*) Sering Dikeluhkan Warga Tidak Pernah Ditanggapi
JATIBARANG—Prediksi akan terjadi kecelakaan secara terus-menerus yang mengintai pengguna jalur pantura di simpang tiga Pilangsari Jatibarang, tampaknya pihak terkait masih belum menanggapi matinya lampu pengatur lalu lintas yang sudah terjadi sejak beberapa bulan lalu.
Akibatnya, Kamis (30/4) sekitar pukul 08.00 tiga mobil dan satu sepeda motor dari tiga arah berlawanan terlibat tabrakan yang diduga karena dipersimpangan tersebut tidak dilengkapi dengan lampu pengatur lalu lintas hingga pengendara saling berebut jalur.
Berdasarkan keterangan di lokasi, peristiwa tabrakan beruntun tersebut berawal ketika mobil Toyota Kijang kapsul nopol D 1830 EP yang dikendarai H Fuad (58) warga Gang 2 Karangampel melaju dari arah Jatibarang yang akan mengambil jalur arah ke Jakarta. Dengan mengikuti sebuah truk colt diesel di depannya yang juga akan mengambil arah yang sama, ketika sebagian badan mobil sudah masuk jalur mendadak dikejutkan dengan laju truk gandeng Mitsubishi nopol E 9502 A yang dikemudikan Suroso (50) warga Tegal Jawa Tengah dari arah Jakarta. “Posisi saya ada di belakang colt diesel, waktu itu saya sudah mulai masuk jalur yang akan menuju arah Jakarta dan langsung ditabrak,” tutur Fuad saat ditemui Radar, kemarin di lokasi.
Entah karena ngantuk atau tidak dapat dikendalikan, truk gandeng tersebut akhirnya dengan keras menghantam bagian pintu pengemudi kijang dan oleng ke kanan. Saat oleng tersebut, ternyata dari arah Cirebon ada mobil Toyota Kijang Sparta nopol E 1502 PE yang dikemudikan Warto (53) warga Desa Sudikampiran Kecamatan Sliyeg sudah dalam posisi berhenti menunggu antrian dengan tujuan akan masuk ke jalur arah Jatibarang.
Tak ayal, Warto pun terkejut dan tidak mampu menghindari hantaman keras truk tersebut, bahkan mobilnya yang sempat terdorong itu menghantam sebuah sebuah sepeda motor bebek yang semula berada di sampingnya. Truk bermuatan makanan ringan jenis wafer yang akhirnya terguling di jalur arah ke Jakarta mengakibatkan jalur dari Cirebon tertutup. Dan sepeda motor yang juga menjadi korban tabrakan tersebut berada di kolong Toyota Kijang Sparta. Anehnya saat dievakuasi warga dengan cara mengangkat mobil untuk mengeluarkan motor itu, pengendaranya langsung kabur entah kemana tanpa meninggalkan jejak. “Jaraknya memang sudah dekat dan saya sulit untuk mengendalikan mobil,” kata Suroso lirih.
Selain lampu pengatur lalu lintas yang sejak lama mati, kondisi memprihatinkan dan membuat suasana angker yakni pada malam hari dengan adanya tiang-tiang penerangan jalan umum (PJU) yang tidak berfungsi sama sekali untuk penerangan. Lucunya, setelah beberapa saat kejadian dan belum dilakukan evakuasi kendaraan, PJU mendadak menyala dan dianggap aneh oleh warga.
Akibat peristiwa tersebut, tiga mobil rusak parah dengan tidak ada korban jiwa. Namun, jalur kedua arah menjadi terganggu hingga lebih dari lima jam, karena jalur ke Jakarta ditutup dan jalur ke Cirebon digunakan untuk dua arah. (tar)
sumber : Radar Indramayu

Tidak ada komentar:
Posting Komentar