*) Sakit tak kunjung sembuh “ingin tidur tenang”
JATIBARANG—Kabar menggemparkan sontak menggegerkan warga Desa Bulak Kecamatan Jatibarang dengan ditemukannya jasad manusia yang sudah tidak bernyawa menggantung pada seutas tali, Sabtu (31/1) sekitar pukul 11.30 di dalam rumah.
Keterangan yang diperoleh Radar di lokasi, tubuh tak bernyawa yang menggantung di tengah malam tersebut tidak lain Taspen binti Madrupi (48) warga RT 5/1 Blok Roma Desa Bulak Jatibarang. Diketahuinya korban tewas dalam kondisi tersebut ketika pemilik rumahnya yang merupakan adik korban, Catem (40) terbangun dari tidurnya dan meraba tempat korban yang semula tidur satu ranjang.
Karena tangannya tidak menyentuh tubuh korban dan hanya mendapati selembar kain, maka Catem berniat keluar kamar mencari kakaknya. Namun, baru saja membuka pintu kamar langsung dikagetkan dengan seonggok tubuh manusia yang tergantung pada seutas tali tambang plastik yang disambung kain kerudung.
Terkejut bukan kepalang, teriakan minta tolong yang memecah keheningan tengah malam terdengar oleh banyak warga. Tidak lama kemudian, warga berduyun-duyun mencari tahu mendatangi sumber suara. Tangisan memilukan mengiringi kepergian janda yang dikenal sebagai pedagang rumbah keliling untuk selamanya.
Beberapa saat kemudian, petugas Polsektif Jatibarang yang mendapat laporan warga segera tiba dan mengamankan tempat kejadian perkara (TKP) dengan memasang garis polisi, dan disusul kedatangan tim identifikasi Polres Indramayu.
Dituturkan Catem, sore harinya korban ijin untuk numpang tidur di rumahnya dengan alasan ingin tidur tenang. Dan selama ini yang sering dikeluhkan korban yakni, tidak ada ketenangan saat siang dan malam hari terutama untuk istirahat tidur. Hal tersebut sangat berhubungan dengan penyakit jantung yang dideritanya sejak beberapa tahun silam yang belum juga kunjung sembuh. “Sudah pernah berobat ke 4 dokter spesialis tapi penyakit tidak sembuh-sembuh,” katanya kepada Radar.
Dijelaskannya, sejak selesai berobat kepada sejumlah dokter spesialis jantung tersebut, diputuskannya untuk mengkonsumsi obat-obatan tradisional karena terkendala biaya perobatan yang harus dibayar mahal.
Korban yang melakukan aksi bunuh diri dengan jalan mengakhiri hidupnya menggunakan cara yang tidak wajar tersebut, diduga karena putus asa dalam menghadapi persoalan hidupnya.
Korban berhasil dievakuasi oleh petugas kepolisian dan keluarga sekitar pukul 01.15, dan setelah dilakukan proses identifikasi korban dibawa ke RSIZ Jatibarang guna kepentingan visum.
Saat dikonfirmasi, Kapolsektif Jatibarang AKP Sumari SH menerangkan bahwa korban meninggal dengan cara bunuh diri dengan cara memasang tali tambang plastik dan kain kerudung yang dililitkan pada sebuah batang kayu kerangka rumah. “Jarak anatar kayu yang digunakan untuk menambatkan tambang ke lantai sekitar 3,07 meter. Hasil visum oleh tim medis menerangkan bahwa lidah korban menjulur dan ditemukan kotoran pada dubur, dan pada tali ditemukan simpul hidup,” bebernya. (tar)
sumber : Radar Indramayu

Tidak ada komentar:
Posting Komentar