Rabu, 08 April 2009

Bocah Tanpa Identitas Jatuh Dari KA



JATIBARANG—Tragis nian nasib yang dialami seorang bocah tanpa identitas yang mengalami luka di bagian mukanya, Sabtu (4/4).

Diperoleh informasi, bocah berperawakan kurus dengan penampilan kumal tersebut dikabarkan jatuh dari sebuah kereta api di stasiun Jatibarang sekitar pukul 08.30, diperkirakan berumur sekitar 15 tahun berambut pendek lurus. Bocah malang tersebut oleh petugas Polsektif Jatibarang dilarikan ke RS setelah mendapat laporan warga sekitar pukul 16.30. Dalam kondisi tidak berdaya, bocah ingusan itu menderita luka robek di pelipis kiri sepanjang sepuluh sentimeteran, dan kedalamannya hingga menembus lubang telinga bagian dalam.

Kepala Stasiun Besar Jatibarang Heru Hertadi saat dikonfirmasi Radar melaui ponselnya membenarkan adanya penumpang KA 144 Gaya Baru Malam Selatan yang terjatuh di sekitar Stasiun Jatibarang. “Korban sudah mendapat pertolongan tim medis, dan untuk penyebabnya kami masih belum bisa memastikan,” jelasnya.

Sementara itu, Kapolsektif Jatibarang AKP Sumari SH membenarkan adanya peristiwa tersebut ketika Radar berupaya untuk mencari tahu penyebabnya.

Si bocah yang terus merintih kesakitan di ruang RSIZ Jatibarang, mengaku bernama Kadiman alias Roy bin Eko yang berasal dari Desa Nutuk Banyumas Cilacap.

Hingga berita ini ditulis, identitas pasti korban masih belum dapat dipastikan, sehingga menyulitkan petugas untuk menyampaikan kabar kepada keluarganya. Dan hingga Minggu (5/4) si bocah masih tergeletak di ruang UGD RSIZ karena tidak ada yang dapat menyelesaikan administrasi RS yang nominalnya sebesar Rp600 ribu. (tar)

sumber : Radar Indramayu

Tidak ada komentar:

Pembunuhan Sadis

Tewas Dibacok Mantan Suami

*) Dua Kali Kawin Cerai, Ditolak Minta Rujuk Kembali

SUKAGUMIWANG—Aksi yang dilakukan Romeo dalam kisah film Romeo dan Juliet memang menyita perhatian penontonnya, sedangkan yang dilakukan pelaku terhadap mantan istrinya kemarin apakah meniru adegan film tersebut?

Mukidi (32) warga blok Boros desa Gunungsari kecamatan Sukagumiwang tega menghabisi nyawa wanita yang pernah dinikahinya sebanyak dua kali. Anisah (30), yang masih satu desa tewas mengenaskan dengan luka bacok di bagian kepala, leher, punggung dan kaki.

Keterangan yang dihimpun Radar di Tempat Kejadian Perkara (TKP), kejadiannya Sabtu (30/8) sekitar pukul 19.30, berawal saat Anisah sedang duduk di depan warung milik orang tuanya Kasan (50) yang terletak di desa setempat Rt.01/04. Seketika datang Mukidi secara tiba-tiba dan langsung mengayunkan golok yang sengaja dibawanya dari rumah berulang kali ke tubuh Anisah. Korbanpun langsung terkapar tak berdaya menerima hujaman senjata tajam pelaku hingga dilarikan ke RSUD Arjawinangun Cirebon. “Saat kejadian saya lagi ngobrol sama tamu di dalam, tiba-tiba ada suara teriakan orang minta tolong. Setelah saya lihat keluar ternyata anak saya tergeletak dengan banyak darah, dan Mukidi sedang berusaha menusukkan golok ke arah perutnya”, jelas Kasan kepada Radar, kemarin sambil menunjukkan tempat jatuhnya Anisah.

Setelah dilakukan pertolongan medis di RSUD Arjawinangun, ternyata nyawa korban tidak dapat tertolong karena beberapa luka bacok sangat parah dalam jumlah banyak. Dan Mukidi yang berusaha bunuh diri setelah menghabisi nyawa korbannya dapat dihentikan warga, sehingga Mukidi yang nyawanya urung melayang sia-sia juga harus mendapat pertolongan tim medis. Tapi, berbeda dengan korbannya, Mukidi menjalani perawatan tim medis RS Bhayangkara Indramayu dengan tambahan borgol yang mengikat kedua tangannya.

Sumber di TKP mengatakan, Mukidi dan Anisah pernah melakukan pernikahan sebanyak dua kali dan pernikahan yang kedua dilakukan 2006 silam. Dari perkawinan pertamanya sekitar 12 tahun yang lalu, pasangan tersebut telah dikaruniai seorang anak yang kini duduk di bangku kelas 3 Sekolah Dasar (SD). Mukidi yang dikenal warga sekitar sebagai peminum minuman keras dan kerap melakukan perjudian, pada perceraiannya yang kedua berusaha untuk meminta rujuk kembali dengan mantan istrinya.

Namun karena ketidak senangan mantan istri dan keluarganya dengan sikap serta perilaku mabok dan judi pelaku, usahanya untuk dapat rujuk kembali tetap tidak menunjukkan hasil yang diharapkan. Sehingga pelaku nekad untuk melakukan aksi pembunuhan dan mencoba bunuh diri. Hal tersebut dilihat dari tulisan tangan pada selembar kertas yang bercambur noda darah, yang isinya menyebutkan “Mukidi – Anisah pegat paksa sampe dua kali, daripada pisah karo Anisah bagen mati suka mati loroane” yang artinya Mukidi – Anisah cerai paksa sampai dua kali, dari pada pisah dengan Anisah lebih baik mati harus mati dua-duanya.

Pada saat melakukan aksinya, pelaku menggunakan sebilah golok yang sengaja di bawanya dari rumah dan kedapatan membawa dua buku surat nikah atas nama Mukidi dan Anisah.

Setelah menjalani perawatan di RS Bhayangkara, pelaku digiring ke Mapolsek Kertasemaya guna dilakukan pemeriksaan dan korban tewas sekitar pukul 09.00 Minggu (31/8) pagi dimakamkan di Tempat Pemakaman Umum (TPU) desa setempat. (tar)

Sumber : Radar Indramayu