Kamis, 04 September 2008

TKW Tewas


TKW Jambe Tewas Di Kuwait

KERTASEMAYA—Kediaman Hj.Barinah (65) yang sudah beberapa tahun silam ditinggal suaminya H.Sali (alm) yang terletak di Blok Tangsi Rt.05/02 desa Jambe kecamatan Kertasemaya, Selasa (2/9) malam tampak ramai dikunjungi warga setempat.

Diketahui koran ini, warga yang terus berdatangan ke rumah tersebut tidak lain untuk menyambut kedatangan jenazah TKW Sri Rahayu (35) yang dikabarkan tewas di negara Kuwait pada 27 Juli lalu.

Pantauan Radar, kerumunan warga yang berada didalam maupun diluar rumah duka tampak gelisah menanti kedatangan jenazah, persiapanpun dilakukan sedemikian rupa. Bahkan, lubang kubur sudah digali dan selesai dipersiapkan keluarga bersama warga setempat di tempat pemakaman umum (TPU) desa setempat. Ibu korban, Hj.Barinah masih terlihat tegar menunggu tibanya putri kesayangannya.

Setelah menunggu beberapa jam, tepat pukul 23.25 wib kendaraan jenis ambulan milik RS Syahid Al-Irsyad Al-Islamiyyah Haurgeulis Indramayu nopol E 8910 PH tiba di rumah duka dan disambut jerit tangis keluarga dan kerabat korban.

Menurut Hj.Barinah, putrinya yang bekerja sebagai TKW di Kuwait diberangkatkan oleh PJTKI di Jakarta yakni PT Kurnia Sumberduta Sejahtera dua tahun silam. Dalam perbincangannya antara ibu dan anak tersebut beberapa waktu lalu melalui sambungan telepon, Sri pernah sakit dan harus dilakukan operasi sebanyak 2 kali karena menderita kanker payudara di sebuah rumah sakit di Kuwait. Bahkan, almarhumah juga berpesan, jika suatu saat nyawanya dicabut yang maha kuasa, maka keluarga jangan pernah menyalahkan siapapun. “Sri sakit di Kuwait dan menjalani operasi dua kali, dan barangkali peristiwa ini sudah menjadi kodrat dan takdir-Nya saya rela dan ikhlas”, kata Barinah saat ditanya Radar, kemarin sesaat sebelum jenazah datang.

Jenazah Sri yang tiba dengan terbungkus peti mati setelah beberapa saat disemayamkan, selesai dishalatkan dan langsung dimakamkan di TPU desa setempat. (tar)


sumber : Radar Indramayu

1 komentar:

Hayati mengatakan...

Saya ucapkan banyak terima kasih kepada MBAH RENGILI yang telah membantu saya melalui dana ghaib dan alhamdulillah saya sudah sukses ini atas bantuan MBAH RENGILI dan alhamdulillah itu semuaya terbukti bahkan beliau juga membantu saya minyak penarik kepada saya dan katanya minyak ini bisa digunakan untuk berbagai jenis keperluan dan baru kali ini saya temukan paranormal yang bisa dipercaya bagi saudara2 yang mau di bantu sama MBAH RENGILI silahkan hubungi 085288817570.Buka Blok Mbah Rengili

Pembunuhan Sadis

Tewas Dibacok Mantan Suami

*) Dua Kali Kawin Cerai, Ditolak Minta Rujuk Kembali

SUKAGUMIWANG—Aksi yang dilakukan Romeo dalam kisah film Romeo dan Juliet memang menyita perhatian penontonnya, sedangkan yang dilakukan pelaku terhadap mantan istrinya kemarin apakah meniru adegan film tersebut?

Mukidi (32) warga blok Boros desa Gunungsari kecamatan Sukagumiwang tega menghabisi nyawa wanita yang pernah dinikahinya sebanyak dua kali. Anisah (30), yang masih satu desa tewas mengenaskan dengan luka bacok di bagian kepala, leher, punggung dan kaki.

Keterangan yang dihimpun Radar di Tempat Kejadian Perkara (TKP), kejadiannya Sabtu (30/8) sekitar pukul 19.30, berawal saat Anisah sedang duduk di depan warung milik orang tuanya Kasan (50) yang terletak di desa setempat Rt.01/04. Seketika datang Mukidi secara tiba-tiba dan langsung mengayunkan golok yang sengaja dibawanya dari rumah berulang kali ke tubuh Anisah. Korbanpun langsung terkapar tak berdaya menerima hujaman senjata tajam pelaku hingga dilarikan ke RSUD Arjawinangun Cirebon. “Saat kejadian saya lagi ngobrol sama tamu di dalam, tiba-tiba ada suara teriakan orang minta tolong. Setelah saya lihat keluar ternyata anak saya tergeletak dengan banyak darah, dan Mukidi sedang berusaha menusukkan golok ke arah perutnya”, jelas Kasan kepada Radar, kemarin sambil menunjukkan tempat jatuhnya Anisah.

Setelah dilakukan pertolongan medis di RSUD Arjawinangun, ternyata nyawa korban tidak dapat tertolong karena beberapa luka bacok sangat parah dalam jumlah banyak. Dan Mukidi yang berusaha bunuh diri setelah menghabisi nyawa korbannya dapat dihentikan warga, sehingga Mukidi yang nyawanya urung melayang sia-sia juga harus mendapat pertolongan tim medis. Tapi, berbeda dengan korbannya, Mukidi menjalani perawatan tim medis RS Bhayangkara Indramayu dengan tambahan borgol yang mengikat kedua tangannya.

Sumber di TKP mengatakan, Mukidi dan Anisah pernah melakukan pernikahan sebanyak dua kali dan pernikahan yang kedua dilakukan 2006 silam. Dari perkawinan pertamanya sekitar 12 tahun yang lalu, pasangan tersebut telah dikaruniai seorang anak yang kini duduk di bangku kelas 3 Sekolah Dasar (SD). Mukidi yang dikenal warga sekitar sebagai peminum minuman keras dan kerap melakukan perjudian, pada perceraiannya yang kedua berusaha untuk meminta rujuk kembali dengan mantan istrinya.

Namun karena ketidak senangan mantan istri dan keluarganya dengan sikap serta perilaku mabok dan judi pelaku, usahanya untuk dapat rujuk kembali tetap tidak menunjukkan hasil yang diharapkan. Sehingga pelaku nekad untuk melakukan aksi pembunuhan dan mencoba bunuh diri. Hal tersebut dilihat dari tulisan tangan pada selembar kertas yang bercambur noda darah, yang isinya menyebutkan “Mukidi – Anisah pegat paksa sampe dua kali, daripada pisah karo Anisah bagen mati suka mati loroane” yang artinya Mukidi – Anisah cerai paksa sampai dua kali, dari pada pisah dengan Anisah lebih baik mati harus mati dua-duanya.

Pada saat melakukan aksinya, pelaku menggunakan sebilah golok yang sengaja di bawanya dari rumah dan kedapatan membawa dua buku surat nikah atas nama Mukidi dan Anisah.

Setelah menjalani perawatan di RS Bhayangkara, pelaku digiring ke Mapolsek Kertasemaya guna dilakukan pemeriksaan dan korban tewas sekitar pukul 09.00 Minggu (31/8) pagi dimakamkan di Tempat Pemakaman Umum (TPU) desa setempat. (tar)

Sumber : Radar Indramayu