) warga Desa Gadingan RT 20/01 Kecamatan Sliyeg Indramayu
2. Isrofah (26) warga Sendang Karangampel Indramayu
3. Castinih (36) warga Desa Rambatan Kulon Lohbener Indramayu
4. Emi Hendrayani (18) warga Desa Mekarjaya RT 19/14 Haurgeulis Indramayu
5. Salkah, warga Cirebon
6. Anirah, warga Karanganyar Cirebon
7. Nurtati, warga Kejuden Cirebon
8. Uripah, warga Bojongkulon Cirebon
9. Sukeli, warga Tersana Sukagumiwang Cirebon

Daftar nama Sopir travel naas :
1. M Dalih Idris (42)
2. Kemi (41)
3. Zamroi (36)


Daftar nama korban Tewas Travel vs Kereta Api :1. M Dalih Idris
2. Rohayati
3. Castinih
4. Emi Hendrayani
5. Angga Albar Wicaksono (24), warga Desa Kerticala Tukdana Indramayu (penumpang KA)
6. Tasiman (35), warga Desa Wonokromo Alian Kebumen (penumpang KA)

Nama korban luka :
1. Zamroi, dirujuk ke RS Bhayangkara Indramayu
2. Isrofah, dirawat di RSI Zam Zam Jatibarang Indramayu
3. Kemi, dirujuk ke RS Pelabuhan Cirebon
4. Prasetyo (24), penumpang KA
5. Mr X, penumpang KA

sumber : Radar Indramayu - Radar Cirebon

Insiden Travel TKW vs Keretaapi, 2 Penumpang KA Tewas dan 2 Lainnya Terluka


Demikian keterangan yang diperoleh Radar dari Kepala Daop III Cirebon, Rustam Harahap melalui wakil kepala stasiun Kejaksan, Teguh Triyono.
Teguh menerangkan korban tewas adalah seorang penumpang kereta api yang naik kereta di lokomotif. “Menurut informasi yang kami dapat, penumpang tersebut tewas karena terjatuh dari lokomotif,” katanya.
Ia menambahkan korban tewas sampai di stasiun Kejaksan sekitar pukul 19.15 WIB dan langsung di bawa ke RSUD Gunung Jati. Korban tewas adalah Tasiman (35), seorang pemudik warga Desa Wonokromo Kecamatan Alian Kabupaten Kebumen. Sementara dua korban yang mengalami luka adalah, Prasetyo (24), dan satu korban lagi belum diketahui identitasnya karena masih dalam keadaan pingsan.
Teguh mengungkapkan jumlah perlintasan kereta api di pulau Jawa sebanyak 235 lintasan, dan perlintasan yang resmi dijaga petugas hanya ada 57 buah. Sementara sisanya adalah lintasan tidak resmi yang awalnya dilewati penduduk sekitar menjadi jalan setapak, lalu lama-kelamaan seolah menjadi jalan utama yang kerap dilalui.
“Di perlintasan tidak resmi itu juga sebenarnya telah terpasang rambu-rambu perhatian seperti tanda stop, awas sepur dan garis kejut. Tapi karena budaya masyarakat kita yang minim disiplin, rambu rupanya tak dianggap sehingga terjadilah kemudian banyak kecelakaan,” tuturnya.
Sebelum kejadian Kertasmaya pun, lanjut Teguh, pihaknya telah berusaha menurunkan penumpang yang memaksa naik kereta di lokomotif, namun sangat sulit dan banyak yang membandel. “Dengan kejadian ini, kami ingin masyarakat paham bahwa naik kereta di lokomotif itu sangat berbahaya sekali. ini sebagai contoh,” pungkasnya. (ron)

Sumber : Radar Cirebon

Minggu, 28 September 2008

Travel Disambar Kereta 5 Tewas Dan 3 Kritis



KERTASEMAYA—Insiden maut yang terjadi Minggu (28/9) sekitar pukul 18.17 antara kereta api tambahan lebaran Bengawan jurusan Pasar Senen – Solo Balapan dengan nomor KA 7150 nomor lokomotif CC 2160 dengan sebuah kendaraan Isuzu travel BNP2TKI milik perusahaan angkutan jasa Garuda Biru nopol B 7460 IP, menewaskan 5 penumpang dan 3 lainnya dalam kondisi kritis.

Berdasarkan informasi yang dihimpun Radar di lokasi menyebutkan, peristiwa tersebut berawal ketika sebuah travel naas tersebut hendak menyeberang di pintu perlintasan kereta api Desa Jengkok Kertasemaya yang tidak berpalang pintu pengaman, hanya saja dilengkapi dengan lampu tanda sinyal kereta api lewat.

Dengan situasi yang sangat gelap, travel tersebut saat memasuki pintu perlintasan dari arah barat menuju timur diperlintasan menyerobot masuk dan tak ayal kereta api yang melaju kencang dari arah Jakarta seketika menyambar dengan kencang, hingga mengakibatkan travel tidak berbentuk dan terseret hingga sejauh 50 meter.

Seorang saksi mata di sekitar TKP mengatakan, pada saat terjadinya peristiwa naas tersebut, saksi melihat lampu sinyal tanda kereta api akan lewat pada saat duduk di depan rumah sehabis berbuka puasa. “Padahal di depannya ada sepeda motor yang lagi berhenti nunggu kereta lewat, tapi mobilnya malah nyalip motor ojeg dan langsung nyebrang dan terjadilah kecelakaan itu,” ungkap Didin (41) saat ditanya Radar, semalam di lokasi.

Kecelakaan maut yang merenggut langsung 5 nyawa tersebut, kasusnya langsung ditangani Polres Indramayu. Dan nama-nama korban diantaranya, Dalih Idris (42) yang diketahui seorang sopir, Rohayati (24)warga Desa Gadingan RT.20/01 Kecamatan Sliyeg Indramayu, Castinih (36) asal Desa Rambatan Kulon Kecamatan Lohbener Indramayu, dan dua lainnya belum diketahui identitasnya yang terdiri dari seorang laki-laki dan perempuan.

Sementara itu, korban kritis yakni Isrofah (26) asal Desa/Kecamatan Karangampel Rt.08/01 Indramayu, Kemi (41) Kelurahan Lontar Kecamatan Tirtayasa dan Zamroni (36) Kelurahan Tugu Selatan Jakarta Utara.

Sedangkan kereta api maut yang menewaskan TKW yang hendak pulang ke kampong halamannya itu diketahui masinisnya bernama Sudarsono dengan asisten Paiman. (tar)

sumber : Radar Indramayu

Pemudik 1 Tewas Dihantam Motor



SUKAGUMIWANG—Nasib tragis dialami pemudik sepeda motor, Minggu (28/9) sekitar pukul 08.30 di jalur pantura Cadangpinggan. Sebuah sepeda motor Honda Supra nopol B 4944 QL yang dikemudikan Ade Ruhiyatna (28) yang membonceng serta istrinya Asih Triyatna (28), keduanya warga Mandirancan Kuningan yang merantau di daerah Tangerang.

Berdasarkan informasi yang dihimpun Radar di sekitar lokasi, korban saat memasuki jalan bergelombang di jalur pantura Cadangpinggan tersebut, mendadak dikejutkan oleh seorang penyeberang jalan yang memaksakan diri melakukan penyeberangan di tengah padatnya arus. Berusaha menghindari penyeberang misterius dengan sekuat tenaga mengendalikan sepeda motornya, mengakibatkan Ari terjatuh dan istrinya terpelanting. Saking padatnya arus, motor yang melaju dibelakangnya kontan tak kuasa menghindar dan langsung menghantam kepala Asih yang sudah jatuh tersungkur di atas aspal.

Namun, kesigapan petugas segera melakukan pengamanan lokasi untuk menghindari kemacetan kendaraan yang saat itu sedang padat, dan segera melarikan kedua korban ke RSIZ Jatibarang. Upaya pertolongan untuk dapat menyelamatkan korban yang dilakukan, ternyata tidak dapat menolong nyawa Asih yang mengalami pendarahan hebat di bagian kepala dan Asih pun meregang nyawa.

Sedangkan suaminya, Ade yang masih terus mendapat perawatan intensif tim medis di ruang UGD. “Saya mendadak kaget saat ada orang yang nyebrang yang tidak mau menyadari situasi kendaraan lagi padat, usaha saya untuk menghindari peristiwa ternyata sia-sia,” ungkap Ade sambil terus memanggil istrinya yang asli Lampung itu. (tar)

sumber : Radar Indramayu

Tabrakan Beruntun 3 Bus


WIDASARI—Tingkat kerawanan terjadinya peristiwa kecelakaan ternyata tidak hanya menimpa pemudik saja, di pantura Bangkaloa Ilir Widasari 3 bus tabrakan beruntun, Minggu (28/9) sekitar pukul 10.15.

