Senin, 18 Mei 2009

Misteri Daun Salam Berjalan Terus Diserbu Warga




WIDASARI—Gegernya kabar daun salam yang dapat berjalan tanpa bantuan magnet atau lainnya, tersebar luas dengan menimbulkan suasana yang berbeda dengan sebelumnya di lokasi kediaman pemilik daunnya.

Pasalnya, kabar yang tersiar menyiratkan rasa penasaran warga dari desa bahkan kecamatan lainnya untuk melihat langsung keanehan yang terjadi pada daun ajaib yang dimiliki Jueriyah (64) warga Blok II Desa/Kecamatan Widasari tersebut.

Sejumlah pedagang makanan seperti mi ayam, bakso dan lainnya biasanya berjualan dengan cara berkeliling memanfaatkan tumpahan warga yang datang berkunjung.

Bahkan, beberapa rumah warga yang memiliki pekarangan cukup luas menjadi sasaran pengunjung untuk memarkir kendaraan jenis sepeda motor, becak dan sepeda. Sedangkan untuk pengunjung yang menggunakan mobil harus memarkir kendaraannya di jalan raya Widasari – Jatibarang, dan harus menempuh perjalanan sejauh sekitar 200 meter ke lokasi tersebut.

Tak ayal, suasana desa mendadak ramai dikunjungi warga yang juga ingin meminta air yang sudah dicelupkan daun ajaib dengan alasan sebagai alternative dalam mencari kesembuhan penyakit, jalan rejeki hingga mencari jodoh.

Salah satu pengunjung yakni Unani (37) warga Desa Leuwigede Kecamatan Widasari, sedikitnya membawa pulang lima botol air menggunakan kemasan air mineral. Dengan tingkat kepercayaan pada sugesti air mujarab seperti halnya fenomena air batu petir Ponari asal Jombang, dirinya berusaha untuk mendapatkan air tersebut dengan harapan sekeluarganya diberikan kesembuhan selama-lamanya. “Keluarga sih ga ada yang sakit, tapi mudah-mudahan dengan air ini dapat menjauhkan segala macam penyakit dari keluarga saya,” tuturnya saat ditanya Radar, kemarin usai mendapatka air yang diharapkan.

Hal senada disampaikan Vetri (40) dan Yuli (38) warga Gang Jaya Desa/Kecamatan Jatibarang yang setelah mendapatkan kabar adanya daun ajaib langsung mendatangi lokasi yang tersiar dengan cepat. “Harapannya dengan meminum atau menggunakannya untuk campuran air mandi, dapat memberikan kesehatan tubuh,” kata keduanya.

Sementara itu, beberapa pengunjung yang namanya enggan disebutkan, sangat berharap dapat memberikan manfaat dan berguna dalam mencari jodoh dan rejeki. “Mudah-mudahan cepat dapat jodoh dan banyak rejeki,” tukasnya sambil tersenyum simpul.

Sedangkan pemilik daun salam, Jueriyah (64), dengan terus berdatangannya pengunjung merupakan sebuah berkah dan rejeki. Pasalnya, sangat sulit sekali pengunjung yang datang dan meminta air tidak memberikan sejumlah uang ke dalam toples yang telah disediakan. Alhasil rejeki berlimpah datang dengan sendirinya walaupun nenek penjual sayur keliling itu terus disibukkan dengan melayani para tamunya.

Hingga berita ini ditulis, belum ada informasi yang menyebutkan adanya pengunjung yang sudah memperoleh kesembuhan atas penyakit yang diderita, rejeki nomplok mendadak ataupun dengan cepat mendapatkan jodoh yang diidam-idamkan. (tar)

sumber : Radar Indramayu

Tidak ada komentar:

Pembunuhan Sadis

Tewas Dibacok Mantan Suami

*) Dua Kali Kawin Cerai, Ditolak Minta Rujuk Kembali

SUKAGUMIWANG—Aksi yang dilakukan Romeo dalam kisah film Romeo dan Juliet memang menyita perhatian penontonnya, sedangkan yang dilakukan pelaku terhadap mantan istrinya kemarin apakah meniru adegan film tersebut?

