


JATIBARANG—Nyawa seorang pengguna jalan kembali melayang sia-sia, dan 3 lainnya mengalami luka serius, Selasa (12/5) sekitar pukul 10.50 di jalur pantura Desa Pilangsari Jatibarang.
Berdasarkan beberapa sumber di TKP, menyebutkan peristiwa terjadinya kecelakaan lalu lintas tersebut bermula ketika sebuah sepeda motor roda tiga (minicar) Kaisar nopol B 7817 OM yang dikemudikan Warsita (21) warga Blok I Desa/Kecamatan Widasari melaju dari arah Cirebon menuju Widasari. Saat itu, minicar tengah mengangkut 9 ekor kambing dan 2 penumpang, Tafrikin (25) dan Masduki (39) yang masih satu kampung dengan pengendaranya. Ketiganya berprofesi sebagai pelaku usaha jual beli kambing.
Ketika sedang asik melaju di jalur pantura Desa Pilangsari Blok Desa, pengendaranya melihat ada lubang jalan yang jika dilalui dapat membahayakan. Berniat menghindari lubang, mendadak dari arah belakang melaju kencang truk box UD nopol B 9486 XQ yang dikendarai Sape’i (37) warga Kampung Kongsi Palasari Kecamatan Legok Tangerang.
Akibatnya, gerobak minicar bagian kanan tersentuh keras oleh bodi truk hingga terpental dan terguling yang terhenti saat menabrak sebuah tiang rumah warga. Masduki dan Tafrikin yang posisinya berada di atas sejumlah kambing tersebut alhasil jatuh tersungkur menghantam kerasnya aspal hitam jalan, dan Warsita terseret bersama sepeda motornya. Tiga korban yang terkapar dan sejumlah kambing segera diamankan warga setempat, ketiganya oleh warga segera dilarikan ke RSIZ Jatibarang. Warsita dan Tafrikin berhasil selamat dari ajal yang mengancam jiwanya dan mengalami luka serius serta adanya patah tulang, tapi mirisnya yang dialami Masduki yang menderita cidera kepala berat dan nyawanya tidak dapat diselamatkan.
Sementara itu, sang sopir truk tanpa alasan yang jelas tetap melajukan kendaraannya ke arah Jakarta. Laporan cepat warga kepada pihak kepolisian, membuahkan hasil pengejaran yang dilakukan unit patroli PJR Jatibarang sampai persimpangan Celeng Lohbener, dan truk berhasil digagalkan kabur dari masalah tersebut. “Melihat ada lubang, saya berusaha menghindar dan langsung ditabrak dari belakang,” tutur Warsita kepada Radar, kemarin.
Pada saat proses evakuasi tubuh dan kendaraan korban, jalur lalu lintas menuju Jakarta mengalami kemacetan. Dan kemacetan yang terjadi tampaknya tidak diindahkan oleh dua bus Luragung Jaya yang melaju kencang dari arah Cirebon. Luragung Jaya Sahara nopol E 7537 Y yang berada di posisi depan tampaknya enggan didahului sesama rekannya yakni Luragung Jaya Talun nopol E 7581 YB.
Ironisnya, barisan antrian kendaraan sontak membuat kaget pengemudi LJ Sahara yang mendadak melakukan pemberhentian yang tetap menghantam bagian belakang truk kontainer, disusul kemudian LJ Talun yang tidak terkendali dan dengan keras menghantam pantat rekan bus di depannya. “Yang saya lihat pada waktu macet, dua bus itu sedang balap-balapan dan terjebak kemacetan di depannya,” kata seorang warga di lokasi.
Dalam peristiwa tabrakan beruntun tersebut melukai seorang penumpang LJ Talun, Is Aisyah (55) warga Desa Bugis Kecamatan Anjatan yang menderita patah tulang iga bagian kiri. “Mobilnya kencang dan saya sampai terjatuh,” katanya. (tar)
sumber : Radar Indramayu

Tidak ada komentar:
Posting Komentar