Berdasarkan keterangan beberapa sumber menyebutkan, terjadinya tabrakan beruntun tersebut bermula ketika di sebuah median pembuka putar arah yang dipasang perboden tergeletak 2 unit sepeda motor dan 4 orang terkapar. Awalnya sebuah sepeda motor bebek yang diketahui berwarna merah yang dikemudikan seorang warga dengan membonceng ibu-ibu menyeberang untuk masuk ke median pembuka yang dilarang.

Namun sepeda motor Honda Mega Pro nopol E 4358 NE yang dikemudikan Rojikin (26) yang membonceng Apandi (31) warga Jatibarang yang melaju dari arah Cirebon , yang sontak kaget sulit dikendalikan. Hingga akhirnya dua unit motor tersebut menemui musibah tabrakan.

Tepat di belakangnya dari arah yang sama muncul seketika sebuah bus PO Lorena nopol B 1966 XA yang berhasil dikendalikan pengemudinya dengan tidak sedikitpun menyentuh kedua motor dan keempat korban tabrakan tersebut. Tapi yang disayangkan, Lorena yang sudah berhasil berhenti tersebut mendapat hantaman keras dari arah belakang oleh bus PO Karina nopol B 7736 WV.

Ternyata tidak hanya sampai disitu, selang persekian detik menyusul sebuah bus PO Karina nopol B 7846 XA turut mendorong keras kedua bus di depannya. Pengemudinya yang berupaya menghindari tabrakan tersebut, hanya ada sedikit peluang untuk banting stir kea rah kanan tapi tidak maksimal dan mengakibatkan bus tersebut setelah menghantam bus di depannya melompat melewati median pembatas jalan.

Evakuasi ketiga bus tersebut hingga mengganggu arus kendaraan dari kedua arah sepanjang sepuluh kilometer dan kendaraan yang terhambat hanya bisa berjalan merayap. (tar)

sumber : Radar Indramayu

Kamis, 18 September 2008

Pasutri Disambar Bus, 1 Tewas


WIDASARI—Nasib tragis dialami pasangan suami isteri (pasutri), Daip (35) dan Kaci (44) warga Desa Bojongslawi RT 06/02 Kecamatan Lohbener. Keduanya disambar sebuah bus malam ketika sedang melakukan perjalanan pulang sehabis berbelanja barang dagangan di pasar Jatibarang Kamis (18/9) malam sekitar pukul 23.00.

Berdasarkan keterangan yang dihimpun koran ini, pasutri yang membawa barang belanjaan dengan menggunakan sebuah becak tersebut, dari arah pasar Jatibarang menuju simpang tiga Widasari. Namun, karena arah putar di jalur pantura Widasari dianggap terlalu jauh, becak yang dikendarai Daip terpaksa melawan arus melewati jalur arah Cirebon. Saat memasuki persimpangan di Desa Kongsijaya Widasari, becak tersebut menyeberang jalan dan akan menggunakan lajur sebelah kiri pada jalur dua arah tersebut.

Saat menyeberang dan becak sudah mulai melaju ke arah utara (arah Jakarta), seketika muncul bus malam dari arah Jakarta Safari Dharma Raya nopol B-7160-MK yang dikemudikan Suradi (51) asal Desa/Kecamatan Suban Kabupaten Batang jurusan Jakarta-Mataram-Sumbawa menyalip kendaraan di sisi kirinya. Dengan jarak yang sangat dekat tersebut, secepat kilat insiden tabrakan tak terelakkan. Hingga akhirnya pasutri yang berada di atas becak beserta barang dagangan berhamburan dan becak dengan kondisi remuk. Petugas Polsek Widasari yang mendapat laporan warga dengan sigap mendatangi lokasi kejadian, dan segera mengevakuasi korban.

Dari lokasi kejadian, kedua korban segera dilarikan ke RSI Zam Zam Jatibarang menggunakan mobil patroli untuk segera mendapat pertolongan tim medis. Naas bagi Daip, nyawanya tidak bisa diselamatkan dan sudah dalam keadaan tewas di TKP. Sedangkan Kaci harus mendapat pertolongan intensif tim medis RS, dengan kondisi mengkhawatirkan.

Kapolsek Widasari AKP Bendi Ujianto melalui Kanit Patroli Aiptu Endin Rohendi saat dikonfirmasi Radar, membenarkan telah terjadi kecelakaan lalu lintas di wilayah hukum Polsek Widasari yang merenggut satu nyawa. “Korban sudah kami evakuasi ke RS, dan kendaraan jenis bus serta becak korban sudah diamankan di Mapolsek,” jelas Endin kepada Radar, kemarin malam di TKP.

Sementara itu, insiden kecelakaan yang menewaskan satu korban di TKP, kasusnya langsung ditangani Unit Laka Lantas Polres Indramayu. (tar)

sumber : Radar Indramayu

Lagi, 2 Warga Tewas Usai Pesta Miras

INDRAMAYU – Disaat Polisi masih melakukan penyelidikan kasus tewasnya 17 orang warga Indramayu yang diduga akibat menenggak minuman keras (miras) beracun, petaka justru kembali terjadi.

Dua orang warga Desa Karanganyar RT 02 RW 06 Kecamatan Kandanghaur, yakni Khadiah (60) dan T Siregar (60), meregang nyawa Kamis (18/9) usai pesta miras dimalam sebelumnya.

Keduanya meninggal dunia pada tempat dan waktu yang berbeda. Khadiah, tewas sekitar pukul 10.00 pagi di rumahnya. Sedangkan T Siregar, menjemput maut pukul 13.30 disaat sedang mendapat perawatan medis di UGD Rumkit Bhayangkara Tingkat IV Indramayu Losarang.

Para korban miras itu diduga mengonsumsi produk yang sama, yakni miras merek Vodka Blending (gemuk) dioplos beberapa jenis minuman suplemen.

Informasi yang dihimpun Radar, pesta berujung kematian tersebut, digelar pada Rabu malam (17/9) kemarin dikediaman T Siregar. Minum-minuman keras bersama itu diikuti empat orang. Dua orang lainnya yaitu Kadirah (48) dan Yus (45).

Kadirah yang tinggal di RT 03 RW kondisinya mengalami kritis. Sedangkan Yus warga Desa Kalijati, Kabupaten Subang, belum diketahui nasibnya. Belakangan diketahui, Yus adalah salah satu anggota Polres Subang yang pernah menetap lama di desa tersebut. Mereka adalah saksi kunci kasus itu.

“Pestanya malam Kamis. Tapi, peristiwa itu memang baru diketahui hari ini (kemarin, Red) setelah ada korban meninggal,” ungkap Roso (45) salah satu kerabat Khadiah.

Dituturkannya, empat orang tersebut memang sering mengadakan pesta miras bareng-bareng. Meski usia mereka sudah uzur, kebiasaan itu sulit dihilangkan meskipun disaat bulan puasa. Selama pesta berlangsung, para peserta tak menunjukkan gelagat mencurigakan. Di antara mereka tak ada yang mengeluh sakit. Bahkan, usai pesta, mereka kembali kerumahnya masing-masing.

Namun esok harinya, efek racun didalam kandungan minuman beralkohol itu mulai bekerja. Khadiah mengalami muntah dan kejang-kejang. Meski kondisinya kritis, bapak 8 orang anak ini tidak dilarikan ke RS. Tak ayal, ketika pagi menjelang siang, korban meninggal dunia dikediamannya.

Sebelum meninggal, Khadiah memang sempat mengeluh kepada salah satu anaknya perihal perutnya yang sakit. “Saat pulang ke rumah, dia memang terlihat mabuk. Dia sempat mengeluh. Tapi, terus tidur,” kata Roso menirukan ucapan salah satu anak korban.

Kondisi serupa juga dialami T Siregar. Pria asal Batak ini, tiba-tiba ambruk ketika baru pulang kerumahnya. Bapak 6 orang anak ini lantas dilarikan ke Rumkit Bhayangkara Losarang sekitar pukul 13.10 siang.

Selang 25 menit kemudian atau sekitar pukul 13.35, nyawa korban tidak tertolong lantaran kondisinya sangat kritis. “Dia sempat ditolong, tapi kemudian, saya diberi tahu dia sudah meninggal,” ujar Suma (44) tetangga korban.

Jenazah Khadiah langsung dimakamkan pihak keluarga sore harinya di TPU Blok Blaklak Desa setempat. Sedangkan jasad T Siregar yang baru tiba sore hari, belum ditentukan kapan dan dimana tempat korban akan dikubur.

