Rabu, 10 September 2008

Ratusan Ribu Petasan Ditinggal Kabur Pemiliknya

BB Dibuang Di Jalur Pantura, Pemiliknya Pilih Kabur Saat Kejar-kejaran Dengan Polisi Di Pantura Widasari

WIDASARI—Adanya himbauan dan larangan untuk menjual belikan dan menggunakan petasan, bagi sebagian orang masih dijadikan kesempatan untuk mendapatkan penghasilan tambahan yang nominalnya sangat menggiurkan. Namun, petugaspun tidak tinggal diam dan terus melakukan tindakan tegas terhadap pemilik barang berbahaya tersebut.

Jajaran Polres Indramayu melalui Polsek Widasari kembali berhasil menggagalkan pendistribusian ribuan petasan, Senin (8/9) di jalan raya pantura Widasari. Penyitaan bahan peledak jenis petasan tersebut berawal saat Giat Patroli yang dilakukan Polsek Widasari dipimpin langsung Kapolsek AKP Bendi Ujianto yang menyisir jalur pantura di wilayahnya. Namun, sekitar pukul 13.00 ketika petugas hampir tiba di simpang tiga Widasari, tiba-tiba muncul sepeda motor jenis bebek yang membawa karung warna putih berukuran besar dari Jatibarang menuju arah Cirebon.

Kecurigaan pun timbul di benak petugas yang penasaran akan kebenaran jenis barang yang dibawa pengemudi motor. Dengan sigap polisi segera menghampiri motor tersebut untuk dapat diberhentikan, tapi sontak saja pengemudinya memilih untuk tarik gas sekuat-kuatnya. Kejar-kejaran antara petugas dan pengemudi motor pun tak dapat dihindarkan, di tengah perjalanan si pengemudi misterius itu ternyata menemukan sedikit ruang untuk mengambil putar arah. Sehingga polisi yang menggunakan mobil langsung terhambat pengejarannya, tapi dengan segera polisi mencari ruang putar arah untuk mobil dan kembali mengejar motor ke arah barat yang menuju desa Kongsijaya.

Sesampainya di persimpangan Kongsijaya, si pengemudi kembali mengecoh petugas dengan kembali mengambil jalur awal, polisipun terus mengejar tersangka yang diduga membawa barang terlarang. Hingga akhirnya, demi keselamatan dirinya, si pengemudi memilih membuang barang yang dibawanya dan secepat kilat melarikan diri ke arah jalan raya Jimpret yang menuju wilayah kecamatan Lelea. “Pengejaran yang kami lakukan sangat maksimal, tapi pengemudi motornya sangat menguasai wilayah hingga jalan tikus yang bisa menyelamatkannya dari pengejaran yang kami lakukan. Dan karung besar yang di bawa pengemudi motor setelah diperiksa, ternyata berisi 110 ribu butir petasan jenis korek api”, ungkap Bendi kepada Radar, Senin (8/9) di ruangannya.

Dikatakannya, dalam aksi kejar-kejaran yang terjadi di jalan raya pantura Widasari sangat menyita perhatian warga di sepanjang jalan tersebut. Dan kejadian itu, harapnya, dapat menjadi renungan pada diri warga yang secara langsung mengetahui aksi pengejaran kepada orang yang melakukan tindak pelanggaran hukum. “Walaupun sempat menjadi tontonan warga, tapi kami yakin peristiwa itu akan menjadi pelajaran bagi warga untuk tidak melakukan tindak pelanggaran hukum”, harapnya. (tar)

sumber : Radar Indramayu

Tidak ada komentar:

Pembunuhan Sadis

Tewas Dibacok Mantan Suami

*) Dua Kali Kawin Cerai, Ditolak Minta Rujuk Kembali

SUKAGUMIWANG—Aksi yang dilakukan Romeo dalam kisah film Romeo dan Juliet memang menyita perhatian penontonnya, sedangkan yang dilakukan pelaku terhadap mantan istrinya kemarin apakah meniru adegan film tersebut?

