JATIBARANG - Akibat sebuah truk yang melakukan parkir asal-asalan, seorang pemuda yang dibonceng motor sekarat setelah tubuhnya menghantam pantat mobil yang dikendarai supir tidak mengerti rambu lalu lintas, Sabtu (3/1) sekitar pukul 10.30 di jalur pantura Pilangsari Jatibarang.
Berdasarkan keterangan yang diperoleh Radar, peristiwa tersebut bermula ketika sebuah sepeda motor Yanaha vega R nopol E 6073 RZ yang dikemudikan Agung (22) dengan membonceng Heriyanto (22) warga Desa Pilangsari Blok Como, melaju dari arah Cirebon menuju Jatibarang. Setelah melewati sebuah tikungan sekitar 100 meter, motor yang melaju berdampingan dengan sebuah kijang disisi kirinya mendadak dikejutkan oleh sebuah truk barang yang langsung melintang di tengah jalan. Informasinya, truk tersebut akan melakukan parkir di sebuah rumah makan yang juga dijadikan kantong parkir truk.
Namun, sebagian besar badan truk yang masih tersisa di jalur arah Jakarta menutup ruang gerak laju motor. Dan akibatnya, upaya maksimal pengemudi motor untuk menghindari badan truk tidak membuahkan hasil yang diinginkan, karena truk yang melintang melakukan pengereman mendadak masih menghantam tubuh pembonceng motor tersebut.
Hantaman keras tubuh korban menghempaskannya dari jok motor, dan pengemudinya kontan tidak bisa mengendalikan keseimbangan dan ikut tersungkur bersama kendaraannya.
Heriyanto yang terlempar ke sisi jalan langsung sekarat dan tidak sadarkan diri dengan darah yang terus mengucur dari lengan dan kepalanya, sedangkan Agung yang juga terpisah dari motornya mengalami luka dibeberapa bagian tubuhnya. Oleh warga, kedua korban segera dilarikan ke RSI Zam Zam Jatibarang. Di ruang UGD, Heriyanto dapat siuman setelah beberapa jam mendapat pertolongan tim medis.
"Mobil truknya warna oranye bawa muatan," kata Agung saat ditanya Radar, kemarin di ruang UGD.
Sementara itu, ciri-ciri truk yang disebutkan korban dikatakan seorang tukang parkir langsung mengambil arah Cirebon melarikan diri, padahal truk-truk yang parkir di tempat tersebut sudah menjadi langganan secara rutin. "Langsung muter dan kabur ke arah sana, ada yang warna oranye juga baru datang tadi," ucap Batak.
Sedangkan, pembuka median jalan yang sering digunakan truk dari arah Cirebon untuk parkir, sangat jelas terpampang rambu lalu lintas yang melarang kendaraan untuk memutar arah kecuali dari arah Jakarta. Sehingga secara otomatis, aturan lalu lintas yang ada menjadi tindak pelanggaran lalu lintas yang tidak terpantau aparat. Bahkan, sejumlah pengendara yang melintasi jalur tersebut kerap sekali terancam keselamatannya oleh hilir mudiknya kendaraan yang parkir asal-asalan. "Kenyamanan dan keselamatan pengguna jalan sangat sering terganggu, terkadang truk yang sudah menyalahi rambu menjadi prioritas tukang parkir ketimbang kendaraan yang sedang melaju di jalur lurus. Dan parkiran di tempat itu harus segera ditertibkan, keselamatan orang banyak harus diutamakan daripada kepentingan segelintir orang," pinta salah satu warga setempat Naswan. (tar)
sumber : Radar Indramayu

Tidak ada komentar:
Posting Komentar