Sedangkan satu peserta pesta miras lainnya, yakni Kadirah kondisinya mengalami kritis dan masih mendapatkan pertolongan medis. “Setelah mendengar dua temannya mati, Kadirah ketakutan,” lanjut Suma.

Mendapati dua warganya meninggal dunia, jajaran Polsektif Kandanghaur beserta aparat pemerintah setempat langsung melakukan penyidikan di TKP. Hingga tadi malam, petugas masih mengumpulkan keterangan dari beberapa warga serta korban yang masih hidup.

Dengan meninggalnya dua korban terakhir, berarti wabah maut miras beracun sudah merenggut 19 nyawa warga Indramayu. (kho)

sumber : Radar Cirebon - Radar Indramayu

Jenazah Korban Keracunan Miras Diotopsi

INDRAMAYU- Bagi Polisi, penyebab kematian 17 orang warga Indramayu yang diduga kuat akibat menenggak minuman keras (miras) beracun, masih belum bisa dijadikan pegangan.

Untuk menyelediki kemungkinan lain yang menjadi penyebab kematian tersebut, Rabu (17/9) salah satu kuburan korban ‘Pesta Miras’, Kardono (21) warga Desa Puntang RT 03 RW 01 Kecamatan Losarang, terpaksa dibongkar untuk kepentingan otopsi.

Pembongkaran di pemakaman umum Blok Tegong Desa setempat itu dimulai sekitar pukul 08.30 pagi oleh oleh Tim Forensik RS Polpus RS Sukanto Kramatjati, Jakarta serta dibantu Tim Medis Rumah Sakit (Rumkit) Bhayangkara TK IV Indramayu Losarang. Hadir pula Penyeledik dari Polres Indramayu, serta saksi dari pihak keluarga korban.

Kuburan korban yang baru sepuluh hari dimakamkan itu, digali oleh tiga orang pekerja dari warga setempat dengan menggunakan cangkul. Pembokaran kuburan Kardono yang tewas pada Senin (8/9) itu dilakukan secara tertutup.

Disekitar lokasi, Polisi mendirikan tenda berukuran 12X6 meter dan ditutup kain karung setinggi dua meter. Area pemakaman juga dipasang Police Line (garis polisi) dengan radius 50 meter dari lokasi pembongkaran.

Sekitar pukul 10.00 siang, jasad korban baru berhasil diangkat dari liang lahat untuk kemudian dilakukan otopsi menyeluruh oleh Tim Forensik. Disaat bersamaan, seluruh wartawan serta sejumlah pihak yang tidak berkepentingan dilarang mengambil gambar ataupun melihat proses pembedahan tubuh korban.

Bau busuk menyengat langsung tercium diseantero kawasan pemakaman. Ratusan warga yang sejak pagi berada disekitar lokasi, sebagiannya memilih menyingkir lantaran tidak tahan mencium bau bangkai tersebut. Proses otopsi berjalan lancar dan berakhir sekitar pukul 11.00 siang. Selanjutnya, jenazah korban kembali disemayamkan ditempat asalnya.

Namun sayang, setelah sekitar 4 jam melaksanakan tugasnya, seluruh anggota Tim Forensik menolak memberikan keterangan kepada wartawan. “Silahkan tanya saja ke Tim Penyelidik,” ucap Ketua Tim Forensik dr Triroso sembari terburu-buru memasuki mobilnya.

Keterangan yang dihimpun Radar, empat anggota Tim Forensik itu, mengambil sejumlah organ vital dari jasad korban seperti hati, otak, ginjal, limpa, jantung, dan isi lambung, untuk diteliti di laboratorium dan digunakan sebagai barang bukti. Nantinya, komponen itu akan dipadukan dengan hasil Labforensik terhadap kandungan isi botol miras jenis Vodka yang lebih dulu dikirim.

Menurut Karumkit Bhayangkara, Kompol dr Asep Hendradiana Sp.An.M.Kes, hasil otopsi terhadap Kardono, korban tewas kejadian luar biasa (KLB) keracunan miras, baru akan diketahui sekitar satu hingga dua pekan mendatang. “Otopsi kali ini dilakukan untuk mengetahui dan segera menemukan perkiraan paling mendekati penyebab kematian korban,” katanya kepada wartawan usai proses otopsi.

Hingga saat ini, belum diketahui penyebab kematian seluruh korban tewas meskipun secara sekilas diduga akibat keracunan miras beralkohol tinggi. Meski begitu, kepastian penyebabnya masih memerlukan pembuktian dari pemeriksaan bagian tubuh korban oleh tim ahli forensik.

Selain Kardono, Tim Forensik rencananya juga akan melakukan otopsi terhadap Roni (35) warga Desa Karangasem, Kecamatan Terisi. Pembongkaran kuburan korban keracunan miras yang tewas dikediamannya sendiri itu akan dilakukan hari ini Kamis (18/9).(kho)

sumber : Radar Cirebon - Radar Indramayu

Rabu, 17 September 2008

Aparat Ciduk Penjudi Kuclak

JATIBARANG—Unit Reskrim Polsektif Jatibarang yang tetap gencar melaksanakan kegiatan razia selama Ramadan, Rabu (17/9) dini hari berhasil menciduk 4 pelaku judi kuclak (dadu bergambar binatang, red).

Keempat tersangka pelaku perjudian tersebut berhasil dibekuk ketika petugas melaksanakan patroli rutin yang dipimpin Kapolsektif AKP Sumari SH, mereka yang digiring diantaranya Dar (32) warga Desa Pabean Ilir Kecamatan Pasekan, San (44) asal Desa Wargabinangun Kecamatan Kaliwedi Cirebon, Bas (30) dan Wan (50) warga Desa Pilangsari Jatibarang. Selain keempat tersangka yang kini menjalani pemeriksaan di Mapolsektif Jatibarang.

Para tersangka yang malam itu sedang melakukan perjudian dadu di sebuah warung milik Wan yang berada di areal pabrik es Esja Utama Pilangsari, sekitar pukul 00.30 sontak kaget dan lari berhamburan saat mengetahui aparat sudah mengepung lapak perjudian. Namun, karena disekitar lokasi suasananya gelap dengan kurangnya lampu penerangan, beberapa lainnya berhasil meloloskan diri dari sergapan petugas.

Bersamaan dengan penangkapan tersangka, petugas juga berhasil mengamankan barang bukti (BB) berupa peralatan judi dadu dan lembaran rupiah dari lapak judi. Para tersangka yang diduga keras melakukan tindak pidana perjudian, sebagaimana dimaksud dalam pasal 303 KUHPidana. “Sementara para tersangka masih menjalani pemeriksaan unit Reskrim, dan selanjutnya tersangka akan diproses sesuai hukum yang berlaku. Dan bilamana masih ada warga yang melakukan perjudian serta tindakan melanggar hukum lainnya, bagi warga yang mengetahuinya diharapkan untuk segera melaporkan kepada petugas kepolisian terdekat untuk segera ditindaklanjuti”, harap Sumari saat dikonfirmasi Radar, Rabu (17/9) di ruangannya.

Menurut Sumari, tersangka Dar dan San bekerja sebagai sopir truk yang mengangkut es di pabrik tersebut, dan Bas adalah salah satu karyawan serta Wan diketahui sebagai pemilik warung yang juga karyawan pabrik es Esja Utama. “Keempat tersangka adalah pencari rejeki di pabrik es tersebut, seharusnya bagi pemilik pabrik harus ada ketegasan untuk melarang adanya perjudian di areal pabrik,” tandasnya. (tar)

sumber : Radar Indramayu

Selasa, 16 September 2008

Gelar Istighotsah Terinspirasi Jumlah Pengangguran

*) Harapkan Miras Sirna Dari Bumi Indramayu

WIDASARI—Sekelompok pemuda Islam di Desa Ujungjaya Widasari pada tiga tahun silam yang merasa teraniaya dengan sulitnya mencari lapangan pekerjaan, tampaknya disikapi dengan berupaya semakin mendekatkan diri pada Allah swt bukan melakukan aksi frustasi yang mendatangkan dosa.

Maka atas inisiatif bersama tercapai kata sepakat untuk tetap berkiblat pada ajaran Islam yang sesungguhnya dengan tidak melakukan perbuatan nahi munkar yang didasari keniatan dari dalam hati setiap individu dengan ikhlas. Jam’iyah Hasbunallah Wani’mal Wakil akhirnya dibentuk dan dijadikan wadah pemuda Islam desa setempat untuk tetap mensyi’arkan Islam. Wadah tersebut dengan kegiatan rutinnya yakni melaksanakan Istighotsah rutin yang pesertanya didominasi kaum muda yang sudah mempunyai lapangan kerja maupun remaja berstatus pelajar. “Awalnya jam’iyah berdiri dilatar belakangi banyaknya jumlah pengangguran yang selalu tidak berhasil dalam mencari pekerjaan, namun berkat Istighotsah rutin yang kami lakukan sejak tiga tahun silam kami mengucap syukur alhamdulillah,” terang Ketua Jam’iyah Hasbunallah Wani’mal Wakil Desa Ujungaris Makhrus SAg saat berbincang dengan Radar, Selasa (16/9) sore setelah acara di Mushola An-Nawawi desa setempat.

