Selasa, 21 April 2009

Bus Sinar Jaya Tabrak 2 Pohon Hingga Tumbang



*) Sekarat Terjepit Sopir Tewas Mengenaskan

WIDASARI—Kecelakaan lalu lintas di jalur Pantura kembali terjadi dengan merenggut nyawa pengemudi bus yang tewas dalam kondisi mengenaskan sekitar pukul 02.00, Kamis (16/4) dini hari.

Berdasarkan keterangan yang dihimpun Radar di lokasi, peristiwanya bermula ketika PO Sinar Jaya nopol B 7567 XL dari arah Jakarta dengan tujuan Cilacap tersebut melaju di jalan lama Celeng Lohbener – Widasari. Ketika memasuki jalan raya Desa Ujung Pendok Widasari, bus yang konon dikabarkan sedang menyalip kendaraan lainnya mendadak kaca bagian depan bus yang dikemudikan A Hendra Kelana (42) asal Kampung Tambun RT 4/3 Kertasari Bekasi pecah terkena hantaman benda tumpul.

Kontan saja, kaca yang berhamburan tersebut mengenai muka sopir dan mengganggu pandangannya karena kedua matanya terkena serpihan pecahan kaca. Sang kenek yang berada di samping kiri sopir dengan dihantui kepanikan karena sopirnya lepas kemudi, berusaha mengambil alih kemudi agar bus tersebut tetap dapat dikendalikan.

Kenek yang mengaku bernama Wahyu Hidayat (29) warga Timbang RT 3/1 Desa Penambongan Purbalingga Jateng yang hendak berupaya mengambil alih kemudi tersebut, mendadak tercengang ketika dilihatnya dua pohon besar sudah berjarak sangat dekat. Mobil yang melawati bahu jalan sebelah kanan dan selokan tersebut, berhenti tanpa rem setelah menghantam dua pohon mangga berukuran besar hingga salah satunya tumbang. Sopir yang sekujur tubuhnya dipenuhi pecahan kaca tidak berdaya melawan besi dan baja mobil yang menghimpit tubuhnya. Korban yang dapat dievakuasi masih dalam keadaan sekarat segera dilarikan ke RSIZ Jatibarang.

Namun, takdir manusia siapa yang tahu, korban yang semula masih berteriak sakit di ruang UGD tersebut, beberapa saat kemudian menghembuskan nafas terakhirnya dalam pertolongan tim medis.

Diungkapkan Wahyu, awal kejadiannya pada saat sedang menyalip kendaraan lainnya dari arah yang sama, mendadak dari arah berlawanan melaju sebuah sepeda motor. Dilihatnya motor tersebut memilih turun dari aspal, dan secepat kilat salah satu dari pengendara motor itu melemparkan batu ke arah sopir. “Saya melihat yang bonceng turun dari motor dan melemparkan batu, dan pecahan kaca mengenai mata sopir. Lalu mobil oleng ke kanan dan saya berusaha memegang kemudi, pengennya nginjak rem, tapi mobil sudah dekat dengan pohon dan saya hanya bisa pasrah,” tuturnya. (tar)

sumber : Radar Indramayu

Tidak ada komentar:

Pembunuhan Sadis

Tewas Dibacok Mantan Suami

*) Dua Kali Kawin Cerai, Ditolak Minta Rujuk Kembali

SUKAGUMIWANG—Aksi yang dilakukan Romeo dalam kisah film Romeo dan Juliet memang menyita perhatian penontonnya, sedangkan yang dilakukan pelaku terhadap mantan istrinya kemarin apakah meniru adegan film tersebut?

Mukidi (32) warga blok Boros desa Gunungsari kecamatan Sukagumiwang tega menghabisi nyawa wanita yang pernah dinikahinya sebanyak dua kali. Anisah (30), yang masih satu desa tewas mengenaskan dengan luka bacok di bagian kepala, leher, punggung dan kaki.

Keterangan yang dihimpun Radar di Tempat Kejadian Perkara (TKP), kejadiannya Sabtu (30/8) sekitar pukul 19.30, berawal saat Anisah sedang duduk di depan warung milik orang tuanya Kasan (50) yang terletak di desa setempat Rt.01/04. Seketika datang Mukidi secara tiba-tiba dan langsung mengayunkan golok yang sengaja dibawanya dari rumah berulang kali ke tubuh Anisah. Korbanpun langsung terkapar tak berdaya menerima hujaman senjata tajam pelaku hingga dilarikan ke RSUD Arjawinangun Cirebon. “Saat kejadian saya lagi ngobrol sama tamu di dalam, tiba-tiba ada suara teriakan orang minta tolong. Setelah saya lihat keluar ternyata anak saya tergeletak dengan banyak darah, dan Mukidi sedang berusaha menusukkan golok ke arah perutnya”, jelas Kasan kepada Radar, kemarin sambil menunjukkan tempat jatuhnya Anisah.

Setelah dilakukan pertolongan medis di RSUD Arjawinangun, ternyata nyawa korban tidak dapat tertolong karena beberapa luka bacok sangat parah dalam jumlah banyak. Dan Mukidi yang berusaha bunuh diri setelah menghabisi nyawa korbannya dapat dihentikan warga, sehingga Mukidi yang nyawanya urung melayang sia-sia juga harus mendapat pertolongan tim medis. Tapi, berbeda dengan korbannya, Mukidi menjalani perawatan tim medis RS Bhayangkara Indramayu dengan tambahan borgol yang mengikat kedua tangannya.

Sumber di TKP mengatakan, Mukidi dan Anisah pernah melakukan pernikahan sebanyak dua kali dan pernikahan yang kedua dilakukan 2006 silam. Dari perkawinan pertamanya sekitar 12 tahun yang lalu, pasangan tersebut telah dikaruniai seorang anak yang kini duduk di bangku kelas 3 Sekolah Dasar (SD). Mukidi yang dikenal warga sekitar sebagai peminum minuman keras dan kerap melakukan perjudian, pada perceraiannya yang kedua berusaha untuk meminta rujuk kembali dengan mantan istrinya.

Namun karena ketidak senangan mantan istri dan keluarganya dengan sikap serta perilaku mabok dan judi pelaku, usahanya untuk dapat rujuk kembali tetap tidak menunjukkan hasil yang diharapkan. Sehingga pelaku nekad untuk melakukan aksi pembunuhan dan mencoba bunuh diri. Hal tersebut dilihat dari tulisan tangan pada selembar kertas yang bercambur noda darah, yang isinya menyebutkan “Mukidi – Anisah pegat paksa sampe dua kali, daripada pisah karo Anisah bagen mati suka mati loroane” yang artinya Mukidi – Anisah cerai paksa sampai dua kali, dari pada pisah dengan Anisah lebih baik mati harus mati dua-duanya.

Pada saat melakukan aksinya, pelaku menggunakan sebilah golok yang sengaja di bawanya dari rumah dan kedapatan membawa dua buku surat nikah atas nama Mukidi dan Anisah.

Setelah menjalani perawatan di RS Bhayangkara, pelaku digiring ke Mapolsek Kertasemaya guna dilakukan pemeriksaan dan korban tewas sekitar pukul 09.00 Minggu (31/8) pagi dimakamkan di Tempat Pemakaman Umum (TPU) desa setempat. (tar)

Sumber : Radar Indramayu