JATIBARANG—Awak dan penumpang PO Sumber Alam jurusan Jakarta – Jogja dihebohkan dengan diketahuinya seorang penumpang dalam keadaan tidak bernyawa sekitar pukul 20.30, Sabtu (14/3) malam.
Berdasarkan keterangan yang dihimpun Radar, salah satu penumpang yang menemui ajalnya di bangku nomor 17 – 18 bus patas non AC tersebut berjenis kelamin perempuan yang diperkirakan berumur sekitar 50 tahun. Kejadiannya bermula ketika korban terjatuh dari tempat duduknya di sekitar simpang tiga Celeng Lohbener, oleh awak bus dibantu penumpang lainnya korban diangkat dan kembali didudukkan di kursinya.
Namun, rasa penasaran awak bus terhadap kondisi korban, maka dimintanya penumpang yang mengerti untuk mengecek urat nadi korban. Setelah diketahui tidak ada denyut nadi, awak bus berupaya mencari kantor polisi untuk melaporkan kejadian di dalam bus yang hanya mengangkut 14 penumpang itu.
Dan bus yang dikemudikan Slamet (33) warga Cikarang Bekasi bernopol AA 1692 BC dalam perjalanannya mendapati sebuah pos polisi di persimpangan Pilangsari Jatibarang. Ketika berhenti dan menanyakan keberadaan rumah sakit, korban yang sudah dalam keadaan tidak bernyawa pun segera dilarikan dengan harapan dapat tertolong. Dari barang bawaan korban yang hanya terbungkus kantong kresek warna hitam, ditemukan sejumlah pakaian dan dompet kecil yang di dalamnya berisi secarik kertas bertuliskan “Alamat : Dukuh Jatisari Desa/Kelurahan : Gunungsari Kecamatan Karanganyan Kabupaten/Kota : Kebumen Ini alamat Ba Kemi yang di Jawa”, dan disebaliknya terdapat tulisan spidol warna merah “MBA KEMI 081391460161” dengan ukuran kertas sekira 10 X 10 sentimeter.
Dituturkan kondektur bus, Arif (30), saat di terminal Bekasi korban dinaikkan oleh dua orang (laki-laki dan perempuan) dengan cara dipapah yang mengaku hanya sekedar menolong korban dan memberikan keterangan menderita mabuk kendaraan. Dalam perjalanan, korban diketahui tidur pulas sambil ngorok, dan ketika bus melakukan transit di sebuah rumah makan korban tetap tidak beranjak dari tempat duduknya. “Waktu korban jatuh, dengan pertolongan penumpang lainnya korban kembali didudukkan dan atas inisiatif awak bus untuk segera mencari kantor polisi,” kata Arif saat ditanya Radar, dilokasi.
Sementara itu, korban yang mengenakan kaos putih bermotif yang dibalut baju hangat warna hitam bercelana training warna merah dibawah lutut, setelah mendapat pemeriksaan tim medis RSI Zam Zam Jatibarang tidak ditemukan luka dan tanda-tanda kekerasan. Hanya saja dipunggungnya terdapat warna merah garis-garis bekas kerokan. “Diduga sebelumnya korban menderita suatu penyakit, dan untuk mengetahui lebih jauh harus dilakukan visum dulu,” jelas tim dokter RSIZ Jatibarang dr Rezkha Anazri ketika dikonfirmasi Radar. (tar)
sumber : Radar Indramayu

Tidak ada komentar:
Posting Komentar