Masih menurutnya, Istighotsah yang dilaksanakan secara rutin setiap minggunya, dalam bulan Ramadan juga secara rutin dilaksanakan setiap hari menjelang waktu berbuka yang dimulai sekitar pukul 16.30. “Istighotsah yang kami laksanakan sebagai kegiatan rutin pada intinya untuk membentuk akhlaqul karimah yang dilatar belakangi keikhlasan, keridhoan dan mahabbah pada Allah swt,” tuturnya.

Dengan harapan mendapatkan berkah dari ibadah yang dilaksanakannya, puluhan pemuda sebagai ujung tombak Islam tersebut bertekad akan terus meningkatkan syiar Islam dan melakukan perlawanan terhadap pihak-pihak yang akan menghancurkan dan memecah belah umat Islam. “Dengan kejadian korban miras dalam jumlah yang sangat banyak, kami turut berduka dan prihatin atas nasib yang harus menimpa korban yang notabene asli pemuda Indramayu dan beragama Islam. Dari peristiwa tersebut kita bisa mengambil kesimpulan bahwa Islam telah dijajah melalui minuman haram, dan kami berharap barang haram tersebut sirna dari bumi Indramayu”, tandasnya. (tar)

sumber : Radar Indramayu

Senin, 15 September 2008

Ngabuburit Di Pantura, Bupati Yance Naik Becak

KERTASEMAYA—Bupati Indramayu H Irianto MS Syafiuddin bersama Hj Anna Sophana menyempatkan diri untuk ngabuburit bersama semua lapisan masyarakatnya di wilayah kecamatan Kertasemaya, Sabtu (13/9).

Dengan menaiki kendaraan roda tiga tenaga manual manusia (becak, red), Bupati Yance dan Ibu Anna berkeliling di pantura Kertasemaya untuk menyapa masyarakatnya yang diikuti ratusan becak yang juga dinaiki Setda Hj. Srie Indrawati serta para kepala SKPD kabupaten Indramayu.

Melewati jalur sepanjang 5 kilometer, rombongan mendapat sambutan hangat warga yang berbaris di sepanjang jalur pantura tersebut. Hal tersebut sangat menyita kendaraan lain yang saat itu melintasi jalur yang tiba-tiba menguning. Setelah menempuh rute yang ditetapkan, Bupati bersama rombongan mengakhiri perjalanannya di kantor camat Kertasemaya.

Kedatangan rombongan yang menggunakan becak disambut antusias warga dengan kemeriahan suasana dan tepuk tangan spontanitas warga, saat melihat figur orang nomor satu di jajaran Pemkab Indramayu bisa berbaur dan merasakan panas teriknya matahari yang rutin dirasakan warga lapisan bawah.

Bertempat di halaman kantor camat setempat, Bupati beserta rombongan melakukan dialog terbuka dengan dihadiri 247 ketua Rt/Rw, 357 tukang becak, 145 anak dari keluarga pra sejahtera serta ratusan warga yang sengaja datang untuk melihat sosok pemimpinnya.

Camat Kertasemaya Aan Kustiawan S.Sos dalam sambutannya mengatakan, sebanyak 400 anak didik sekolah dasar hingga menengah atas sebelumnya telah mendapatkan bantuan pendidikan yang sumber dananya berasal dari hasil zakat profesi di lingkungan pemerintah kecamatan berupa perlengkapan sekolah. “Kami sangat bersyukur dapat mengumpulkan dana zakat profesi, yang selanjutnya kami mengaplikasikannya untuk bantuan pelaksanaan pendidikan terhadap murid dan siswa kurang mampu. Sehingga dengan bantuan yang kami berikan dapat dimanfaatkan sebaik-baiknya untuk kemajuan pendidikan di Kertasemaya dan Indramayu umumnya”, ujarnya.

Sedangkan ratusan paket sembako yang dibagikan langsung oleh Bupati Yance, diterima seutuhnya oleh penerimanya yakni para tukang becak di wilayah kecamatan kertasemaya. Juga bantuan pendidikan bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu yang mengharapkan mendapat pendidikan yang layak. “Kami sangat berharap, bahwa pembangunan di Indramayu harus terus dilanjutkan yang tujuan utamanya untuk memberikan kesejahteraan dan kemakmuran rakyat. Sehingga jangan mudah terbawa arus yang dapat menjerumuskan rakyat menjadi sengsara. Untuk itu, bagi masyarakat apabila menginginkan pembangunan tetap berlanjut, maka harus sepenuh hati mendukung suksesnya Pemilu pada April 2009 nanti”, tegasnya.

Jadi, menurut Yance, kemakmuran dan kesejahteraan masyarakat Indramayu yang selalu dinomor satukan, selayaknya bagi warga harus turut andil untuk dapat memenangkan partai Golkar. (tar)

sumber : Radar Indramayu

Jumat, 12 September 2008

Otok-Otok Hanguskan Rumah, Pantura Macet 10 km

WIDASARI—Saat ba’da Ashar yang dimanfaatkan warga muslim untuk ngabuburit menunggu tibanya waktu berbuka, di desa Kongsijaya kecamatan Widasari saat ngabuburit warga diisi dengan peristiwa memilukan dengan terbakarnya sebuah rumah warga tanpa ada sisa sedikitpun, Jum’at (12/9).

Berdasarkan informasi yang dihimpun Radar di lokasi, peristiwa kebakaran yang menghanguskan rumah pasangan suami istri Sayidi (47) dan Yati (35) yang terletak di Rt. 03/02 desa Kongsijaya. Menurut keterangan beberapa sumber, munculnya api berasal dari teras rumah korban persis di depan pintu masuk. Dan di teras rumah korban tersebut terdapat sebuah toko kelontong disebelah kanan dan wartel di sebelah kirinya, yang keduanya merupakan lahan pekerjaan korban.

Munculnya api pertama kali diduga berasal dari percikan api sebuah mainan anak-anak, mainan berupa otok-otok (perahu kecil terbuat dari seng yang pengoperasiannya menggunakan nyala api agar dapat berjalan mengelilingi baskom berisi air, red) yang dimainkan anak korban yakni Dedi (9) dan Nuraeni (6). Namun, entah apa penyebabnya sekitar pukul 16.00 wib mainan yang sedang menjadi hiburan itu tiba-tiba api kecil yang dimanfaatkan anak-anak langsung menyambar seisi ruangan yang konon disekitar tempat anak-anak bermain tersebut terdapat sejenis bahan bakar bensin.

Kobaran apipun semakin membesar dan merembet ke bagian rumah lainnya hingga membesar dan sulit dipadamkan, padahal beberapa warga sekitar yang mengetahui awal kejadian tersebut berupaya untuk dapat memadamkannya dengan alat dan air seadanya. Tapi usaha warga ternyata sia-sia dan api terus mengamuk seakan tanpa ampun kepada yang mempermainkannya.

Hingga akhirnya api dapat segera dijinakkan dengan tibanya 4 unit kendaraan dari dinas pemadam kebakaran kabupaten Indramayu yang dikerahkan untuk menundukkan jilatan api tersebut, bahkan beberapa kendaraan pemadam sempat kehabisan stok air dan segera melakukan pengisian di sumber air terdekat. Tapi, ganasnya api tetap membakar ludes rumah seisinya sampai akhirnya tak ada lagi sumber api hingga hamper tibanya waktu maghrib. “Awalnya kami berusaha memadamkan api hanya menggunakan air dan alat seadanya saja, bahkan kerikil yang ada di bahu jalan menjadi sasaran untuk melakukan pemadaman. Tapi apinya terus membesar, kami kewalahan sekali”, ujar warga setempat Asep (40) saat ditanya Radar, kemarin di lokasi.

Pantauan Radar saat api padam, seisi rumah sudah berubah warna menjadi hitam dan gosong. Korban Sayidi diketahui yakni sebagai pegawai di dinas PU Bina Marga kabupaten Indramayu.

Letak rumah korban yang berada di pinggir jalur Pantura Widasari tersebut, sempat memacetkan arus lalu lintas dari arah Jakarta tujuan Cirebon hingga sepanjang 10 kilometer.

