Senin, 15 September 2008

Ngabuburit Di Pantura, Bupati Yance Naik Becak

KERTASEMAYA—Bupati Indramayu H Irianto MS Syafiuddin bersama Hj Anna Sophana menyempatkan diri untuk ngabuburit bersama semua lapisan masyarakatnya di wilayah kecamatan Kertasemaya, Sabtu (13/9).

Dengan menaiki kendaraan roda tiga tenaga manual manusia (becak, red), Bupati Yance dan Ibu Anna berkeliling di pantura Kertasemaya untuk menyapa masyarakatnya yang diikuti ratusan becak yang juga dinaiki Setda Hj. Srie Indrawati serta para kepala SKPD kabupaten Indramayu.

Melewati jalur sepanjang 5 kilometer, rombongan mendapat sambutan hangat warga yang berbaris di sepanjang jalur pantura tersebut. Hal tersebut sangat menyita kendaraan lain yang saat itu melintasi jalur yang tiba-tiba menguning. Setelah menempuh rute yang ditetapkan, Bupati bersama rombongan mengakhiri perjalanannya di kantor camat Kertasemaya.

Kedatangan rombongan yang menggunakan becak disambut antusias warga dengan kemeriahan suasana dan tepuk tangan spontanitas warga, saat melihat figur orang nomor satu di jajaran Pemkab Indramayu bisa berbaur dan merasakan panas teriknya matahari yang rutin dirasakan warga lapisan bawah.

Bertempat di halaman kantor camat setempat, Bupati beserta rombongan melakukan dialog terbuka dengan dihadiri 247 ketua Rt/Rw, 357 tukang becak, 145 anak dari keluarga pra sejahtera serta ratusan warga yang sengaja datang untuk melihat sosok pemimpinnya.

Camat Kertasemaya Aan Kustiawan S.Sos dalam sambutannya mengatakan, sebanyak 400 anak didik sekolah dasar hingga menengah atas sebelumnya telah mendapatkan bantuan pendidikan yang sumber dananya berasal dari hasil zakat profesi di lingkungan pemerintah kecamatan berupa perlengkapan sekolah. “Kami sangat bersyukur dapat mengumpulkan dana zakat profesi, yang selanjutnya kami mengaplikasikannya untuk bantuan pelaksanaan pendidikan terhadap murid dan siswa kurang mampu. Sehingga dengan bantuan yang kami berikan dapat dimanfaatkan sebaik-baiknya untuk kemajuan pendidikan di Kertasemaya dan Indramayu umumnya”, ujarnya.

Sedangkan ratusan paket sembako yang dibagikan langsung oleh Bupati Yance, diterima seutuhnya oleh penerimanya yakni para tukang becak di wilayah kecamatan kertasemaya. Juga bantuan pendidikan bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu yang mengharapkan mendapat pendidikan yang layak. “Kami sangat berharap, bahwa pembangunan di Indramayu harus terus dilanjutkan yang tujuan utamanya untuk memberikan kesejahteraan dan kemakmuran rakyat. Sehingga jangan mudah terbawa arus yang dapat menjerumuskan rakyat menjadi sengsara. Untuk itu, bagi masyarakat apabila menginginkan pembangunan tetap berlanjut, maka harus sepenuh hati mendukung suksesnya Pemilu pada April 2009 nanti”, tegasnya.

Jadi, menurut Yance, kemakmuran dan kesejahteraan masyarakat Indramayu yang selalu dinomor satukan, selayaknya bagi warga harus turut andil untuk dapat memenangkan partai Golkar. (tar)

sumber : Radar Indramayu

Tidak ada komentar:

Pembunuhan Sadis

Tewas Dibacok Mantan Suami

*) Dua Kali Kawin Cerai, Ditolak Minta Rujuk Kembali

SUKAGUMIWANG—Aksi yang dilakukan Romeo dalam kisah film Romeo dan Juliet memang menyita perhatian penontonnya, sedangkan yang dilakukan pelaku terhadap mantan istrinya kemarin apakah meniru adegan film tersebut?

