WIDASARI—Binatang langka kembali menggegerkan warga dengan keunikan dan keanehan yang dimiliki. Di Blok Beran RT 03/05 Desa/Kecamatan Widasari, seorang warga memiliki seekor ayam betina berkaki tiga dengan dua lubang anus.
Dituturkan pemiliknya Samsudin (50) saat menerima kunjungan Radar, Jum’at (23/1), kesenangan memelihara ayam memang sudah menjadi hobi sejak masih berusia muda dulu. Dan ketika memiliki seekor ayam ajaib dua tahun lalu, sebelumnya tidak ada pertanda, firasat atau mimpi seperti halnya wangsit yang diterima.
Dengan menghuni sebuah, ma’af, rumah kecil berpagar anyaman bambu yang hampir ambruk, ayam yang dipeliharanya ditempatkan di kamar depan dan satu kamarnya lagi untuk tidur bersama anaknya Amirudin (15) yang kini tengah mengikuti Kejar Paket B. Isi rumah yang semrawut bercampur bau ayam, menjadi konsep penataan rumah yang sebenarnya sangat tidak diinginkan.
Ayam ajaib yang dipeliharanya, ketika bertelur sangat membantu Samsudin dan anaknya untuk dijadikan lauk makan dan terkadang untuk jamu sebagai upaya menjaga kesehatan. Jika bertelur, senang dan gembira didapatkannya, karena dalam sekali bertelur ayamnya menghasilkan antara 20 hingga 25 telur. Dan sejak pertama kali bertelur ada kejanggalan yang dilihatnya, telur-telur itu tidak pernah ditetaskan.
Dengan rasa penasaran, Samsudin mencobanya dengan telur dari ayam lain ataupun bebek, hasilnya telur yang dierami benar ditetaskan. “Baka ngendog ya didadar kanggo lawuh mangan (Kalau bertelur ya di goreng buat lauk makan),” ucapnya.
Pria yang sangat suka merokok jenis kolobot ini mengaku sangat bersukur memiliki ayam tersebut, karena banyak menghasilkan telur dan dapat menetaskan telur ayam lain atau sejenisnya.
Kaki ketiga yang dimiliki ayam tersebut posisinya berada di belakang, persisnya dibawah ekor. Dan kedua anusnya terletak di sisi kiri dan kanan kaki ketiga. “Akeh sing ngomong, ayam dobol durung disembeleh bae (Banyak yang ngomong, ayam ususnya keluar belum disembelih juga),” kata pria berstatus duda ini.
Hingga saat ini, ayam tersebut sangat disayang dan enggan dijual, karena dapat membantunya dengan bertelur dalam jumlah banyak. “Baka ngendog terus diemeti, ora suwa ngendog maning (Kalau bertelur terus diambilin, tidak lama bertelur lagi),” pungkasnya. (tar)
sumber : Radar Indramayu

Tidak ada komentar:
Posting Komentar