Dalam peristiwa tersebut tidak ada korban jiwa, hanya saja pemilik rumah Sayidi mengalami luka serius di bagian tangan kanan. Luka yang ditimbulkan karena korban berusaha memecahkan kaca untuk segera menyelamatkan sebuah sepeda motor dan surat penting.

Hingga berita ini ditulis, kerugian dalam peristiwa kebakaran yang secepat kilat menghanguskan rumah seisinya belum dapat dipastikan nominalnya. Sedangkan dari hasil olah TKP Satreskrim Polres Indramayu, di titik awal terjadinya kebakaran ditemukan sebuah baskom air, lampu cempor, korek api kayu dan perahu mainan otok-otok dan selanjutnya diamankan untuk dilakukan penyidikan lebih lanjut. (tar)

sumber : Radar Indramayu

Kamis, 11 September 2008

Tabrakan Beruntun Hantam Rumah Warga

KERTASEMAYA—Insiden kecelakaan lalu lintas di jalur pantura Indramayu kian beragam, dari tabrakan antar kendaraan, kecelakaan tunggal hingga tabrakan beruntun.

Berdasarkan informasi yang dihimpun koran ini, tragedi kecelakaan tabrakan beruntun yang terjadi Kamis (11/9) dini hari sekitar pukul 01.30 wib, yakni antara truk Hino nopol B-9095-GS dengan truk Nissan fuso nopol W-9510-B di jalan raya pantura Indramayu desa Tulungagung Kertasemaya.

Peristiwa yang menghancurkan sebuah rumah warga yang letaknya di samping pasar Kertasemaya tersebut, yakni milik Maurits (60) dengan nomor rumah 169 wilayah Rt.20/05. Kejadiannya berawal ketika truk Hino yang bermuatan selang kabel berukuran besar tersebut mengalami gangguan mesin alias mogok, truk Hino yang ditinggal pergi sopir dan keneknya makan di sebuah warung di sekitar TKP itu hanya diberi tanda dengan sebuah ban bekas di belakang mobilnya.

Beberapa saat sebelum kejadian, sebuah sedan kemudian disusul sebuah sepeda motor hampir saja menghantam bagian belakang truk mogok yang terparkir di badan jalan jalur Cirebon ke arah Jakarta . Namun, naas bagi Arifin (33) warga Jombang Jawa Timur bersama keneknya dengan mobil yang dikemudikannya Nissan fuso dengan muatan batu kapur, mendadak dikejutkan dengan truk mogok di depannya. Tanpa ada celah untuk menghindar dan mengendalikan kendaraannya, akhirnya dengan sangat keras langsung menghantam bagian belakang truk Hino hingga terdorong dan menghantam rumah warga yang diketahui digunakan sebagai tempat konveksi dan salon PD Wahyu Kertasemaya.

Akibat dari hantaman keras tadi, mengakibatkan rumah warga tersebut rusak berat dan kondisinya sangat mengkhawatirkan jika evakuasi kendaraan dilakukan dengan tidak hati-hati. Selain rumah rusak, mobil Daihatsu esspas nopol D-1667-VE milik penghuni rumah tersebut turut menjadi sasaran hantaman kedua truk tersebut. "Waktu kejadian saya lagi tidur di kamar, tiba-tiba ada suara benturan yang sangat keras dan mengguncang seisi rumah. setelah saya lihat keluar ternyata kondisinya sudah begini", tutur menantu Maurits, Armen Tanjung (42) kepada Radar, kemarin di lokasi.

Peristiwa tersebut mengakibatkan kendaraan lain yang menggunakan lajur arah Jakarta terhambat serta harus berjalan merayap, dengan tidak menimbulkan korban jiwa baik pengemudi maupun penghuni rumah tersebut. Hanya saja, Arifin harus menjalani perawatan intensif tim medis Puskesmas Kertasemaya yang selanjutnya di rujuk ke RSI Zam Zam Jatibarang.

Sementara itu, petugas lantas Polres Indramayu dan Polsek Kertasemaya disibukkan dengan mengatur kendaraan, karena pada saat itu lokasi TKP yang tepat di samping pasar sedang ada gelaran pasar tumpah Kemisan yang pedagang dan kendaraan parkirnya menggunakan sebagian badan jalan. (tar)

sumber : Radar Indramayu

Kelabui Polisi, Ratusan Botol Miras Disimpan Dalam Mobil

JATIBARANG—Upaya kepolisian untuk memerangi peredaran serta penggunaan minuman keras, terus dilakukan dengan menggiatkan razia yang dilaksanakan secara rutin. Namun, bagi pebisnisnya, razia yang kerap dilakukan petugas kepolisian terus mendapat perhatian serius agar bisnis yang dilakukannya tetap dapat berjalan dengan meraup keuntungan berlipat ganda.

Hal tersebut, bagi polisi tetap menjadi sasaran dalam memberantas peredaran miras yang dapat menimbulkan kerugian fatal bagi pengguna maupun orang lain di sekitarnya. Karena, penggunaan miras dapat menimbulkan hilangnya kesadaran seseorang, sehingga sangat rentan sekali terhadap gangguan kamtibmas.

Jajaran Polres Indramayu Rabu (10/9) malam menggerebek sebuah gudang minuman keras yang berada di desa Bulak Jatibarang. Sedangkan petugas Polsektif Jatibarang yang dipimpin Kapolsektif AKP Sumari SH dalam razia yang dilakukan usai shalat tarawih, di sebuah gudang milik warga desa Jatibarang tidak menemukan satu botolpun yang berisi miras. Hanya saja, menurut Sumari, di tempat yang sudah menjadi target operasi tersebut hanya kedapatan ratusan aneka botol miras tak berisi alias kosong (bekas, red).

Nampaknya upaya yang dilakukan petugas tidak hanya sampai disitu, dengan munculnya kecurigaan di benak petugas, sekitar pukul 21.45 wib sebuah kendaraan roda empat jenis Toyota kijang warna merah nopol B-2398-TM terparkir di sebuah pekarangan yang berada di belakang rumah warga di areal Sub Terminal Jatibarang. Setelah dilakukan pemeriksaan oleh petugas, ternyata mobil yang diparkir di tempat gelap tersebut berisi ratusan botol miras aneka jenis. Dengan sigap polisipun langsung mengamankan barang bukti (BB) dan segera melacak pemilik kendaraan dan isinya tersebut.

Hingga akhirnya, petugas Polsektif Jatibarang menemukan titik terang tentang kepemilikan dua jenis BB tersebut. “Setelah kami melakukan pelacakan, ternyata dua jenis BB tersebut milik pemilik took sekaligus gudang yang berada di jalan Letnan Joni Rt.16/04 Jatibarang Baru, dengan tersangka pemilik nama Maman S (47). Barang bukti yang kini kami amankan yakni satu unit mobil kijang dan 600 botol miras berbagai merek”, ungkap Sumari kepada Radar, kemarin usai Giat Ops Pekat Lodaya 2008.

Sementara itu, puluhan botol miras aneka merek juga berhasil disita petugas dari pemiliknya Saulina Sitompul (38) warga Pilangsari Jatibarang.

Untuk itu, Sumari menghimbau kepada masyarakat untuk tidak mengkonsumsi maupun menjual barang jenis miras yang nyata-nyata berbahaya dan dapat merusak generasi penerus yang sangat dibutuhkan bangsa, negara dan agama untuk kemajuan pembangunan di masa depan. “Kami akan tetap berupaya memerangi peredaran miras, dan bukan hanya saja penjualnya tapi juga warga yang mengkonsumsinya tetap akan kami tindak dengan tegas”, tandas Sumari. (tar)

sumber : Radar Indramayu

Rabu, 10 September 2008

Bantuan Pendidikan Bupati Yance

JATIBARANG—Pemerintah kabupaten Indramayu dalam rangka meningkatkan pendidikan masyarakatnya, terus berupaya dengan beragam program dan financial pendukungnya.

Dalam menyikapinya, pemkab mengulurkan dana bantuan pendidikan berupa beasiswa klaim asuransi pendidikan tahun 2008 senilai Rp. 62,9 juta yang diserahkan oleh masing-masing kecamatan dengan jumlah seluruh peserta penerimanya sebanyak 629 peserta se kabupaten Indramayu.

Pemerintah kecamatan Jatibarang, Rabu (10/9) secara langsung menyerahkan dana bantuan pendidikan beasiswa klaim asuransi 2008 kepada 25 peserta, yang terdiri dari murid sekolah dasar yang termasuk keluarga pra sejahtera. Bertempat di kantor kecamatan, Camat Jatibarang Dudung Indra Ariska,SH.MH menyerahkan dana tersebut yang masing-masing nominal diterima pesertanya senilai Rp. 100 ribu.

