Selasa, 30 September 2008

2 Mr X Dibawa Pulang Keluarga

*) Satu Korbannya Penumpang KA

JATIBARANG—Dua orang korban yang belum diketahui identitasnya kemarin, yang terdiri dari seorang laki-laki dan satunya lagi berjenis kelamin perempuan. Senin (29/9) dini hari terungkap jelas identitas dua korban tewas yang terbaring di kamar mayat RSI Zam Zam Jatibarang.

Jasad perempuan tersebut ternyata seorang TKW yang bernama Emi Hendrayani (18) asal Desa Mekarjaya RT 19/14 Haurgeulis Indramayu, Senin pagi sekitar pukul 07.30 dibawa pulang pihak keluarga ke rumah duka untuk segera dimakamkan.

Dan satu jasad lagi dengan jenis kelamin laki-laki, yang pada awalnya diduga sebagai salah satu penumpang travel maut itu ternyata tidak termasuk dalam data penumpang travel. Hanya saja, belakangan jasad pria bernasib tragis tersebut diketahui identitasnya oleh petugas dengan nama Angga Albar Wicaksono (24) warga Desa Kerticala Tukdana Indramayu, yang pada saat peristiwa tersebut korban sebagai penumpang KA. Dan dibawa pulang ke rumah duka Senin siang pukul 11.30 oleh keluarganya.

Dijelaskan keluarga korban, Angga yang bekerja di Pabrik Gula (PG) Jatitujuh Majalengka tersebut melakukan perjalanan mudik ke daerah asalnya di Jogjakarta dengan menggunakan angkutan jasa kereta api Tambahan Lebaran Bengawan Solo jurusan Pasar Senen – Solo Balapan. “Salah satu jasad korban tewas memang benar Almarhum Angga yang akan mudik ke Jogja menggunakan angkutan kereta api,” terang Hadi Mulyono (24) yang merupakan saudara korban saat ditanya Radar, kemarin disela-sela pengurusan surat kematian di RSIZ Jatibarang.

Sedangkan 3 korban luka salah satunya Isrofah (26) yang merupakan TKW yang akan pulang ke rumahnya di Sendang Karangampel, hingga kini masih menjalani perawatan intensif tim medis RSIZ Jatibarang.

Sementara itu, 2 korban luka lainnya yakni Kemi (41) dirujuk ke RS Bhayangkara Losarang Indramayu dan Zamro’i (36) dirujuk ke RS Pelabuhan Cirebon . (tar)



Daftar nama TKW penumpang Travel BNP2TKI nopol B 7460 IP dari Bandara :
1. Rohayati (24) warga Desa Gadingan RT 20/01 Kecamatan Sliyeg Indramayu
2. Isrofah (26) warga Sendang Karangampel Indramayu
3. Castinih (36) warga Desa Rambatan Kulon Lohbener Indramayu
4. Emi Hendrayani (18) warga Desa Mekarjaya RT 19/14 Haurgeulis Indramayu
5. Salkah, warga Cirebon
6. Anirah, warga Karanganyar Cirebon
7. Nurtati, warga Kejuden Cirebon
8. Uripah, warga Bojongkulon Cirebon
9. Sukeli, warga Tersana Sukagumiwang Cirebon

Daftar nama Sopir travel naas :
1. M Dalih Idris (42)
2. Kemi (41)
3. Zamroi (36)


Daftar nama korban Tewas Travel vs Kereta Api :1. M Dalih Idris
2. Rohayati
3. Castinih
4. Emi Hendrayani
5. Angga Albar Wicaksono (24), warga Desa Kerticala Tukdana Indramayu (penumpang KA)
6. Tasiman (35), warga Desa Wonokromo Alian Kebumen (penumpang KA)

Nama korban luka :
1. Zamroi, dirujuk ke RS Bhayangkara Indramayu
2. Isrofah, dirawat di RSI Zam Zam Jatibarang Indramayu
3. Kemi, dirujuk ke RS Pelabuhan Cirebon
4. Prasetyo (24), penumpang KA
5. Mr X, penumpang KA

sumber : Radar Indramayu - Radar Cirebon

Tidak ada komentar:

Pembunuhan Sadis

Tewas Dibacok Mantan Suami

*) Dua Kali Kawin Cerai, Ditolak Minta Rujuk Kembali

SUKAGUMIWANG—Aksi yang dilakukan Romeo dalam kisah film Romeo dan Juliet memang menyita perhatian penontonnya, sedangkan yang dilakukan pelaku terhadap mantan istrinya kemarin apakah meniru adegan film tersebut?

