WIDASARI—Volume kendaraan di jalur Pantura ruas Lohbener – Widasari yang hanya satu jalur dengan dua arus dalam beberapa hari terakhir mengalami peningkatan kepadatan kendaraan signifikan.
Padatnya jumlah kendaraan di ruas satu jalur dua arah antara Lohbener – Widasari, dalam kurun waktu belum terhitung 24 jam telah terjadi dua kali kecelakaan lalu lintas tabrakan beruntun yang melibatkan tujuh kendaraan roda empat, Sabtu (28/3).
Berdasarkan keterangan yang diperoleh Radar, kecelakaan pertama terjadi pada pukul 00.20 di jalan raya Desa Leuwigede Kecamatan Widasari. Peristiwanya berawal ketika terjadi antrian panjang dari arah Jakarta menuju Cirebon, di barisan paling belakang sebuah Dum Truck nopol E 9179 V tanpa diketahui penyebabnya secara jelas seketika menabrak minibus Nissan Terrano nopol B 8554 LR yang sedang mengantri jalur. Terrano yang dengan keras diseruduk terdorong hingga menabrak Toyota Avanza nopol B 7701 JK, dan Terrano yang mendadak dikejutkan dengan hantaman keras dari arah belakang juga mengalami hal yang sama dan menabrak truk box nopol B 9822 QK hingga keluar jalur.
Sementara itu, peristiwa tabrakan beruntun yang kedua terjadi di jalur Pantura Desa Ujungjaya Widasari dengan melibatkan tiga mobil yang mengalami kerusukan parah. Bermula ketika truk Mitsubishi yang dikemudikan Maskuri (45) warga Kudus sedang menyalip Toyota LGX nopol L 1054 NJ yang dikendarai Ansyari warga Surabaya, tiba-tiba truk yang digunakan untuk angkutan ayam tersebut mengalami copot ban bagian belakang sebelah kanan. Saat oleng, dari arah berlawanan sedang melaju KIA Visto nopol AA 8479 LK yang dikemudikan Luk Luk Nurafifah warga Alun-Alun Selatan Magelang, truk yang sulit dikendalikan tersebut sisi kanannya menghantam sisi KIA hingga truk terbalik di tengah jalan.
Begitupun dengan KIA yang disambar berputar beberapa kali di tengah jalur dan dihantam oleh Toyota LGX yang sebelumnya disalip truk ayam. KIA yang hampir saja terjun ke sungai yang berada di tepi jalan, terselamatkan oleh sebuah batang pohon mangga.
Dari dua peristiwa tersebut beruntungnya tidak jatuh korban jiwa, hanya saja tujuh kendaran mengalami kerusakan parah. Hal tersebut karena adanya penutupan jalur lingkar Widasari – Jakarta menuju Jakarta sedang ditutup sehubungan adanya proyek pembangunan jalan. Sehingga kendaraan dari dua arah bertumpuk di jalur sempit dan menimbulkan antrian panjang dan peningkatan volume kendaraan.
Kapolsek Widasari AKP Bendi Ujianto saat dikonfirmasi Radar membenarkan telah terjadi dua kali tabrakan beruntun, dan kasusnya dalam penanganan Unit Laka Lantas Polres Indramayu. “Jalur lingkar sebagai jalan baru yang biasanya digunakan untuk kendaraan dengan tujuan Jakarta, sejak ditutup dalam rangka perbaikan oleh pihak proyek tidak menutup kemungkinan menumpuknya jumlah kendaraan di jalur dua arah dan sering menyebabkan antrian yang menuntut pengemudinya untuk lebih waspada dan hati-hati,” paparnya. (tar)
sumber : Radar Indramayu

Tidak ada komentar:
Posting Komentar