Menurut Dudung, dana tersebut merupakan bantuan dana pendidikan bagi masyarakat umumnya dan bagi masyarakat pra sejahtera khususnya, sehingga program pendidikan dasar 9 tahun dapat berjalan dengan sukses. “Dana beasiswa asuransi pendidikan itu adalah program akta kelahiran gratis berasuransi bagi anak-anak di kabupaten Indramayu dari keluarga pra sejahtera, dan dana yang digulirkan pemkab agar dapat digunakan untuk keperluan pendidikan”, terangnya kepada Radar, kemarin di ruangannya.

Dikatakannya, hal tersebut merupakan keberpihakan Bupati Yance yang memproteksi sejak dini dalam memperhatikan pendidikan masyarakatnya, sehingga Yance berharap warga yang usianya termasuk dalam kategori usia sekolah dalam setiap jam belajar tidak ada yang berada di tempat lain kecuali sekolah. “Kalau sudah putus sekolah, maka yang dikhawatirkan akan terjadinya warga yang berstatus pengangguran dan akan sangat mudah dimanfaatkan oleh pihak yang berkepentingan, yang tidak memikirkan kesejahteraan. Apalagi sampai ada yang dimanfaatkan sebagai pengemis atau anak jalanan (anjal)”, ujarnya.

Sementara itu, demi tercapainya Indramayu Remaja pemerintah kecamatan dan kabupaten sangat tidak menginginkan adanya informasi terjadinya pernikahan dini, apalagi usianya masih baru lulus sekolah dasar. “Kalau ada anak yang disekolah berprestasi, maka yang bersangkutan akan mendapat perhatian sepenuhnya dari Bupati Yance dengan diberikannya beasiswa pendidikan hingga perguruan tinggi. Bahkan beberapa diantaranya sudah ada yang mengikuti sekolah di Jepang, dan kebanyakan dari mereka yang mendapatkan kesempatan sekolah ke tingkat yang lebih tinggi berasal dari keluarga pra sejahtera”, tandasnya. (tar)

sumber : Radar Indramayu

Ratusan Ribu Petasan Ditinggal Kabur Pemiliknya

BB Dibuang Di Jalur Pantura, Pemiliknya Pilih Kabur Saat Kejar-kejaran Dengan Polisi Di Pantura Widasari

WIDASARI—Adanya himbauan dan larangan untuk menjual belikan dan menggunakan petasan, bagi sebagian orang masih dijadikan kesempatan untuk mendapatkan penghasilan tambahan yang nominalnya sangat menggiurkan. Namun, petugaspun tidak tinggal diam dan terus melakukan tindakan tegas terhadap pemilik barang berbahaya tersebut.

Jajaran Polres Indramayu melalui Polsek Widasari kembali berhasil menggagalkan pendistribusian ribuan petasan, Senin (8/9) di jalan raya pantura Widasari. Penyitaan bahan peledak jenis petasan tersebut berawal saat Giat Patroli yang dilakukan Polsek Widasari dipimpin langsung Kapolsek AKP Bendi Ujianto yang menyisir jalur pantura di wilayahnya. Namun, sekitar pukul 13.00 ketika petugas hampir tiba di simpang tiga Widasari, tiba-tiba muncul sepeda motor jenis bebek yang membawa karung warna putih berukuran besar dari Jatibarang menuju arah Cirebon.

Kecurigaan pun timbul di benak petugas yang penasaran akan kebenaran jenis barang yang dibawa pengemudi motor. Dengan sigap polisi segera menghampiri motor tersebut untuk dapat diberhentikan, tapi sontak saja pengemudinya memilih untuk tarik gas sekuat-kuatnya. Kejar-kejaran antara petugas dan pengemudi motor pun tak dapat dihindarkan, di tengah perjalanan si pengemudi misterius itu ternyata menemukan sedikit ruang untuk mengambil putar arah. Sehingga polisi yang menggunakan mobil langsung terhambat pengejarannya, tapi dengan segera polisi mencari ruang putar arah untuk mobil dan kembali mengejar motor ke arah barat yang menuju desa Kongsijaya.

Sesampainya di persimpangan Kongsijaya, si pengemudi kembali mengecoh petugas dengan kembali mengambil jalur awal, polisipun terus mengejar tersangka yang diduga membawa barang terlarang. Hingga akhirnya, demi keselamatan dirinya, si pengemudi memilih membuang barang yang dibawanya dan secepat kilat melarikan diri ke arah jalan raya Jimpret yang menuju wilayah kecamatan Lelea. “Pengejaran yang kami lakukan sangat maksimal, tapi pengemudi motornya sangat menguasai wilayah hingga jalan tikus yang bisa menyelamatkannya dari pengejaran yang kami lakukan. Dan karung besar yang di bawa pengemudi motor setelah diperiksa, ternyata berisi 110 ribu butir petasan jenis korek api”, ungkap Bendi kepada Radar, Senin (8/9) di ruangannya.

Dikatakannya, dalam aksi kejar-kejaran yang terjadi di jalan raya pantura Widasari sangat menyita perhatian warga di sepanjang jalan tersebut. Dan kejadian itu, harapnya, dapat menjadi renungan pada diri warga yang secara langsung mengetahui aksi pengejaran kepada orang yang melakukan tindak pelanggaran hukum. “Walaupun sempat menjadi tontonan warga, tapi kami yakin peristiwa itu akan menjadi pelajaran bagi warga untuk tidak melakukan tindak pelanggaran hukum”, harapnya. (tar)

sumber : Radar Indramayu

Senin, 08 September 2008

Tabrakan Beruntun


Tabrakan Beruntun Sopir Tergencet 5 Jam

JATIBARANG—Tragedi kecelakaan lalu lintas terjadi di jalur pantura desa Pilangsari Jatibarang, Rabu (27/8) dini hari sekitar pukul 02.00 wib.

Berdasarkan keterangan yang dihimpun Radar di lokasi, tabrakan beruntun yang terjadi melibatkan tiga kendaraan yang salah satunya melarikan diri. Dua diantaranya, bus PO Sindoro Satriamas nopol H 1537 AG dan bus PO Gajah Mulia Sejahtera (GMS) nopol AD 1548 BG.

Beberapa sumber mengatakan, awal terjadinya peristiwa tersebut saat bus Sindoro Satriamas yang dikemudikan Sri Haryanto (40) warga Salatiga Jawa Tengah akan menyalip dari sebelah kiri sebuah kendaraan jenis truk gandengan, namun tidak diketahui penyebabnya truk tersebut secara mendadak melakukan pengereman dengan posisi masih berada di tengah jalur serta tidak dilengkapi lampu kendaraan di bagian belakangnya. Sehingga usaha Sri untuk membuang kemudinya kearah kiri masih tetap tidak membuahkan hasil, yang akhirnya bagian depan bus tersebut menabrak keras bagian belakang truk.

Tidak hanya itu, ternyata berada dibelakangnya sebuah bus GMS yang juga kontan kaget karena kendaraan yang berada di depannya langsung menghalangi jalur. Kedua bus dengan tujuan Jakarta tersebut mengalami kerusakan dibagian depan dan belakangnya.

Pantauan Radar, di sekitar TKP tampak berserakan batubara yang diduga barang muatan yang diangkut truk gandengan yang melarikan diri dari TKP.

Polisi bersama warga pun berupaya untuk dapat mengeluarkan Sri dari himpitan dasbor mobil yang menggencet tubuhnya. Karena peralatan yang ada sangat terbatas, korban sangat sulit untuk dapat segera dievakuasi. Dengan sigap polisipun melakukan panggilan darurat kepada derek kendaraan untuk dapat menarik besi dasbor yang hampir menewaskan korban.

Tapi sangat disayangkan, menunggu dan menunggu kedatangan derek tak juga kunjung datang. Dan akhirnya pada pukul 06.30 wib, terpaksa memanggil ahli las untuk mengevakuasi korban. Setelah dapat dikeluarkan, korban segera dilarikan ke RSI Zam Zam Jatibarang guna penanganan tim medis. Korban lainnya yang mendapat pertolongan tim medis berjumlah 4 orang penumpang bus Sindoro Satriamas yakni, Sri Suminah (28) warga Anjatan kecamatan Patrol, Slamet Priyo (73) asal Tegalmulyo Projo Tawangsari Jateng, Suyatno (37) dan Budi (30) warga Gentanbulu Sukoharjo Jateng. “Mobil yang saya naiki kan mau ambil kiri, tiba-tiba gandengan yang ga pake lampu belakang langsung ngerem dengan posisi di tengah jalur. Saya ga jelas di depan gandengan itu ada apa ko’ secara ngeremnya mendadak gitu”, kata Slamet saat ditanya Radar, kemarin di ruang UGD RSI Zam Zam Jatibarang.

