*) Selamatkan kambing gembalaan
SLIYEG—Berniat menyelamatkan hewan gembalaannya, Tarjana (40) warga Desa Sleman RT 10/24 Kecamatan Sliyeg langsung sekarat setelah tubuhnya disambar kereta api (KA) Argo Lawu, Minggu (1/2) sekitar pukul 14.10 di perlintasan yang melintang di desanya.
Berdasarkan keterangan yang dihimpun Radar menyebutkan, siang itu Tarjana sepulang menarik becak seperti biasanya menggembala kambing miliknya ke tempat yang terdapat banyak rumput seperti di sepanjang sisi perlintasan KA dan pematang sawah. Saat itu, sejumlah kambingnya hendak menyeberang rel KA dan diketahuinya dari arah Cirebon ada kereta mau lewat, spontan saja langsung dihalaunya kambing-kambing tersebut agar tidak tertabrak.
Namun, tanpa disadarinya dalam upaya menyelamatkan hewan piaraannya nyawanya terancam. Kambing-kambing yang terus meronta membuatnya kalang kabut, dan ketika KA persis melintas secepat kilat menghantam tubuhnya hingga terlempar beberapa meter.
Untungnya, korban yang sudah tergelatak kritis dan tidak sadarkan diri diketahui rekan sesama penggembala. Upaya meminta pertolongan kepada warga yang jaraknya lumayan jauh tidak disia-siakannya. Dan oleh warga, korban segera dilarikan ke rumah sakit untuk mendapat pertolongan tim medis.
Wartaka (40) yang merupakan rekan penggembala yang saat itu menggembala bebek saat ditanya Radar di lobi RS menuturkan, ketika peristiwanya terjadinya dirinya tidak tahu persis tapi oleh temannya yang bernama Dargi penggembala sapi dimintai tolong secepatnya. “Saya dimintai tolong untuk membawa korban, waktu saya ke tempat kejadian korban tergeletak di sebelah lor (utara, red) rel,” katanya.
Korban yang mendapat pertolongan intensif tim medis RSI Zam Zam Jatibarang di ruang UGD tampak tidak berdaya dan tanpa suara rintihan. Dan hasil diagnosa memberikan keterangan bahwa korban mengalami cidera kepala yang mengakibatkan tidak sadar, patah tulang tangan kiri dan luka serta cidera tulang dibagian kaki.
Sementara itu, pihak PT Kereta Api di Stasiun Jatibarang saat dikonfirmasi menjelaskan, jika waktu kejadiannya sekitar pukul 14.10 dan posisi korban berada di sebelah utara rel KA maka kemungkinan tersambar KA Argo Lawu jurusan Solo – Gambir. Perkiraan jarak dari lokasi kejadian sampai stasiun sekitar 2 KM, ada kemungkinan korban disambar KA tersebut yang dikenal memiliki kecepatan tinggi.
Hingga berita ini ditulis, korban masih terkapar tidak berdaya dan masih belum sadar di ruang UGD RS setempat. (tar)
sumber : Radar Indramayu

Tidak ada komentar:
Posting Komentar