

KERTASEMAYA—Insiden maut yang terjadi Minggu (28/9) sekitar pukul 18.17 antara kereta api tambahan lebaran Bengawan jurusan Pasar Senen – Solo Balapan dengan nomor KA 7150 nomor lokomotif CC 2160 dengan sebuah kendaraan Isuzu travel BNP2TKI milik perusahaan angkutan jasa Garuda Biru nopol B 7460 IP, menewaskan 5 penumpang dan 3 lainnya dalam kondisi kritis.
Berdasarkan informasi yang dihimpun Radar di lokasi menyebutkan, peristiwa tersebut berawal ketika sebuah travel naas tersebut hendak menyeberang di pintu perlintasan kereta api Desa Jengkok Kertasemaya yang tidak berpalang pintu pengaman, hanya saja dilengkapi dengan lampu tanda sinyal kereta api lewat.
Dengan situasi yang sangat gelap, travel tersebut saat memasuki pintu perlintasan dari arah barat menuju timur diperlintasan menyerobot masuk dan tak ayal kereta api yang melaju kencang dari arah Jakarta seketika menyambar dengan kencang, hingga mengakibatkan travel tidak berbentuk dan terseret hingga sejauh 50 meter.
Seorang saksi mata di sekitar TKP mengatakan, pada saat terjadinya peristiwa naas tersebut, saksi melihat lampu sinyal tanda kereta api akan lewat pada saat duduk di depan rumah sehabis berbuka puasa. “Padahal di depannya ada sepeda motor yang lagi berhenti nunggu kereta lewat, tapi mobilnya malah nyalip motor ojeg dan langsung nyebrang dan terjadilah kecelakaan itu,” ungkap Didin (41) saat ditanya Radar, semalam di lokasi.
Kecelakaan maut yang merenggut langsung 5 nyawa tersebut, kasusnya langsung ditangani Polres Indramayu. Dan nama-nama korban diantaranya, Dalih Idris (42) yang diketahui seorang sopir, Rohayati (24)warga Desa Gadingan RT.20/01 Kecamatan Sliyeg Indramayu, Castinih (36) asal Desa Rambatan Kulon Kecamatan Lohbener Indramayu, dan dua lainnya belum diketahui identitasnya yang terdiri dari seorang laki-laki dan perempuan.
Sementara itu, korban kritis yakni Isrofah (26) asal Desa/Kecamatan Karangampel Rt.08/01 Indramayu, Kemi (41) Kelurahan Lontar Kecamatan Tirtayasa dan Zamroni (36) Kelurahan Tugu Selatan Jakarta Utara.
Sedangkan kereta api maut yang menewaskan TKW yang hendak pulang ke kampong halamannya itu diketahui masinisnya bernama Sudarsono dengan asisten Paiman. (tar)
sumber : Radar Indramayu

Tidak ada komentar:
Posting Komentar