Mukidi (32) warga blok Boros desa Gunungsari kecamatan Sukagumiwang tega menghabisi nyawa wanita yang pernah dinikahinya sebanyak dua kali. Anisah (30), yang masih satu desa tewas mengenaskan dengan luka bacok di bagian kepala, leher, punggung dan kaki.

Keterangan yang dihimpun Radar di Tempat Kejadian Perkara (TKP), kejadiannya Sabtu (30/8) sekitar pukul 19.30, berawal saat Anisah sedang duduk di depan warung milik orang tuanya Kasan (50) yang terletak di desa setempat Rt.01/04. Seketika datang Mukidi secara tiba-tiba dan langsung mengayunkan golok yang sengaja dibawanya dari rumah berulang kali ke tubuh Anisah. Korbanpun langsung terkapar tak berdaya menerima hujaman senjata tajam pelaku hingga dilarikan ke RSUD Arjawinangun Cirebon. “Saat kejadian saya lagi ngobrol sama tamu di dalam, tiba-tiba ada suara teriakan orang minta tolong. Setelah saya lihat keluar ternyata anak saya tergeletak dengan banyak darah, dan Mukidi sedang berusaha menusukkan golok ke arah perutnya”, jelas Kasan kepada Radar, kemarin sambil menunjukkan tempat jatuhnya Anisah.

Setelah dilakukan pertolongan medis di RSUD Arjawinangun, ternyata nyawa korban tidak dapat tertolong karena beberapa luka bacok sangat parah dalam jumlah banyak. Dan Mukidi yang berusaha bunuh diri setelah menghabisi nyawa korbannya dapat dihentikan warga, sehingga Mukidi yang nyawanya urung melayang sia-sia juga harus mendapat pertolongan tim medis. Tapi, berbeda dengan korbannya, Mukidi menjalani perawatan tim medis RS Bhayangkara Indramayu dengan tambahan borgol yang mengikat kedua tangannya.

Sumber di TKP mengatakan, Mukidi dan Anisah pernah melakukan pernikahan sebanyak dua kali dan pernikahan yang kedua dilakukan 2006 silam. Dari perkawinan pertamanya sekitar 12 tahun yang lalu, pasangan tersebut telah dikaruniai seorang anak yang kini duduk di bangku kelas 3 Sekolah Dasar (SD). Mukidi yang dikenal warga sekitar sebagai peminum minuman keras dan kerap melakukan perjudian, pada perceraiannya yang kedua berusaha untuk meminta rujuk kembali dengan mantan istrinya.

Namun karena ketidak senangan mantan istri dan keluarganya dengan sikap serta perilaku mabok dan judi pelaku, usahanya untuk dapat rujuk kembali tetap tidak menunjukkan hasil yang diharapkan. Sehingga pelaku nekad untuk melakukan aksi pembunuhan dan mencoba bunuh diri. Hal tersebut dilihat dari tulisan tangan pada selembar kertas yang bercambur noda darah, yang isinya menyebutkan “Mukidi – Anisah pegat paksa sampe dua kali, daripada pisah karo Anisah bagen mati suka mati loroane” yang artinya Mukidi – Anisah cerai paksa sampai dua kali, dari pada pisah dengan Anisah lebih baik mati harus mati dua-duanya.

Pada saat melakukan aksinya, pelaku menggunakan sebilah golok yang sengaja di bawanya dari rumah dan kedapatan membawa dua buku surat nikah atas nama Mukidi dan Anisah.

Setelah menjalani perawatan di RS Bhayangkara, pelaku digiring ke Mapolsek Kertasemaya guna dilakukan pemeriksaan dan korban tewas sekitar pukul 09.00 Minggu (31/8) pagi dimakamkan di Tempat Pemakaman Umum (TPU) desa setempat. (tar)

Sumber : Radar Indramayu