Rabu, 28 Januari 2009

Polisi Gulung Calo Angkum



*) Sita Ratusan Botol Miras

JATIBARANG—Sedikitnya delapan calo angkutan umum (angkum) yang biasa mangkal di tempat pemberhentian angkum, Rabu (28/1) sekitar pukul 11.00 digiring jajaran Polsektif Jatibarang.

Dua titik pangkalan angkum yang dijadikan lokasi dalam aksi para preman tersebut, diantaranya simpang tiga Jatibarang (jalan Letnan Joni) dan simpang tiga pasar (jalan Ahmad Yani). Kedelapan preman yang berhasil digelandang, yakni Sur (47), Kas (37), War (33) dan Ant (27) warga Desa/Kecamatan Jatibarang. Lainnya, Suk (35) warga Desa Bulak Lor, War (50) dan Agu (24) warga Desa Jatibarang Baru serta Ery (39) warga Desa Bulak.

Aksi para preman yang kerap dilaporkan warga dengan ketidaknyamanan atas keberadaannya kepada aparat, menjadikan target operasi Polsektif Jatibarang dalam mengkikis habis preman untuk menciptakan situasi yang aman dan tertib. “Kondusifitas wilayah harus tetap terjaga dengan baik, dan setiap laporan warga yang kami terima akan ditindaklanjuti,” jelas Kapolsektif Jatibarang AKP Sumari SH didampingi Kanit Patroli Aiptu Khalil kepada Radar, kemarin.

Sementara itu, para preman yang berhasil digelandang ke Mapolsektif diperiksa satu persatu oleh petugas. Setelah itu, petugas memberikan pembinaan kepada para preman untuk tidak mengulangi lagi perbuatannya, dan jika terulang maka akan ditindak dengan tegas.

Sehingga, menurut Sumari, pemberantasan premanisme secara terus menerus diharapkan terwujud bentuk pelayanan dan pengayoman polisi kepada masyarakat yang lebih baik lagi. “Kami akan menciptakan peningkatan kondusifitas dengan terus melakukan operasi secara rutin,” tegasnya.

Sedangkan para preman mengeluhkan sempitnya lapangan kerja yang semestinya dapat menampung warga yang tidak memiliki pekerjaan. Dan diharapkan ada pihak yang memerhatikan posisi para preman untuk diakomodir sesuai kemampuan yang dimiliki. “Harusnya, kalau ga ingin ada preman pemerintah harus lebih peka untuk dapat menampung pengangguran untuk dapat memiliki pekerjaan,” keluh Suk alias Ego yang disusul dengan keluhan rekan-rekannya.

Selang beberapa saat, petugas berhasil mengamankan sebanyak 276 botol minuman keras berbagai merek. Barang bukti dan pemiliknya Kusmani (30) warga Desa Bulak Lor Jatibarang digelandang ke Mapolsektif guna pemeriksaan lebih lanjut. “Peredaran miras tetap harus dibumi hanguskan,” tandas Sumari. (tar)

sumber : Radar Indramayu

Tidak ada komentar:

Pembunuhan Sadis

Tewas Dibacok Mantan Suami

*) Dua Kali Kawin Cerai, Ditolak Minta Rujuk Kembali

SUKAGUMIWANG—Aksi yang dilakukan Romeo dalam kisah film Romeo dan Juliet memang menyita perhatian penontonnya, sedangkan yang dilakukan pelaku terhadap mantan istrinya kemarin apakah meniru adegan film tersebut?

Mukidi (32) warga blok Boros desa Gunungsari kecamatan Sukagumiwang tega menghabisi nyawa wanita yang pernah dinikahinya sebanyak dua kali. Anisah (30), yang masih satu desa tewas mengenaskan dengan luka bacok di bagian kepala, leher, punggung dan kaki.

Keterangan yang dihimpun Radar di Tempat Kejadian Perkara (TKP), kejadiannya Sabtu (30/8) sekitar pukul 19.30, berawal saat Anisah sedang duduk di depan warung milik orang tuanya Kasan (50) yang terletak di desa setempat Rt.01/04. Seketika datang Mukidi secara tiba-tiba dan langsung mengayunkan golok yang sengaja dibawanya dari rumah berulang kali ke tubuh Anisah. Korbanpun langsung terkapar tak berdaya menerima hujaman senjata tajam pelaku hingga dilarikan ke RSUD Arjawinangun Cirebon. “Saat kejadian saya lagi ngobrol sama tamu di dalam, tiba-tiba ada suara teriakan orang minta tolong. Setelah saya lihat keluar ternyata anak saya tergeletak dengan banyak darah, dan Mukidi sedang berusaha menusukkan golok ke arah perutnya”, jelas Kasan kepada Radar, kemarin sambil menunjukkan tempat jatuhnya Anisah.

Setelah dilakukan pertolongan medis di RSUD Arjawinangun, ternyata nyawa korban tidak dapat tertolong karena beberapa luka bacok sangat parah dalam jumlah banyak. Dan Mukidi yang berusaha bunuh diri setelah menghabisi nyawa korbannya dapat dihentikan warga, sehingga Mukidi yang nyawanya urung melayang sia-sia juga harus mendapat pertolongan tim medis. Tapi, berbeda dengan korbannya, Mukidi menjalani perawatan tim medis RS Bhayangkara Indramayu dengan tambahan borgol yang mengikat kedua tangannya.

Sumber di TKP mengatakan, Mukidi dan Anisah pernah melakukan pernikahan sebanyak dua kali dan pernikahan yang kedua dilakukan 2006 silam. Dari perkawinan pertamanya sekitar 12 tahun yang lalu, pasangan tersebut telah dikaruniai seorang anak yang kini duduk di bangku kelas 3 Sekolah Dasar (SD). Mukidi yang dikenal warga sekitar sebagai peminum minuman keras dan kerap melakukan perjudian, pada perceraiannya yang kedua berusaha untuk meminta rujuk kembali dengan mantan istrinya.

Namun karena ketidak senangan mantan istri dan keluarganya dengan sikap serta perilaku mabok dan judi pelaku, usahanya untuk dapat rujuk kembali tetap tidak menunjukkan hasil yang diharapkan. Sehingga pelaku nekad untuk melakukan aksi pembunuhan dan mencoba bunuh diri. Hal tersebut dilihat dari tulisan tangan pada selembar kertas yang bercambur noda darah, yang isinya menyebutkan “Mukidi – Anisah pegat paksa sampe dua kali, daripada pisah karo Anisah bagen mati suka mati loroane” yang artinya Mukidi – Anisah cerai paksa sampai dua kali, dari pada pisah dengan Anisah lebih baik mati harus mati dua-duanya.

Pada saat melakukan aksinya, pelaku menggunakan sebilah golok yang sengaja di bawanya dari rumah dan kedapatan membawa dua buku surat nikah atas nama Mukidi dan Anisah.

Setelah menjalani perawatan di RS Bhayangkara, pelaku digiring ke Mapolsek Kertasemaya guna dilakukan pemeriksaan dan korban tewas sekitar pukul 09.00 Minggu (31/8) pagi dimakamkan di Tempat Pemakaman Umum (TPU) desa setempat. (tar)

Sumber : Radar Indramayu