Sabtu, 25 April 2009

Jalur Pantura Terus Mengintai Korban



JATIBARANG—Pengguna jalan yang melintasi jalur pantura dituntut untuk waspada terhadap kondisi jalan yang kian memprihatinkan. Jika tidak, akibatnya tidak tanggung-tanggung, dari lecet bahkan mengalami kehilangan nyawa untuk selamanya.
Salah satunya Indra Wijaya (23), pengemudi sepeda motor Suzuki Smash nopol B 6997 PDM asal Desa Pepedan Kecamatan Tonjong Kabupaten Brebes ini, Sabtu (18/4) sekitar pukul 12.00 terjebak lubang jalan dan terlempar hingga belasan meter.

Berdasarkan keterangan di lokasi, saat itu Indra yang sedang melakukan perjalanan menuju Jakarta, ketika sedang melaju kencang di jalur pantura Blok Kempluk Desa Pilangsari Kecamatan Jatibarang Indramayu mendadak dikejutkan oleh sebuah angkutan umum yang melakukan pemberhentian mendadak.

Kontan saja, memilih selamat dengan berupaya mengambil jalur kanan arah Jakarta , dan saat kembali mengambil jalur kiri ban motor bagian depannya terperosok ke dalam lubang berbentuk memanjang. Karuan saja motor sangat sulit untuk dikendalikan seperti layaknya kuda liar yang hendak di karantina.

Si pengemudi yang begitu saja terlempar dari jok motor, tak berdaya dengan hantaman jalur yang terbuat dari bahan semen cor tersebut. Ternyata lubang tersebut sering menjebak pengguna jalan, di lokasi tersebut tampak tambalan dengan menggunakan aspal yang sangat tidak sempurna.

Kondisi korban berdarah-darah dan kendaraan yang rusak, beberapa saat kemudian dievakuasi warga ke bahu jalan untuk menghindari kendaraan lain yang padat melintas. “Kondisi jalan yang seperti ini seharusnya dengan cepat mendapat perhatian serius pihak terkait, dan seharusnya juga pihak terkait cepat tanggap jangan menunggu korban banyak dulu baru dilakukan perbaikan,” keluh warga setempat Bambang (27) kepada Radar, kemarin.

Diharapkan warga, seharusnya perbaikan jalan yang dilakukan jangan hanya dipandang sebagai proyek semata untuk mencari keuntungan, tapi dipikirkan juga keselamatan pengguna jalan yang sangat mengharapkan adanya fasilitas umum layak dan memberikan kenyamanan serta keamanan. (tar)

sumber : Radar Indramayu

Tidak ada komentar:

Pembunuhan Sadis

Tewas Dibacok Mantan Suami

*) Dua Kali Kawin Cerai, Ditolak Minta Rujuk Kembali

SUKAGUMIWANG—Aksi yang dilakukan Romeo dalam kisah film Romeo dan Juliet memang menyita perhatian penontonnya, sedangkan yang dilakukan pelaku terhadap mantan istrinya kemarin apakah meniru adegan film tersebut?

Mukidi (32) warga blok Boros desa Gunungsari kecamatan Sukagumiwang tega menghabisi nyawa wanita yang pernah dinikahinya sebanyak dua kali. Anisah (30), yang masih satu desa tewas mengenaskan dengan luka bacok di bagian kepala, leher, punggung dan kaki.

Keterangan yang dihimpun Radar di Tempat Kejadian Perkara (TKP), kejadiannya Sabtu (30/8) sekitar pukul 19.30, berawal saat Anisah sedang duduk di depan warung milik orang tuanya Kasan (50) yang terletak di desa setempat Rt.01/04. Seketika datang Mukidi secara tiba-tiba dan langsung mengayunkan golok yang sengaja dibawanya dari rumah berulang kali ke tubuh Anisah. Korbanpun langsung terkapar tak berdaya menerima hujaman senjata tajam pelaku hingga dilarikan ke RSUD Arjawinangun Cirebon. “Saat kejadian saya lagi ngobrol sama tamu di dalam, tiba-tiba ada suara teriakan orang minta tolong. Setelah saya lihat keluar ternyata anak saya tergeletak dengan banyak darah, dan Mukidi sedang berusaha menusukkan golok ke arah perutnya”, jelas Kasan kepada Radar, kemarin sambil menunjukkan tempat jatuhnya Anisah.

Setelah dilakukan pertolongan medis di RSUD Arjawinangun, ternyata nyawa korban tidak dapat tertolong karena beberapa luka bacok sangat parah dalam jumlah banyak. Dan Mukidi yang berusaha bunuh diri setelah menghabisi nyawa korbannya dapat dihentikan warga, sehingga Mukidi yang nyawanya urung melayang sia-sia juga harus mendapat pertolongan tim medis. Tapi, berbeda dengan korbannya, Mukidi menjalani perawatan tim medis RS Bhayangkara Indramayu dengan tambahan borgol yang mengikat kedua tangannya.

Sumber di TKP mengatakan, Mukidi dan Anisah pernah melakukan pernikahan sebanyak dua kali dan pernikahan yang kedua dilakukan 2006 silam. Dari perkawinan pertamanya sekitar 12 tahun yang lalu, pasangan tersebut telah dikaruniai seorang anak yang kini duduk di bangku kelas 3 Sekolah Dasar (SD). Mukidi yang dikenal warga sekitar sebagai peminum minuman keras dan kerap melakukan perjudian, pada perceraiannya yang kedua berusaha untuk meminta rujuk kembali dengan mantan istrinya.

Namun karena ketidak senangan mantan istri dan keluarganya dengan sikap serta perilaku mabok dan judi pelaku, usahanya untuk dapat rujuk kembali tetap tidak menunjukkan hasil yang diharapkan. Sehingga pelaku nekad untuk melakukan aksi pembunuhan dan mencoba bunuh diri. Hal tersebut dilihat dari tulisan tangan pada selembar kertas yang bercambur noda darah, yang isinya menyebutkan “Mukidi – Anisah pegat paksa sampe dua kali, daripada pisah karo Anisah bagen mati suka mati loroane” yang artinya Mukidi – Anisah cerai paksa sampai dua kali, dari pada pisah dengan Anisah lebih baik mati harus mati dua-duanya.

Pada saat melakukan aksinya, pelaku menggunakan sebilah golok yang sengaja di bawanya dari rumah dan kedapatan membawa dua buku surat nikah atas nama Mukidi dan Anisah.

Setelah menjalani perawatan di RS Bhayangkara, pelaku digiring ke Mapolsek Kertasemaya guna dilakukan pemeriksaan dan korban tewas sekitar pukul 09.00 Minggu (31/8) pagi dimakamkan di Tempat Pemakaman Umum (TPU) desa setempat. (tar)

Sumber : Radar Indramayu