LOHBENER—Ngemil. Merupakan hal yang kerap dilakukan bagi sebagian orang untuk mengisi kekosongan perut ataupun menjadi hobi yang tidak dapat dihilangkan. Tapi jika tidak teliti dan waspada terhadap makanan yang dikonsumsi urusannya bisa berujung musibah.
Dua warga Desa Pamayahan Kecamatan Lohbener, Kastiman (50) warga RT 15/4 dan Udin (60) RT 1/1, keduanya pedagang dan perajin bambu anyam di jalan raya Lohbener – Indramayu. Ketika keduanya menunggu kedatangan pembeli dan pesanan, sambil minum kopi dibawah cuaca mendung dengan tiupan angin yang sedikit menusuk tulang diselingi dengan mengkonsumsi makanan ringan jenis emping melinjo.
Hangat dari kopi panas yang diminumnya, tanpa disadari keduanya, makanan yang dimakan ternyata mengandung sejenis racun. Datangnya racun tersebut, diduga dari hasil pengolahan yang tidak higienis atau memang sudah kadaluwarsa.
Selang beberapa saat, keduanya mulai merasakan mual dan pusing, kepanikan tersebut akhirnya membuat warga sekitar mulai memberikan pertolongan sekedarnya. Namun, karena kondisi keduanya semakin tidak menentu, oleh pihak keluarganya masing-masing segera dilarikan ke RSIZ Jatibarang.
Di dalam ruang UGD, sekitar pukul 13.00 keduanya semakin dalam kondisi yang mengkhawatirkan, karena tidak sadarkan diri dan tidak dapat mengeluarkan zat beracun dari dalam tubuhnya. Tensi darah yang tinggi, denyut jantung dan nadi yang tidak menentu membuat cemas keluarga yang mendampingi saat itu.
Sementara itu, keterangan medis menyebutkan bahwa keduanya terintoxikasi makanan yang mengakibatkan kondisi korban lemah, dan korban harus mendapat perawatan intensif untuk menyelamatkan nyawanya.
Dituturkan beberapa kerabat korban, keduanya memang benar mengalami kondisi tersebut setelah makan emping melinjo. “Kemasan makanannya saya tidak tahu,” kata Susi, putri korban Udin.
Dikatakan saudara kandung Udin juga, seperti biasanya korban membeli makanan untuk bekal di tempat kerja yang disimpan di bagasi sepeda motor. “Kalau lagi nungguin dagangan, biasanya kang Udin dan Kastiman duduk ngobrol sambil ngopi dan makan cemilan,” tutur adik korban yang enggan menyebutkan namanya.
Hingga berita ini ditulis, kedua korban masih berada dalam pengawasan tim medis di rung UGD RSIZ Jatibarang dalam kondisi masih belum sadarkan diri dan sesekali memuntahkan zat yang diduga beracun. (tar)
sumber : Radar Indramayu

Tidak ada komentar:
Posting Komentar