Powered By Blogger

Jumat, 13 Februari 2009

Mayat Pria Bertato Bunga Ditemukan Mengambang



WIDASARI—Warga Desa Ujung Pendok Jaya digemparkan dengan ditemukannya seonggok tubuh manusia yang ditemukan mengambang di sungai Cimanuk, Minggu (8/2) sekitar pukul 10.00 oleh seorang warga setempat.

Berdasarkan keterangan yang diperoleh Radar di lokasi, mayat berjenis kelamin laki-laki tersebut pertama kali ditemukan oleh Andri Ardiansyah (16) seorang penarik perahu tambangan yang sedang melakukan aktifitasnya.

Menurut penuturannya, sekitar pukul 09.00 ketika itu tidak ada orang yang menyeberang dan sambil menunggu pengguna jasanya, Andri merebahkan diri di atas perahu untuk tidur. “Waktu mau tidur, saya tengok ke sana-sini ga ada apa-apa,” katanya.

Namun, sekitar pukul 10.00 Andri yang terbangun dari tidurnya dikagetkan dengan adanya sosok mayat dalam keadaan tengkurab yang menepi di sisi sungai sekitar 20 meter di belakang perahu tambangannya. Sontak saja Andri berteriak meminta pertolongan warga sekitar.

Ternyata benar, mayat tersebut berjenis kelamin laki-laki tanpa identitas, dan hanya mengenakan celana dalam hitam dan kaos hitam bertuliskan “PRE FAB”. Oleh warga penemuan mayat tersebut segera dilaporkan ke Mapolsek Widasari, dan petugas Reskrim dengan segera tiba di lokasi.

Petugas bersama warga bersama-sama mengevakuasi dari sungai dan langsung dibawa ke RSUD Indramayu menggunakan mobil patroli. Mayat yang sudah mengeluarkan aroma tidak sedap tersebut memiliki ciri-ciri rambut pendek lurus hitam, tinggi badan sekira 167 centimeter, di bagian punggung memiliki tato gambar bunga berukuran besar dengan perawakan sedang.

Diperoleh informasi, pada Jum’at (6/2) sekitar pukul 17.00, telah terjadi pengepungan yang dilakukan warga Desa Kebulen Kecamatan Jatibarang kepada pelaku curanmor. Dan pengejaran warga membuahkan hasil dengan menutup jalan kabur pelaku, dan pelaku yang berusaha menghindari sergapan warga memilih menceburkan diri ke sungai Cimanuk desa setempat. (tar)

sumber : Radar Indramayu

Tidak ada komentar:

Pembunuhan Sadis

Tewas Dibacok Mantan Suami

*) Dua Kali Kawin Cerai, Ditolak Minta Rujuk Kembali

SUKAGUMIWANG—Aksi yang dilakukan Romeo dalam kisah film Romeo dan Juliet memang menyita perhatian penontonnya, sedangkan yang dilakukan pelaku terhadap mantan istrinya kemarin apakah meniru adegan film tersebut?

Mukidi (32) warga blok Boros desa Gunungsari kecamatan Sukagumiwang tega menghabisi nyawa wanita yang pernah dinikahinya sebanyak dua kali. Anisah (30), yang masih satu desa tewas mengenaskan dengan luka bacok di bagian kepala, leher, punggung dan kaki.

Keterangan yang dihimpun Radar di Tempat Kejadian Perkara (TKP), kejadiannya Sabtu (30/8) sekitar pukul 19.30, berawal saat Anisah sedang duduk di depan warung milik orang tuanya Kasan (50) yang terletak di desa setempat Rt.01/04. Seketika datang Mukidi secara tiba-tiba dan langsung mengayunkan golok yang sengaja dibawanya dari rumah berulang kali ke tubuh Anisah. Korbanpun langsung terkapar tak berdaya menerima hujaman senjata tajam pelaku hingga dilarikan ke RSUD Arjawinangun Cirebon. “Saat kejadian saya lagi ngobrol sama tamu di dalam, tiba-tiba ada suara teriakan orang minta tolong. Setelah saya lihat keluar ternyata anak saya tergeletak dengan banyak darah, dan Mukidi sedang berusaha menusukkan golok ke arah perutnya”, jelas Kasan kepada Radar, kemarin sambil menunjukkan tempat jatuhnya Anisah.

Setelah dilakukan pertolongan medis di RSUD Arjawinangun, ternyata nyawa korban tidak dapat tertolong karena beberapa luka bacok sangat parah dalam jumlah banyak. Dan Mukidi yang berusaha bunuh diri setelah menghabisi nyawa korbannya dapat dihentikan warga, sehingga Mukidi yang nyawanya urung melayang sia-sia juga harus mendapat pertolongan tim medis. Tapi, berbeda dengan korbannya, Mukidi menjalani perawatan tim medis RS Bhayangkara Indramayu dengan tambahan borgol yang mengikat kedua tangannya.

Sumber di TKP mengatakan, Mukidi dan Anisah pernah melakukan pernikahan sebanyak dua kali dan pernikahan yang kedua dilakukan 2006 silam. Dari perkawinan pertamanya sekitar 12 tahun yang lalu, pasangan tersebut telah dikaruniai seorang anak yang kini duduk di bangku kelas 3 Sekolah Dasar (SD). Mukidi yang dikenal warga sekitar sebagai peminum minuman keras dan kerap melakukan perjudian, pada perceraiannya yang kedua berusaha untuk meminta rujuk kembali dengan mantan istrinya.

Namun karena ketidak senangan mantan istri dan keluarganya dengan sikap serta perilaku mabok dan judi pelaku, usahanya untuk dapat rujuk kembali tetap tidak menunjukkan hasil yang diharapkan. Sehingga pelaku nekad untuk melakukan aksi pembunuhan dan mencoba bunuh diri. Hal tersebut dilihat dari tulisan tangan pada selembar kertas yang bercambur noda darah, yang isinya menyebutkan “Mukidi – Anisah pegat paksa sampe dua kali, daripada pisah karo Anisah bagen mati suka mati loroane” yang artinya Mukidi – Anisah cerai paksa sampai dua kali, dari pada pisah dengan Anisah lebih baik mati harus mati dua-duanya.

Pada saat melakukan aksinya, pelaku menggunakan sebilah golok yang sengaja di bawanya dari rumah dan kedapatan membawa dua buku surat nikah atas nama Mukidi dan Anisah.

Setelah menjalani perawatan di RS Bhayangkara, pelaku digiring ke Mapolsek Kertasemaya guna dilakukan pemeriksaan dan korban tewas sekitar pukul 09.00 Minggu (31/8) pagi dimakamkan di Tempat Pemakaman Umum (TPU) desa setempat. (tar)

Sumber : Radar Indramayu