Minggu, 26 April 2009

Cireks KA 92 Aspan Jalur Tertahan 5 Jam



*) Tersebar Kabar KA Anjlok

WIDASARI—Diduga kehabisan pelumas pada salah satu roda gerbong, KA Cirebon Ekspres dengan nomor KA 92 jurusan Jakarta - Cirebon mengalami Aspan (As panas) melakukan pemberhentian darurat di KM 173+67, Senin (20/4) sekitar pukul 08.45 WIB.

Berdasarkan keterangan yang dihimpun Radar, ketika kereta yang membawa serta 4 gerbong kelas bisnis, 4 gerbong kelas eksekutif, 1 gerbong kereta makan (restorasi) dan gerbong pembangkit melintasi stasiun Telagasari di Kecamatan Lelea, oleh petugas stasiun setempat diketahui ada kepulan asap dari bagian bawah salah satu gerbong.

Oleh petugas tersebut, Masinis bernama Sutisna dengan asisten Diki dari Dipo KA Stasiun Cirebon langsung dihubungi lewat saluran telepon khusus agar segera melakukan pemberhentian darurat dan mengecek asal kepulan asap yang mencurigakan. Dan kereta berhasil berhenti darurat di KM 173+67 tepatnya di Desa Bunder Kecamatan Widasari, dan dapat diketahui kepulan asap tersebut berasal dari salah satu as roda gerbong kereta makan dengan kondisi as panas tanpa penutup dan tiga buah baut as sudah dalam keadaan terlepas.

Karena kondisi tersebut, gerbong kereta makan KM2-82503 yang terletak di belakang 4 gerbong kelas bisnis dan satu gerbong pembangkit, dilepas bersama 4 gerbong eksekutif. Dan untuk sementara waktu, 4 gerbong kelas bisnis dan kereta pembangkit.

Proses evakuasinya, setelah lomotif menarik 5 gerbong kelas bisnis dan pembangkit ke Stasiun Jatibarang, 4 gerbong kelas eksekutif mendapat giliran evakuasi ke tempat yang sama. Setelah memakan waktu beberapa lama untuk menyatukan kembali rangkaian gerbong di Stasiun Jatibarang tanpa menyertakan kereta makan, rangkaian Cireks KA 92 kembali melanjutkan perjalanan ke Cirebon sekitar pukul 11.09 WIB.

Sedangkan kereta makan yang mengalami kemacetan pada salah satu rodanya, masih berada di lokasi menunggu kereta teknisi guna perbaikan dan berhasil dievakuasi sekitar pukul 13.30 WIB.

Akibat peristiwa tersebut, jalur menuju Cirebon tertahan beberapa jam dan jalur menuju Jakarta antara Jatibarang – Telagasari difungsikan sementara untuk dua arah dengan pengaturan dari Stasiun Jatibarang. Dan dalam kejadian tersebut tidak ada korban jiwa.

Kepala Stasiun Jatibarang Heru Hertadi membantah informasi yang mengabarkan terjadinya peristiwa kereta anjlok di wilayahnya. “Yang ada bukan kereta anjlok, tapi salah satu roda gerbong KM yang terdapat dalam rangkaian Cireks KA 92 mengalami Aspan,” jelasnya saat dikonfirmasi Radar, kemarin. (tar)

sumber : Radar Indramayu

Tidak ada komentar:

Pembunuhan Sadis

Tewas Dibacok Mantan Suami

*) Dua Kali Kawin Cerai, Ditolak Minta Rujuk Kembali

SUKAGUMIWANG—Aksi yang dilakukan Romeo dalam kisah film Romeo dan Juliet memang menyita perhatian penontonnya, sedangkan yang dilakukan pelaku terhadap mantan istrinya kemarin apakah meniru adegan film tersebut?

Mukidi (32) warga blok Boros desa Gunungsari kecamatan Sukagumiwang tega menghabisi nyawa wanita yang pernah dinikahinya sebanyak dua kali. Anisah (30), yang masih satu desa tewas mengenaskan dengan luka bacok di bagian kepala, leher, punggung dan kaki.

Keterangan yang dihimpun Radar di Tempat Kejadian Perkara (TKP), kejadiannya Sabtu (30/8) sekitar pukul 19.30, berawal saat Anisah sedang duduk di depan warung milik orang tuanya Kasan (50) yang terletak di desa setempat Rt.01/04. Seketika datang Mukidi secara tiba-tiba dan langsung mengayunkan golok yang sengaja dibawanya dari rumah berulang kali ke tubuh Anisah. Korbanpun langsung terkapar tak berdaya menerima hujaman senjata tajam pelaku hingga dilarikan ke RSUD Arjawinangun Cirebon. “Saat kejadian saya lagi ngobrol sama tamu di dalam, tiba-tiba ada suara teriakan orang minta tolong. Setelah saya lihat keluar ternyata anak saya tergeletak dengan banyak darah, dan Mukidi sedang berusaha menusukkan golok ke arah perutnya”, jelas Kasan kepada Radar, kemarin sambil menunjukkan tempat jatuhnya Anisah.

Setelah dilakukan pertolongan medis di RSUD Arjawinangun, ternyata nyawa korban tidak dapat tertolong karena beberapa luka bacok sangat parah dalam jumlah banyak. Dan Mukidi yang berusaha bunuh diri setelah menghabisi nyawa korbannya dapat dihentikan warga, sehingga Mukidi yang nyawanya urung melayang sia-sia juga harus mendapat pertolongan tim medis. Tapi, berbeda dengan korbannya, Mukidi menjalani perawatan tim medis RS Bhayangkara Indramayu dengan tambahan borgol yang mengikat kedua tangannya.

Sumber di TKP mengatakan, Mukidi dan Anisah pernah melakukan pernikahan sebanyak dua kali dan pernikahan yang kedua dilakukan 2006 silam. Dari perkawinan pertamanya sekitar 12 tahun yang lalu, pasangan tersebut telah dikaruniai seorang anak yang kini duduk di bangku kelas 3 Sekolah Dasar (SD). Mukidi yang dikenal warga sekitar sebagai peminum minuman keras dan kerap melakukan perjudian, pada perceraiannya yang kedua berusaha untuk meminta rujuk kembali dengan mantan istrinya.

Namun karena ketidak senangan mantan istri dan keluarganya dengan sikap serta perilaku mabok dan judi pelaku, usahanya untuk dapat rujuk kembali tetap tidak menunjukkan hasil yang diharapkan. Sehingga pelaku nekad untuk melakukan aksi pembunuhan dan mencoba bunuh diri. Hal tersebut dilihat dari tulisan tangan pada selembar kertas yang bercambur noda darah, yang isinya menyebutkan “Mukidi – Anisah pegat paksa sampe dua kali, daripada pisah karo Anisah bagen mati suka mati loroane” yang artinya Mukidi – Anisah cerai paksa sampai dua kali, dari pada pisah dengan Anisah lebih baik mati harus mati dua-duanya.

Pada saat melakukan aksinya, pelaku menggunakan sebilah golok yang sengaja di bawanya dari rumah dan kedapatan membawa dua buku surat nikah atas nama Mukidi dan Anisah.

Setelah menjalani perawatan di RS Bhayangkara, pelaku digiring ke Mapolsek Kertasemaya guna dilakukan pemeriksaan dan korban tewas sekitar pukul 09.00 Minggu (31/8) pagi dimakamkan di Tempat Pemakaman Umum (TPU) desa setempat. (tar)

Sumber : Radar Indramayu