Mukidi (32) warga blok Boros desa Gunungsari kecamatan Sukagumiwang tega menghabisi nyawa wanita yang pernah dinikahinya sebanyak dua kali. Anisah (30), yang masih satu desa tewas mengenaskan dengan luka bacok di bagian kepala, leher, punggung dan kaki.

Keterangan yang dihimpun Radar di Tempat Kejadian Perkara (TKP), kejadiannya Sabtu (30/8) sekitar pukul 19.30, berawal saat Anisah sedang duduk di depan warung milik orang tuanya Kasan (50) yang terletak di desa setempat Rt.01/04. Seketika datang Mukidi secara tiba-tiba dan langsung mengayunkan golok yang sengaja dibawanya dari rumah berulang kali ke tubuh Anisah. Korbanpun langsung terkapar tak berdaya menerima hujaman senjata tajam pelaku hingga dilarikan ke RSUD Arjawinangun Cirebon. “Saat kejadian saya lagi ngobrol sama tamu di dalam, tiba-tiba ada suara teriakan orang minta tolong. Setelah saya lihat keluar ternyata anak saya tergeletak dengan banyak darah, dan Mukidi sedang berusaha menusukkan golok ke arah perutnya”, jelas Kasan kepada Radar, kemarin sambil menunjukkan tempat jatuhnya Anisah.

Setelah dilakukan pertolongan medis di RSUD Arjawinangun, ternyata nyawa korban tidak dapat tertolong karena beberapa luka bacok sangat parah dalam jumlah banyak. Dan Mukidi yang berusaha bunuh diri setelah menghabisi nyawa korbannya dapat dihentikan warga, sehingga Mukidi yang nyawanya urung melayang sia-sia juga harus mendapat pertolongan tim medis. Tapi, berbeda dengan korbannya, Mukidi menjalani perawatan tim medis RS Bhayangkara Indramayu dengan tambahan borgol yang mengikat kedua tangannya.

Sumber di TKP mengatakan, Mukidi dan Anisah pernah melakukan pernikahan sebanyak dua kali dan pernikahan yang kedua dilakukan 2006 silam. Dari perkawinan pertamanya sekitar 12 tahun yang lalu, pasangan tersebut telah dikaruniai seorang anak yang kini duduk di bangku kelas 3 Sekolah Dasar (SD). Mukidi yang dikenal warga sekitar sebagai peminum minuman keras dan kerap melakukan perjudian, pada perceraiannya yang kedua berusaha untuk meminta rujuk kembali dengan mantan istrinya.

Namun karena ketidak senangan mantan istri dan keluarganya dengan sikap serta perilaku mabok dan judi pelaku, usahanya untuk dapat rujuk kembali tetap tidak menunjukkan hasil yang diharapkan. Sehingga pelaku nekad untuk melakukan aksi pembunuhan dan mencoba bunuh diri. Hal tersebut dilihat dari tulisan tangan pada selembar kertas yang bercambur noda darah, yang isinya menyebutkan “Mukidi – Anisah pegat paksa sampe dua kali, daripada pisah karo Anisah bagen mati suka mati loroane” yang artinya Mukidi – Anisah cerai paksa sampai dua kali, dari pada pisah dengan Anisah lebih baik mati harus mati dua-duanya.

Pada saat melakukan aksinya, pelaku menggunakan sebilah golok yang sengaja di bawanya dari rumah dan kedapatan membawa dua buku surat nikah atas nama Mukidi dan Anisah.

Setelah menjalani perawatan di RS Bhayangkara, pelaku digiring ke Mapolsek Kertasemaya guna dilakukan pemeriksaan dan korban tewas sekitar pukul 09.00 Minggu (31/8) pagi dimakamkan di Tempat Pemakaman Umum (TPU) desa setempat. (tar)

Sumber : Radar Indramayu