Sementara itu, kedua bus yang menghalangi jalur ke arah Jakarta mengalami kemacetan hingga 5 kilometer, dan kendaraan yang berada di jalur ke arah Cirebon terpaksa harus berjalan merayap karena jalurnya harus dibagi dua untuk mengurangi kemacetan di jalur Cirebon – Jakarta. Bahkan, polisi terpaksa melakukan pembagian arus dari arah Jakarta dibuang ke arah Karangampel melalui simpang tiga Pilangsari Jatibarang. (tar)


sumber : Radar Indramayu

Minggu, 07 September 2008

PKL Biang Macet

PKL Membandel, Lapak Dibongkar Paksa

JATIBARANG—Toleransi yang diberikan Muspika Jatibarang terhadap para pedagang kaki lima (PKL) di sepanjang jalan Mayor Dasuki Rabu (3/9) kemarin, yang dilaksanakan melalui sosialisasi penertiban pasar tumpah kepada semua pedagang untuk tidak berjualan di sepanjang jalur rawan macet tersebut.

Namun, pantauan Radar pada Minggu (7/9), masih ada beberapa pedagang yang tidak mengindahkan adanya sosialisasi penertiban dengan tetap membandel membuka lapak dagangannya di atas bahu jalan. Sehingga petugas gabungan yang dipimpin langsung Kapolsektif AKP Sumari SH dan Danramil Kapten (Inf) Gatot Teguh sesuai dengan ketegasannya dalam sosialisasi kemarin langsung melakukan penertiban dengan tidak adanya toleransi yang kedua.

Untuk tetap terciptanya Jatibarang terhindar dari kesemrawutan yang ditimbulkan adanya pasar tumpah, petugas yang terdiri dari Sat Pol PP kecamatan, petugas Polsektif setempat serta petugas Koramil Jatibarang, terus berjaga-jaga di sepanjang jalur tersebut. Pasalnya, langkah penertiban yang sudah dilakukan sejak pagi buta itu akan sia-sia dan dipastikan pedagang akan kembali membuka lapaknya jika petugas tidak standby dilokasi.

Sementara itu, petugas juga tidak hanya menertibkan kesemrawutan pasar tumpah, kendaraan yang diparkir disepanjang jalur tersebut sekaligus ditertibkan dengan tujuan untuk lebih menjaga keamanan, ketertiban serta kelancaran lalu lintas (kamtibcarlantas). “Yang kita lakukan pertama kali adalah menertibkan pedagang pasar tumpah yang membuka lapak di sepanjang bahu jalan untuk tidak berjualan di tempat tersebut, dan selanjutnya sasarannya penertiban kendaraan parkir”, papar Sumari didampingi Gatot kepada Radar, kemarin di lokasi.

Dikatakannya, dengan dapat dipindahkannya PKL pasar tumpah tersebut diharapkan akan memberikan dampak positif terhadap kamtibcarlantas. “Kami sangat mengharapkan kesadaran para pedagang untuk bersama-sama menjaga situasi kondusif di Jatibarang, karena bahu jalan bukan tempat untuk berjualan”, ujarnya.

Selain itu, dengan membuka lapak dagangan di pinggir jalan bahkan ada yang menggunakan sebagian badan jalan, sehingga bahaya yang mengancam bukan saja mengintai pribadi pedagang tapi juga terhadap keselamatan para pengunjungnya.(tar)

sumber : Radar Indramayu

Kamis, 04 September 2008

TKW Tewas


TKW Jambe Tewas Di Kuwait

KERTASEMAYA—Kediaman Hj.Barinah (65) yang sudah beberapa tahun silam ditinggal suaminya H.Sali (alm) yang terletak di Blok Tangsi Rt.05/02 desa Jambe kecamatan Kertasemaya, Selasa (2/9) malam tampak ramai dikunjungi warga setempat.

Diketahui koran ini, warga yang terus berdatangan ke rumah tersebut tidak lain untuk menyambut kedatangan jenazah TKW Sri Rahayu (35) yang dikabarkan tewas di negara Kuwait pada 27 Juli lalu.

Pantauan Radar, kerumunan warga yang berada didalam maupun diluar rumah duka tampak gelisah menanti kedatangan jenazah, persiapanpun dilakukan sedemikian rupa. Bahkan, lubang kubur sudah digali dan selesai dipersiapkan keluarga bersama warga setempat di tempat pemakaman umum (TPU) desa setempat. Ibu korban, Hj.Barinah masih terlihat tegar menunggu tibanya putri kesayangannya.

Setelah menunggu beberapa jam, tepat pukul 23.25 wib kendaraan jenis ambulan milik RS Syahid Al-Irsyad Al-Islamiyyah Haurgeulis Indramayu nopol E 8910 PH tiba di rumah duka dan disambut jerit tangis keluarga dan kerabat korban.

Menurut Hj.Barinah, putrinya yang bekerja sebagai TKW di Kuwait diberangkatkan oleh PJTKI di Jakarta yakni PT Kurnia Sumberduta Sejahtera dua tahun silam. Dalam perbincangannya antara ibu dan anak tersebut beberapa waktu lalu melalui sambungan telepon, Sri pernah sakit dan harus dilakukan operasi sebanyak 2 kali karena menderita kanker payudara di sebuah rumah sakit di Kuwait. Bahkan, almarhumah juga berpesan, jika suatu saat nyawanya dicabut yang maha kuasa, maka keluarga jangan pernah menyalahkan siapapun. “Sri sakit di Kuwait dan menjalani operasi dua kali, dan barangkali peristiwa ini sudah menjadi kodrat dan takdir-Nya saya rela dan ikhlas”, kata Barinah saat ditanya Radar, kemarin sesaat sebelum jenazah datang.

Jenazah Sri yang tiba dengan terbungkus peti mati setelah beberapa saat disemayamkan, selesai dishalatkan dan langsung dimakamkan di TPU desa setempat. (tar)


sumber : Radar Indramayu

Penertiban Pasar Tumpah

Pasar Tumpah Jatibarang Mulai Ditertibkan

*) Persiapan Kepolisian dan Muspika Dalam Mengantisipasi Arus Mudik

JATIBARANG—Jajaran Kepolisian Resort Indramayu dan Polsektif Jatibarang bersama muspika setempat, bersama-sama melakukan penertiban pasar tumpah di jalan Mayor Dasuki Jatibarang.

Jalan Mayor Dasuki (Maydas) hingga kini kondisinya semakin memprihatinkan, terutama pada hari pasaran yakni Rabu dan Minggu. Di dua hari setiap minggunya tersebut, terdapat pasar tumpah yang keberadaannya masih belum dikondisikan. Bertambahnya pedagang pakaian mengakibatkan lapak-lapak yang dibuka memadati bahu jalan disepanjang jalan Maydas, bahkan tidak sedikit pula yang menggunakan sebagian badan jalan.

Selain itu, kendaraan umum yang dalam mengambil penumpang tidak memprioritaskan kelancaran arus lalu lintas, dan para tukang becak yang mangkalpun memadati badan jalan. Sehingga yang terjadi setiap hari pasaran adalah kesemrawutan dan kemacetan di sepanjang jalan Maydas. Minimnya kesadaran pengguna jalan juga sering menimbulkan keributan kecil dengan pengguna jalan lainnya.

Kapolres Indramayu AKBP Syamsudin Djanieb melalui Kapolsektif Jatibarang AKP Sumari,SH dan KBO Lantas Polres Indramayu Iptu Heriyadi,SH bersama Camat Jatibarang Dudung Indra Ariska,SH.MH yang didampingi masing-masing anggotanya, Rabu (3/9) melakukan penertiban terhadap para pedagang pasar tumpah di sepanjang jalan Maydas dengan melakukan langkah penertiban serta sosialisasi kepada para pedagang kaki lima demi terciptanya keamanan, ketertiban dan kelancaran lalulintas (kamtibcarlantas).

Adanya pasar tumpah tersebut, timbul anggapan bahwa pasar sandang Tegalgubug Cirebon beralih ke Jatibarang dengan menimbulkan rusaknya pemandangan dan rentan terjadinya gangguan kamtibmas. “Aksi kriminal yang timbul bisa bentuknya pencopetan, penjambretan dan tindakan lainnya yang dapat merugikan orang lain”, kata Sumari kepada Radar, Rabu (3/9) disela-sela penertiban.

Menurutnya, langkah tersebut sebagai antisipasi menghadapi arus mudik menjelang lebaran, dan menghindari terjadinya gangguan kamtibmas yang dapat merugikan pengguna jalan yang melalui jalur tersebut.

