Selasa, 03 Februari 2009

Satu Tewas 4 Sekarat


*) Terjebak lubang jalan dan hantam truk parkir

JATIBARANG—Dewi keberuntungan masih berpihak kepada dua pengendara sepeda motor yang mengalami kecelakaan di jalur Jatibarang – Indramayu. Wadi Oon (36) dan Wastira (35) warga Dongkal Desa Sukasari Kecamatan Arahan Indramayu, keduanya ditemukan warga terpisah dengan kendaraannya.

Berdasarkan penuturan sumber, peristiwa yang terjadi pada Minggu (18/1) dinihari tersebut kedua korban terkapar secara terpisah di sisi jalan raya Desa Kebulen Jatibarang. Bermula dari beberapa pemuda pengendara sepeda motor yang saat itu melintasi lokasi kejadian, sekitar pukul 01.15 dilihatnya sebuah sepeda motor Yamaha Jupiter MX nopol E 4025 RN warna merah tergeletak dengan posisi roboh.

Rasa penasaran membuat beberapa pemuda yang sedang melaju ka arah Jatibarang memutar arah untuk mengetahui situasi yang sebenarnya. Setelah dekat dilihatnya motor tersebut dalam kondisi rusak di beberapa bagiannya, dan berjarak beberapa meter ditemukan tubuh seseorang yang diketahui bernama Wadi Oon. Dalam keadaan darurat dengan segera korban dilarikan ke RSIZ Jatibarang menggunakan sepeda motor.

Korban yang tidak sadarkan diri sangat sulit ditanyai dengan siapa saat mengendarai motor. Namun ketika warga hendak mengevakuasi kendaraan naas yang konon dikabarkan karena terjebak lubang jalan, warga menemukan lagu satu korban lagi yang terkapar beberapa meter dari titik ditemukannya korban pertama dan diketahui bernama Wastira (32). Kedua korban yang menderita luka di beberapa bagian tubuhnya mendapat pertolongan tim medis di ruang UGD.

“Waktu lewat saya penasaran dengan motor yang posisinya tergeletak tidak distandar (roboh), ga taunya habis kecelakaan dan ada korbannya,” tutur Arif warga desa setempat kepada Radar, kemarin di lobi RSIZ.

Dua jam sebelumnya, yakni pada Sabtu (17/1) sekitar pukul 23.00 sebuah sepeda motor Yamaha F1 menghantam keras truk bermuatan dedak di jalan raya Mundu Karangampel. Dari kejadian itu, satu korbannya Darsudi (37) warga Desa Juntikedokan Kecamatan Juntinyuat Indramayu langsung tewas di lokasi kejadian. Dan dua lainnya dalam kondisi kritis, Sunardi (25) dan Daryo (29) keduanya merupakan warga yang masih satu desa dengan korban tewas.

Dengan kondisi yang sangat kritis, Sunardi yang mengalami luka robekdi bahu sampai ketiak kiri, luka robek muka beberapa saat kemudian dirujuk ke RS Gunung Jati Cirebon. Dan Daryo menjalani perawatan intensif tim medis RSI Zam Zam Jatibarang.

Sementara itu, Darsudi oleh pihak keluarga langsung dibawa pulang untuk dimakamkan di tempat pemakaman umum di desanya. (tar)

sumber : Radar Indramayu

Tidak ada komentar:

Pembunuhan Sadis

Tewas Dibacok Mantan Suami

*) Dua Kali Kawin Cerai, Ditolak Minta Rujuk Kembali

SUKAGUMIWANG—Aksi yang dilakukan Romeo dalam kisah film Romeo dan Juliet memang menyita perhatian penontonnya, sedangkan yang dilakukan pelaku terhadap mantan istrinya kemarin apakah meniru adegan film tersebut?

Mukidi (32) warga blok Boros desa Gunungsari kecamatan Sukagumiwang tega menghabisi nyawa wanita yang pernah dinikahinya sebanyak dua kali. Anisah (30), yang masih satu desa tewas mengenaskan dengan luka bacok di bagian kepala, leher, punggung dan kaki.

Keterangan yang dihimpun Radar di Tempat Kejadian Perkara (TKP), kejadiannya Sabtu (30/8) sekitar pukul 19.30, berawal saat Anisah sedang duduk di depan warung milik orang tuanya Kasan (50) yang terletak di desa setempat Rt.01/04. Seketika datang Mukidi secara tiba-tiba dan langsung mengayunkan golok yang sengaja dibawanya dari rumah berulang kali ke tubuh Anisah. Korbanpun langsung terkapar tak berdaya menerima hujaman senjata tajam pelaku hingga dilarikan ke RSUD Arjawinangun Cirebon. “Saat kejadian saya lagi ngobrol sama tamu di dalam, tiba-tiba ada suara teriakan orang minta tolong. Setelah saya lihat keluar ternyata anak saya tergeletak dengan banyak darah, dan Mukidi sedang berusaha menusukkan golok ke arah perutnya”, jelas Kasan kepada Radar, kemarin sambil menunjukkan tempat jatuhnya Anisah.

Setelah dilakukan pertolongan medis di RSUD Arjawinangun, ternyata nyawa korban tidak dapat tertolong karena beberapa luka bacok sangat parah dalam jumlah banyak. Dan Mukidi yang berusaha bunuh diri setelah menghabisi nyawa korbannya dapat dihentikan warga, sehingga Mukidi yang nyawanya urung melayang sia-sia juga harus mendapat pertolongan tim medis. Tapi, berbeda dengan korbannya, Mukidi menjalani perawatan tim medis RS Bhayangkara Indramayu dengan tambahan borgol yang mengikat kedua tangannya.

Sumber di TKP mengatakan, Mukidi dan Anisah pernah melakukan pernikahan sebanyak dua kali dan pernikahan yang kedua dilakukan 2006 silam. Dari perkawinan pertamanya sekitar 12 tahun yang lalu, pasangan tersebut telah dikaruniai seorang anak yang kini duduk di bangku kelas 3 Sekolah Dasar (SD). Mukidi yang dikenal warga sekitar sebagai peminum minuman keras dan kerap melakukan perjudian, pada perceraiannya yang kedua berusaha untuk meminta rujuk kembali dengan mantan istrinya.

Namun karena ketidak senangan mantan istri dan keluarganya dengan sikap serta perilaku mabok dan judi pelaku, usahanya untuk dapat rujuk kembali tetap tidak menunjukkan hasil yang diharapkan. Sehingga pelaku nekad untuk melakukan aksi pembunuhan dan mencoba bunuh diri. Hal tersebut dilihat dari tulisan tangan pada selembar kertas yang bercambur noda darah, yang isinya menyebutkan “Mukidi – Anisah pegat paksa sampe dua kali, daripada pisah karo Anisah bagen mati suka mati loroane” yang artinya Mukidi – Anisah cerai paksa sampai dua kali, dari pada pisah dengan Anisah lebih baik mati harus mati dua-duanya.

Pada saat melakukan aksinya, pelaku menggunakan sebilah golok yang sengaja di bawanya dari rumah dan kedapatan membawa dua buku surat nikah atas nama Mukidi dan Anisah.

Setelah menjalani perawatan di RS Bhayangkara, pelaku digiring ke Mapolsek Kertasemaya guna dilakukan pemeriksaan dan korban tewas sekitar pukul 09.00 Minggu (31/8) pagi dimakamkan di Tempat Pemakaman Umum (TPU) desa setempat. (tar)

Sumber : Radar Indramayu