Minggu, 07 September 2008

PKL Biang Macet

PKL Membandel, Lapak Dibongkar Paksa

JATIBARANG—Toleransi yang diberikan Muspika Jatibarang terhadap para pedagang kaki lima (PKL) di sepanjang jalan Mayor Dasuki Rabu (3/9) kemarin, yang dilaksanakan melalui sosialisasi penertiban pasar tumpah kepada semua pedagang untuk tidak berjualan di sepanjang jalur rawan macet tersebut.

Namun, pantauan Radar pada Minggu (7/9), masih ada beberapa pedagang yang tidak mengindahkan adanya sosialisasi penertiban dengan tetap membandel membuka lapak dagangannya di atas bahu jalan. Sehingga petugas gabungan yang dipimpin langsung Kapolsektif AKP Sumari SH dan Danramil Kapten (Inf) Gatot Teguh sesuai dengan ketegasannya dalam sosialisasi kemarin langsung melakukan penertiban dengan tidak adanya toleransi yang kedua.

Untuk tetap terciptanya Jatibarang terhindar dari kesemrawutan yang ditimbulkan adanya pasar tumpah, petugas yang terdiri dari Sat Pol PP kecamatan, petugas Polsektif setempat serta petugas Koramil Jatibarang, terus berjaga-jaga di sepanjang jalur tersebut. Pasalnya, langkah penertiban yang sudah dilakukan sejak pagi buta itu akan sia-sia dan dipastikan pedagang akan kembali membuka lapaknya jika petugas tidak standby dilokasi.

Sementara itu, petugas juga tidak hanya menertibkan kesemrawutan pasar tumpah, kendaraan yang diparkir disepanjang jalur tersebut sekaligus ditertibkan dengan tujuan untuk lebih menjaga keamanan, ketertiban serta kelancaran lalu lintas (kamtibcarlantas). “Yang kita lakukan pertama kali adalah menertibkan pedagang pasar tumpah yang membuka lapak di sepanjang bahu jalan untuk tidak berjualan di tempat tersebut, dan selanjutnya sasarannya penertiban kendaraan parkir”, papar Sumari didampingi Gatot kepada Radar, kemarin di lokasi.

Dikatakannya, dengan dapat dipindahkannya PKL pasar tumpah tersebut diharapkan akan memberikan dampak positif terhadap kamtibcarlantas. “Kami sangat mengharapkan kesadaran para pedagang untuk bersama-sama menjaga situasi kondusif di Jatibarang, karena bahu jalan bukan tempat untuk berjualan”, ujarnya.

Selain itu, dengan membuka lapak dagangan di pinggir jalan bahkan ada yang menggunakan sebagian badan jalan, sehingga bahaya yang mengancam bukan saja mengintai pribadi pedagang tapi juga terhadap keselamatan para pengunjungnya.(tar)

sumber : Radar Indramayu

Tidak ada komentar:

Pembunuhan Sadis

Tewas Dibacok Mantan Suami

*) Dua Kali Kawin Cerai, Ditolak Minta Rujuk Kembali

SUKAGUMIWANG—Aksi yang dilakukan Romeo dalam kisah film Romeo dan Juliet memang menyita perhatian penontonnya, sedangkan yang dilakukan pelaku terhadap mantan istrinya kemarin apakah meniru adegan film tersebut?

Mukidi (32) warga blok Boros desa Gunungsari kecamatan Sukagumiwang tega menghabisi nyawa wanita yang pernah dinikahinya sebanyak dua kali. Anisah (30), yang masih satu desa tewas mengenaskan dengan luka bacok di bagian kepala, leher, punggung dan kaki.

Keterangan yang dihimpun Radar di Tempat Kejadian Perkara (TKP), kejadiannya Sabtu (30/8) sekitar pukul 19.30, berawal saat Anisah sedang duduk di depan warung milik orang tuanya Kasan (50) yang terletak di desa setempat Rt.01/04. Seketika datang Mukidi secara tiba-tiba dan langsung mengayunkan golok yang sengaja dibawanya dari rumah berulang kali ke tubuh Anisah. Korbanpun langsung terkapar tak berdaya menerima hujaman senjata tajam pelaku hingga dilarikan ke RSUD Arjawinangun Cirebon. “Saat kejadian saya lagi ngobrol sama tamu di dalam, tiba-tiba ada suara teriakan orang minta tolong. Setelah saya lihat keluar ternyata anak saya tergeletak dengan banyak darah, dan Mukidi sedang berusaha menusukkan golok ke arah perutnya”, jelas Kasan kepada Radar, kemarin sambil menunjukkan tempat jatuhnya Anisah.

Setelah dilakukan pertolongan medis di RSUD Arjawinangun, ternyata nyawa korban tidak dapat tertolong karena beberapa luka bacok sangat parah dalam jumlah banyak. Dan Mukidi yang berusaha bunuh diri setelah menghabisi nyawa korbannya dapat dihentikan warga, sehingga Mukidi yang nyawanya urung melayang sia-sia juga harus mendapat pertolongan tim medis. Tapi, berbeda dengan korbannya, Mukidi menjalani perawatan tim medis RS Bhayangkara Indramayu dengan tambahan borgol yang mengikat kedua tangannya.

Sumber di TKP mengatakan, Mukidi dan Anisah pernah melakukan pernikahan sebanyak dua kali dan pernikahan yang kedua dilakukan 2006 silam. Dari perkawinan pertamanya sekitar 12 tahun yang lalu, pasangan tersebut telah dikaruniai seorang anak yang kini duduk di bangku kelas 3 Sekolah Dasar (SD). Mukidi yang dikenal warga sekitar sebagai peminum minuman keras dan kerap melakukan perjudian, pada perceraiannya yang kedua berusaha untuk meminta rujuk kembali dengan mantan istrinya.

Namun karena ketidak senangan mantan istri dan keluarganya dengan sikap serta perilaku mabok dan judi pelaku, usahanya untuk dapat rujuk kembali tetap tidak menunjukkan hasil yang diharapkan. Sehingga pelaku nekad untuk melakukan aksi pembunuhan dan mencoba bunuh diri. Hal tersebut dilihat dari tulisan tangan pada selembar kertas yang bercambur noda darah, yang isinya menyebutkan “Mukidi – Anisah pegat paksa sampe dua kali, daripada pisah karo Anisah bagen mati suka mati loroane” yang artinya Mukidi – Anisah cerai paksa sampai dua kali, dari pada pisah dengan Anisah lebih baik mati harus mati dua-duanya.

Pada saat melakukan aksinya, pelaku menggunakan sebilah golok yang sengaja di bawanya dari rumah dan kedapatan membawa dua buku surat nikah atas nama Mukidi dan Anisah.

Setelah menjalani perawatan di RS Bhayangkara, pelaku digiring ke Mapolsek Kertasemaya guna dilakukan pemeriksaan dan korban tewas sekitar pukul 09.00 Minggu (31/8) pagi dimakamkan di Tempat Pemakaman Umum (TPU) desa setempat. (tar)

Sumber : Radar Indramayu