Mukidi (32) warga blok Boros desa Gunungsari kecamatan Sukagumiwang tega menghabisi nyawa wanita yang pernah dinikahinya sebanyak dua kali. Anisah (30), yang masih satu desa tewas mengenaskan dengan luka bacok di bagian kepala, leher, punggung dan kaki.

Keterangan yang dihimpun Radar di Tempat Kejadian Perkara (TKP), kejadiannya Sabtu (30/8) sekitar pukul 19.30, berawal saat Anisah sedang duduk di depan warung milik orang tuanya Kasan (50) yang terletak di desa setempat Rt.01/04. Seketika datang Mukidi secara tiba-tiba dan langsung mengayunkan golok yang sengaja dibawanya dari rumah berulang kali ke tubuh Anisah. Korbanpun langsung terkapar tak berdaya menerima hujaman senjata tajam pelaku hingga dilarikan ke RSUD Arjawinangun Cirebon. “Saat kejadian saya lagi ngobrol sama tamu di dalam, tiba-tiba ada suara teriakan orang minta tolong. Setelah saya lihat keluar ternyata anak saya tergeletak dengan banyak darah, dan Mukidi sedang berusaha menusukkan golok ke arah perutnya”, jelas Kasan kepada Radar, kemarin sambil menunjukkan tempat jatuhnya Anisah.

Setelah dilakukan pertolongan medis di RSUD Arjawinangun, ternyata nyawa korban tidak dapat tertolong karena beberapa luka bacok sangat parah dalam jumlah banyak. Dan Mukidi yang berusaha bunuh diri setelah menghabisi nyawa korbannya dapat dihentikan warga, sehingga Mukidi yang nyawanya urung melayang sia-sia juga harus mendapat pertolongan tim medis. Tapi, berbeda dengan korbannya, Mukidi menjalani perawatan tim medis RS Bhayangkara Indramayu dengan tambahan borgol yang mengikat kedua tangannya.

Sumber di TKP mengatakan, Mukidi dan Anisah pernah melakukan pernikahan sebanyak dua kali dan pernikahan yang kedua dilakukan 2006 silam. Dari perkawinan pertamanya sekitar 12 tahun yang lalu, pasangan tersebut telah dikaruniai seorang anak yang kini duduk di bangku kelas 3 Sekolah Dasar (SD). Mukidi yang dikenal warga sekitar sebagai peminum minuman keras dan kerap melakukan perjudian, pada perceraiannya yang kedua berusaha untuk meminta rujuk kembali dengan mantan istrinya.

Namun karena ketidak senangan mantan istri dan keluarganya dengan sikap serta perilaku mabok dan judi pelaku, usahanya untuk dapat rujuk kembali tetap tidak menunjukkan hasil yang diharapkan. Sehingga pelaku nekad untuk melakukan aksi pembunuhan dan mencoba bunuh diri. Hal tersebut dilihat dari tulisan tangan pada selembar kertas yang bercambur noda darah, yang isinya menyebutkan “Mukidi – Anisah pegat paksa sampe dua kali, daripada pisah karo Anisah bagen mati suka mati loroane” yang artinya Mukidi – Anisah cerai paksa sampai dua kali, dari pada pisah dengan Anisah lebih baik mati harus mati dua-duanya.

Pada saat melakukan aksinya, pelaku menggunakan sebilah golok yang sengaja di bawanya dari rumah dan kedapatan membawa dua buku surat nikah atas nama Mukidi dan Anisah.

Setelah menjalani perawatan di RS Bhayangkara, pelaku digiring ke Mapolsek Kertasemaya guna dilakukan pemeriksaan dan korban tewas sekitar pukul 09.00 Minggu (31/8) pagi dimakamkan di Tempat Pemakaman Umum (TPU) desa setempat. (tar)

Sumber : Radar Indramayu