Mukidi (32) warga blok Boros desa Gunungsari kecamatan Sukagumiwang tega menghabisi nyawa wanita yang pernah dinikahinya sebanyak dua kali. Anisah (30), yang masih satu desa tewas mengenaskan dengan luka bacok di bagian kepala, leher, punggung dan kaki.

Keterangan yang dihimpun Radar di Tempat Kejadian Perkara (TKP), kejadiannya Sabtu (30/8) sekitar pukul 19.30, berawal saat Anisah sedang duduk di depan warung milik orang tuanya Kasan (50) yang terletak di desa setempat Rt.01/04. Seketika datang Mukidi secara tiba-tiba dan langsung mengayunkan golok yang sengaja dibawanya dari rumah berulang kali ke tubuh Anisah. Korbanpun langsung terkapar tak berdaya menerima hujaman senjata tajam pelaku hingga dilarikan ke RSUD Arjawinangun Cirebon. “Saat kejadian saya lagi ngobrol sama tamu di dalam, tiba-tiba ada suara teriakan orang minta tolong. Setelah saya lihat keluar ternyata anak saya tergeletak dengan banyak darah, dan Mukidi sedang berusaha menusukkan golok ke arah perutnya”, jelas Kasan kepada Radar, kemarin sambil menunjukkan tempat jatuhnya Anisah.

Setelah dilakukan pertolongan medis di RSUD Arjawinangun, ternyata nyawa korban tidak dapat tertolong karena beberapa luka bacok sangat parah dalam jumlah banyak. Dan Mukidi yang berusaha bunuh diri setelah menghabisi nyawa korbannya dapat dihentikan warga, sehingga Mukidi yang nyawanya urung melayang sia-sia juga harus mendapat pertolongan tim medis. Tapi, berbeda dengan korbannya, Mukidi menjalani perawatan tim medis RS Bhayangkara Indramayu dengan tambahan borgol yang mengikat kedua tangannya.

Sumber di TKP mengatakan, Mukidi dan Anisah pernah melakukan pernikahan sebanyak dua kali dan pernikahan yang kedua dilakukan 2006 silam. Dari perkawinan pertamanya sekitar 12 tahun yang lalu, pasangan tersebut telah dikaruniai seorang anak yang kini duduk di bangku kelas 3 Sekolah Dasar (SD). Mukidi yang dikenal warga sekitar sebagai peminum minuman keras dan kerap melakukan perjudian, pada perceraiannya yang kedua berusaha untuk meminta rujuk kembali dengan mantan istrinya.

Namun karena ketidak senangan mantan istri dan keluarganya dengan sikap serta perilaku mabok dan judi pelaku, usahanya untuk dapat rujuk kembali tetap tidak menunjukkan hasil yang diharapkan. Sehingga pelaku nekad untuk melakukan aksi pembunuhan dan mencoba bunuh diri. Hal tersebut dilihat dari tulisan tangan pada selembar kertas yang bercambur noda darah, yang isinya menyebutkan “Mukidi – Anisah pegat paksa sampe dua kali, daripada pisah karo Anisah bagen mati suka mati loroane” yang artinya Mukidi – Anisah cerai paksa sampai dua kali, dari pada pisah dengan Anisah lebih baik mati harus mati dua-duanya.

Pada saat melakukan aksinya, pelaku menggunakan sebilah golok yang sengaja di bawanya dari rumah dan kedapatan membawa dua buku surat nikah atas nama Mukidi dan Anisah.

Setelah menjalani perawatan di RS Bhayangkara, pelaku digiring ke Mapolsek Kertasemaya guna dilakukan pemeriksaan dan korban tewas sekitar pukul 09.00 Minggu (31/8) pagi dimakamkan di Tempat Pemakaman Umum (TPU) desa setempat. (tar)

Sumber : Radar Indramayu