Sementara itu, jajaran Polsektif Jatibarang masih terus melakukan penyelidikan terhadap adanya praktek penyimpangan di pasar tumpah yang selama ini menimbulkan gangguan kamtibmas. “Kami masih terus menyelidiki, dan apabila ditemukan ada penyimpangan dalam pengadaan pasar tumpah kami akan menindaklanjutinya secara tegas serta melalui proses hukum”, tegas Sumari didampingi Kanit Reskrim Ipda Ahmad Nasori.

Sedangkan menurut Camat Jatibarang, penertiban pasar tumpah yang dilakukan bersama-sama jajaran kepolisian tersebut sebagai permulaan dengan mensosialisasikannya kepada para pedagang. “Jalan yang merupakan sarana publik dimanfaatkan para pedagang untuk lapak berjualan, dan hal itu sangat mengganggu kamtibmas serta mengundang dengan sangat mudahnya terjadinya tindakan kriminal”, terang Dudung.

Penertiban yang dilaksanakan kemarin, bagi para pedagang pasar tumpah masih diberikan toleransi. Namun, apabila masih terjadi hal serupa pada Minggu (7/9) depan, maka pihak kepolisian dan muspika akan melakukan penertiban kembali. “Hari ini kami masih memberikan tenggang terhadap para pedagang, tapi apa yang kami sampaikan pada saat sosialisasi tadi dan tidak ditanggapi dengan mengulang kembali membuka lapak-lapak kaki lima kami akan dengan tegas menertibkannya”, tandas Sumari yang diamini Dudung, kemarin. (tar)

sumber : Radar Indramayu

Selasa, 02 September 2008

Ratusan Ribu Petasan Disita


600 Ribu Butir Petasan Disita Polisi

*) Digagalkan saat hendak dikirim ke Tasikmalaya

JATIBARANG—Jajaran Kepolisian Resort Indramayu melalui Polsektif Jatibarang kembali berhasil menggagalkan pengiriman ratusan ribu petasan. Kali ini petugas juga berhasil mengamankan 2 tersangka dan kendaraan yang digunakan untuk mengangkut bahan peledak tersebut.

Niat dua tersangka, Opik Taufik Nurdiwan (22) berstatus mahasiswa warga desa Cibeti Kawalu Tasikmalaya dan Asep Fauzi (42) asal desa Cilembang Cihideng Tasikmalaya untuk dapat meraup keuntungan berlipat ganda dengan berbisnis petasan, pupus sudah setelah petugas Reskrim Polsektif Jatibarang berhasil menggagalkannya.

Dengan menggunakan kendaraan pengangkut jenis Suzuki Carry Pick Up warna hitam nopol B 9945 JI, kedua tersangka mengangkut petasan sebanyak 600 ribu butir dari desa Lobener Jatibarang yang akan dikirim ke Tasikmalaya. Namun, saat memasuki jalan Mayor Dasuki Jatibarang sekitar pukul 01.00, Selasa (2/9) dini hari, naas bagi keduanya ketika petugas mencurigai isi muatan yang diangkutnya.

Setelah dilakukan pemeriksaan oleh petugas, ternyata barang muatannya berupa petasan jenis korek api yang dikemas menggunakan karung dan kantong semen. Dan Untuk pemeriksaan lebih lanjut, untuk mempertanggung jawabkannya kedua tersangka dan barang bukti (BB) akhirnya digelandang ke Mapolsektif Jatibarang.

Kapolsektif Jatibarang AKP Sumari,SH saat dikonfirmasi membenarkan adanya penangkapan terhadap kedua tersangka dengan BB berupa petasan dan mobil yang digunakan untuk mengangkutnya. “Tersangka kami periksa dengan BB berupa 600 ribu petasan yang diangkut menggunakan mobil Suzuki Carry, dan untuk mempertanggung jawabkan perbuatannya kasusnya dilimpahkan ke Mapolres Indramayu”, ungkap Sumari kepada Radar, kemarin di kantornya.

Ditegaskannya, hasil kegiatan operasi lodaya 2008 Mapolsektif Jatibarang akan lebih ditingkatkan lagi, mengingat Jatibarang sebagai jalur utama perdagangan antar provinsi. “Kami akan berupaya untuk terus meningkatkan giat ops sesuai atensi Kapolda Jabar, dan menindak dengan tegas para pelaku kejahatan yang keberadaannya mengganggu kamtibmas yang efeknya meresahkan masyarakat”, tandasnya. (tar)


sumber : Radar Indramayu

Pembunuhan Sadis

Tewas Dibacok Mantan Suami

*) Dua Kali Kawin Cerai, Ditolak Minta Rujuk Kembali

SUKAGUMIWANG—Aksi yang dilakukan Romeo dalam kisah film Romeo dan Juliet memang menyita perhatian penontonnya, sedangkan yang dilakukan pelaku terhadap mantan istrinya kemarin apakah meniru adegan film tersebut?

Mukidi (32) warga blok Boros desa Gunungsari kecamatan Sukagumiwang tega menghabisi nyawa wanita yang pernah dinikahinya sebanyak dua kali. Anisah (30), yang masih satu desa tewas mengenaskan dengan luka bacok di bagian kepala, leher, punggung dan kaki.

Keterangan yang dihimpun Radar di Tempat Kejadian Perkara (TKP), kejadiannya Sabtu (30/8) sekitar pukul 19.30, berawal saat Anisah sedang duduk di depan warung milik orang tuanya Kasan (50) yang terletak di desa setempat Rt.01/04. Seketika datang Mukidi secara tiba-tiba dan langsung mengayunkan golok yang sengaja dibawanya dari rumah berulang kali ke tubuh Anisah. Korbanpun langsung terkapar tak berdaya menerima hujaman senjata tajam pelaku hingga dilarikan ke RSUD Arjawinangun Cirebon. “Saat kejadian saya lagi ngobrol sama tamu di dalam, tiba-tiba ada suara teriakan orang minta tolong. Setelah saya lihat keluar ternyata anak saya tergeletak dengan banyak darah, dan Mukidi sedang berusaha menusukkan golok ke arah perutnya”, jelas Kasan kepada Radar, kemarin sambil menunjukkan tempat jatuhnya Anisah.

Setelah dilakukan pertolongan medis di RSUD Arjawinangun, ternyata nyawa korban tidak dapat tertolong karena beberapa luka bacok sangat parah dalam jumlah banyak. Dan Mukidi yang berusaha bunuh diri setelah menghabisi nyawa korbannya dapat dihentikan warga, sehingga Mukidi yang nyawanya urung melayang sia-sia juga harus mendapat pertolongan tim medis. Tapi, berbeda dengan korbannya, Mukidi menjalani perawatan tim medis RS Bhayangkara Indramayu dengan tambahan borgol yang mengikat kedua tangannya.

Sumber di TKP mengatakan, Mukidi dan Anisah pernah melakukan pernikahan sebanyak dua kali dan pernikahan yang kedua dilakukan 2006 silam. Dari perkawinan pertamanya sekitar 12 tahun yang lalu, pasangan tersebut telah dikaruniai seorang anak yang kini duduk di bangku kelas 3 Sekolah Dasar (SD). Mukidi yang dikenal warga sekitar sebagai peminum minuman keras dan kerap melakukan perjudian, pada perceraiannya yang kedua berusaha untuk meminta rujuk kembali dengan mantan istrinya.

Namun karena ketidak senangan mantan istri dan keluarganya dengan sikap serta perilaku mabok dan judi pelaku, usahanya untuk dapat rujuk kembali tetap tidak menunjukkan hasil yang diharapkan. Sehingga pelaku nekad untuk melakukan aksi pembunuhan dan mencoba bunuh diri. Hal tersebut dilihat dari tulisan tangan pada selembar kertas yang bercambur noda darah, yang isinya menyebutkan “Mukidi – Anisah pegat paksa sampe dua kali, daripada pisah karo Anisah bagen mati suka mati loroane” yang artinya Mukidi – Anisah cerai paksa sampai dua kali, dari pada pisah dengan Anisah lebih baik mati harus mati dua-duanya.

Pada saat melakukan aksinya, pelaku menggunakan sebilah golok yang sengaja di bawanya dari rumah dan kedapatan membawa dua buku surat nikah atas nama Mukidi dan Anisah.

Setelah menjalani perawatan di RS Bhayangkara, pelaku digiring ke Mapolsek Kertasemaya guna dilakukan pemeriksaan dan korban tewas sekitar pukul 09.00 Minggu (31/8) pagi dimakamkan di Tempat Pemakaman Umum (TPU) desa setempat. (tar)

Sumber : Radar Indramayu