*) Korban tewas adalah pelajar SMK swasta kelas XII
JATIBARANG—Sulitnya membeli minuman keras untuk dikonsumsi, tampaknya tidak menjadi penghalang bagi penyuka minuman setan dalam mencari kepuasan dengan cara bermabuk-mabukan. Walaupun efeknya dapat berakibat fatal, nyatanya sebanyak tiga pemuda asal Desa Bangkaloa Ilir Kecamatan Widasari nekat mengkonsumsi minuman hasil racikan sendiri yang mengakibatkan satu orang tewas dan dua lainnya masih dalam kondisi kritis.
Berdasarkan keterangan yang diperoleh Radar, ketiga pemuda belia diantaranya Buseri Alfatah (19), Wawan (23) dan Wendi (20) dikabarkan meminum minuman berjenis alkohol murni yang dicampur minuman suplemen pada Kamis (21/5) malam. Setelah berpesta minuman racikan tersebut ketiganya hanya mengalami mabuk biasa seperti layaknya habis meminum minuman keras jenis lainnya.
Namun pada Jum’at (22/5) pagi, korban pertama yang mengalami efek buruk dari minuman tersebut yakni Fatah, yang oleh keluarganya terlihat berbeda dari biasanya dan sempat mengalami gangguan penglihatan. Diberikan pertolongan pertama dengan memberikannya air dua buah kelapa dugan dan susu dengan harapan dapat memperbaiki kondisinya, tapi usahanya malah semakin memperburuk kondisi tubuh korbannya.
Dengan kondisi tubuh yang terus menurun, Sabtu (23/5) siang akhirnya pihak keluarga memutuskannya untuk melarikan korban ke RSIZ Jatibarang agar segera ditangani tim medis. Korban yang masuk ruang UGD sekitar pukul 14.45 terus berjuang melawan maut, dan sekira pukul 16.00 tim medis mulai kewalahan dengan terus menurunnya kondisi korban yang dengan segera melakukan resusitasi jantung dan paru (RJP).
Ironisnya, pada saat jam menunjukkan pukul 17.00 tim medis menyatakan korban yang tercatat berstatus siswa kelas XII sebuah SMK swasta di Jatibarang yang baru saja melewati ujian akhir nasional beberapa waktu lalu itu, sudah tidak dapat diselamatkan lagi alias meninggal dunia. “Kami berupaya maksimal hingga melakukan RJP sekitar satu jam, tapi Allah SWT berkehendak lain. Dan pada saat masuk ruang UGD kondisinya sudah dalam keadaan kejang dan mengeluarkan muntahan berbusa,” jelas dr Tanti Darmawanti saat dikonfirmasi Radar, kemarin.
Diduga ketakutan karena tersiar kabar Fatah meregang nyawa akibat efek buruk minuman yang dikonsumsi secara bersama-sama itu, kontan saja dua temannya yang dalam kondisi kritis di rumahnya masing-masing langsung dilarikan ke RSIZ Jatibarang. Korban kedua yang tiba di RS saat jenazah Fatah hendak dibawa pulang keluarga sekitar pukul 17.30, yakni Wawan yang datang dalam kondisi kritis dengan pandangan mata sudah mulai kabur dan terus memuntahkan isi perutnya.
Selang 30 menit kemudian, korban ketiga pun tiba juga di RS yang diketahui bernama Wendi yang diantar keluarga dan teman-temannya dengan kondisi kritis pula. Korban ketiga ini mengalami kesulitan untuk bernafas, nyeri di bagian dada, mual-mual dan sesekali muntah.
Hingga berita ini ditulis, kedua korban kritis masih dalam pertolongan intensif tim medis RS setempat di ruang UGD. (tar)
sumber : Radar Indramayu - Cirebon

Tidak ada komentar:
Posting Komentar