Minggu, 28 September 2008

Travel Disambar Kereta 5 Tewas Dan 3 Kritis



KERTASEMAYA—Insiden maut yang terjadi Minggu (28/9) sekitar pukul 18.17 antara kereta api tambahan lebaran Bengawan jurusan Pasar Senen – Solo Balapan dengan nomor KA 7150 nomor lokomotif CC 2160 dengan sebuah kendaraan Isuzu travel BNP2TKI milik perusahaan angkutan jasa Garuda Biru nopol B 7460 IP, menewaskan 5 penumpang dan 3 lainnya dalam kondisi kritis.

Berdasarkan informasi yang dihimpun Radar di lokasi menyebutkan, peristiwa tersebut berawal ketika sebuah travel naas tersebut hendak menyeberang di pintu perlintasan kereta api Desa Jengkok Kertasemaya yang tidak berpalang pintu pengaman, hanya saja dilengkapi dengan lampu tanda sinyal kereta api lewat.

Dengan situasi yang sangat gelap, travel tersebut saat memasuki pintu perlintasan dari arah barat menuju timur diperlintasan menyerobot masuk dan tak ayal kereta api yang melaju kencang dari arah Jakarta seketika menyambar dengan kencang, hingga mengakibatkan travel tidak berbentuk dan terseret hingga sejauh 50 meter.

Seorang saksi mata di sekitar TKP mengatakan, pada saat terjadinya peristiwa naas tersebut, saksi melihat lampu sinyal tanda kereta api akan lewat pada saat duduk di depan rumah sehabis berbuka puasa. “Padahal di depannya ada sepeda motor yang lagi berhenti nunggu kereta lewat, tapi mobilnya malah nyalip motor ojeg dan langsung nyebrang dan terjadilah kecelakaan itu,” ungkap Didin (41) saat ditanya Radar, semalam di lokasi.

Kecelakaan maut yang merenggut langsung 5 nyawa tersebut, kasusnya langsung ditangani Polres Indramayu. Dan nama-nama korban diantaranya, Dalih Idris (42) yang diketahui seorang sopir, Rohayati (24)warga Desa Gadingan RT.20/01 Kecamatan Sliyeg Indramayu, Castinih (36) asal Desa Rambatan Kulon Kecamatan Lohbener Indramayu, dan dua lainnya belum diketahui identitasnya yang terdiri dari seorang laki-laki dan perempuan.

Sementara itu, korban kritis yakni Isrofah (26) asal Desa/Kecamatan Karangampel Rt.08/01 Indramayu, Kemi (41) Kelurahan Lontar Kecamatan Tirtayasa dan Zamroni (36) Kelurahan Tugu Selatan Jakarta Utara.

Sedangkan kereta api maut yang menewaskan TKW yang hendak pulang ke kampong halamannya itu diketahui masinisnya bernama Sudarsono dengan asisten Paiman. (tar)

sumber : Radar Indramayu

Tidak ada komentar:

Pembunuhan Sadis

Tewas Dibacok Mantan Suami

*) Dua Kali Kawin Cerai, Ditolak Minta Rujuk Kembali

SUKAGUMIWANG—Aksi yang dilakukan Romeo dalam kisah film Romeo dan Juliet memang menyita perhatian penontonnya, sedangkan yang dilakukan pelaku terhadap mantan istrinya kemarin apakah meniru adegan film tersebut?

Mukidi (32) warga blok Boros desa Gunungsari kecamatan Sukagumiwang tega menghabisi nyawa wanita yang pernah dinikahinya sebanyak dua kali. Anisah (30), yang masih satu desa tewas mengenaskan dengan luka bacok di bagian kepala, leher, punggung dan kaki.

Keterangan yang dihimpun Radar di Tempat Kejadian Perkara (TKP), kejadiannya Sabtu (30/8) sekitar pukul 19.30, berawal saat Anisah sedang duduk di depan warung milik orang tuanya Kasan (50) yang terletak di desa setempat Rt.01/04. Seketika datang Mukidi secara tiba-tiba dan langsung mengayunkan golok yang sengaja dibawanya dari rumah berulang kali ke tubuh Anisah. Korbanpun langsung terkapar tak berdaya menerima hujaman senjata tajam pelaku hingga dilarikan ke RSUD Arjawinangun Cirebon. “Saat kejadian saya lagi ngobrol sama tamu di dalam, tiba-tiba ada suara teriakan orang minta tolong. Setelah saya lihat keluar ternyata anak saya tergeletak dengan banyak darah, dan Mukidi sedang berusaha menusukkan golok ke arah perutnya”, jelas Kasan kepada Radar, kemarin sambil menunjukkan tempat jatuhnya Anisah.

Setelah dilakukan pertolongan medis di RSUD Arjawinangun, ternyata nyawa korban tidak dapat tertolong karena beberapa luka bacok sangat parah dalam jumlah banyak. Dan Mukidi yang berusaha bunuh diri setelah menghabisi nyawa korbannya dapat dihentikan warga, sehingga Mukidi yang nyawanya urung melayang sia-sia juga harus mendapat pertolongan tim medis. Tapi, berbeda dengan korbannya, Mukidi menjalani perawatan tim medis RS Bhayangkara Indramayu dengan tambahan borgol yang mengikat kedua tangannya.

Sumber di TKP mengatakan, Mukidi dan Anisah pernah melakukan pernikahan sebanyak dua kali dan pernikahan yang kedua dilakukan 2006 silam. Dari perkawinan pertamanya sekitar 12 tahun yang lalu, pasangan tersebut telah dikaruniai seorang anak yang kini duduk di bangku kelas 3 Sekolah Dasar (SD). Mukidi yang dikenal warga sekitar sebagai peminum minuman keras dan kerap melakukan perjudian, pada perceraiannya yang kedua berusaha untuk meminta rujuk kembali dengan mantan istrinya.

Namun karena ketidak senangan mantan istri dan keluarganya dengan sikap serta perilaku mabok dan judi pelaku, usahanya untuk dapat rujuk kembali tetap tidak menunjukkan hasil yang diharapkan. Sehingga pelaku nekad untuk melakukan aksi pembunuhan dan mencoba bunuh diri. Hal tersebut dilihat dari tulisan tangan pada selembar kertas yang bercambur noda darah, yang isinya menyebutkan “Mukidi – Anisah pegat paksa sampe dua kali, daripada pisah karo Anisah bagen mati suka mati loroane” yang artinya Mukidi – Anisah cerai paksa sampai dua kali, dari pada pisah dengan Anisah lebih baik mati harus mati dua-duanya.

Pada saat melakukan aksinya, pelaku menggunakan sebilah golok yang sengaja di bawanya dari rumah dan kedapatan membawa dua buku surat nikah atas nama Mukidi dan Anisah.

Setelah menjalani perawatan di RS Bhayangkara, pelaku digiring ke Mapolsek Kertasemaya guna dilakukan pemeriksaan dan korban tewas sekitar pukul 09.00 Minggu (31/8) pagi dimakamkan di Tempat Pemakaman Umum (TPU) desa setempat. (tar)

Sumber : Radar Indramayu