Minggu, 28 September 2008

Pemudik 1 Tewas Dihantam Motor



SUKAGUMIWANG—Nasib tragis dialami pemudik sepeda motor, Minggu (28/9) sekitar pukul 08.30 di jalur pantura Cadangpinggan. Sebuah sepeda motor Honda Supra nopol B 4944 QL yang dikemudikan Ade Ruhiyatna (28) yang membonceng serta istrinya Asih Triyatna (28), keduanya warga Mandirancan Kuningan yang merantau di daerah Tangerang.

Berdasarkan informasi yang dihimpun Radar di sekitar lokasi, korban saat memasuki jalan bergelombang di jalur pantura Cadangpinggan tersebut, mendadak dikejutkan oleh seorang penyeberang jalan yang memaksakan diri melakukan penyeberangan di tengah padatnya arus. Berusaha menghindari penyeberang misterius dengan sekuat tenaga mengendalikan sepeda motornya, mengakibatkan Ari terjatuh dan istrinya terpelanting. Saking padatnya arus, motor yang melaju dibelakangnya kontan tak kuasa menghindar dan langsung menghantam kepala Asih yang sudah jatuh tersungkur di atas aspal.

Namun, kesigapan petugas segera melakukan pengamanan lokasi untuk menghindari kemacetan kendaraan yang saat itu sedang padat, dan segera melarikan kedua korban ke RSIZ Jatibarang. Upaya pertolongan untuk dapat menyelamatkan korban yang dilakukan, ternyata tidak dapat menolong nyawa Asih yang mengalami pendarahan hebat di bagian kepala dan Asih pun meregang nyawa.

Sedangkan suaminya, Ade yang masih terus mendapat perawatan intensif tim medis di ruang UGD. “Saya mendadak kaget saat ada orang yang nyebrang yang tidak mau menyadari situasi kendaraan lagi padat, usaha saya untuk menghindari peristiwa ternyata sia-sia,” ungkap Ade sambil terus memanggil istrinya yang asli Lampung itu. (tar)

sumber : Radar Indramayu

1 komentar:

Away mengatakan...

Bagi temen-temen semuanya yang berminat mempelajari kitab-kitab salaf, disini saya akan berbagi koleksi kitab-kitab ulama salaf. nih situs nya http://kutubussalaf.blogspot.com/
kalau pengen software2 komputer nieh situs nya http://majalengka221187.blogspot.com/

Pembunuhan Sadis

Tewas Dibacok Mantan Suami

*) Dua Kali Kawin Cerai, Ditolak Minta Rujuk Kembali

SUKAGUMIWANG—Aksi yang dilakukan Romeo dalam kisah film Romeo dan Juliet memang menyita perhatian penontonnya, sedangkan yang dilakukan pelaku terhadap mantan istrinya kemarin apakah meniru adegan film tersebut?

Mukidi (32) warga blok Boros desa Gunungsari kecamatan Sukagumiwang tega menghabisi nyawa wanita yang pernah dinikahinya sebanyak dua kali. Anisah (30), yang masih satu desa tewas mengenaskan dengan luka bacok di bagian kepala, leher, punggung dan kaki.

Keterangan yang dihimpun Radar di Tempat Kejadian Perkara (TKP), kejadiannya Sabtu (30/8) sekitar pukul 19.30, berawal saat Anisah sedang duduk di depan warung milik orang tuanya Kasan (50) yang terletak di desa setempat Rt.01/04. Seketika datang Mukidi secara tiba-tiba dan langsung mengayunkan golok yang sengaja dibawanya dari rumah berulang kali ke tubuh Anisah. Korbanpun langsung terkapar tak berdaya menerima hujaman senjata tajam pelaku hingga dilarikan ke RSUD Arjawinangun Cirebon. “Saat kejadian saya lagi ngobrol sama tamu di dalam, tiba-tiba ada suara teriakan orang minta tolong. Setelah saya lihat keluar ternyata anak saya tergeletak dengan banyak darah, dan Mukidi sedang berusaha menusukkan golok ke arah perutnya”, jelas Kasan kepada Radar, kemarin sambil menunjukkan tempat jatuhnya Anisah.

Setelah dilakukan pertolongan medis di RSUD Arjawinangun, ternyata nyawa korban tidak dapat tertolong karena beberapa luka bacok sangat parah dalam jumlah banyak. Dan Mukidi yang berusaha bunuh diri setelah menghabisi nyawa korbannya dapat dihentikan warga, sehingga Mukidi yang nyawanya urung melayang sia-sia juga harus mendapat pertolongan tim medis. Tapi, berbeda dengan korbannya, Mukidi menjalani perawatan tim medis RS Bhayangkara Indramayu dengan tambahan borgol yang mengikat kedua tangannya.

Sumber di TKP mengatakan, Mukidi dan Anisah pernah melakukan pernikahan sebanyak dua kali dan pernikahan yang kedua dilakukan 2006 silam. Dari perkawinan pertamanya sekitar 12 tahun yang lalu, pasangan tersebut telah dikaruniai seorang anak yang kini duduk di bangku kelas 3 Sekolah Dasar (SD). Mukidi yang dikenal warga sekitar sebagai peminum minuman keras dan kerap melakukan perjudian, pada perceraiannya yang kedua berusaha untuk meminta rujuk kembali dengan mantan istrinya.

Namun karena ketidak senangan mantan istri dan keluarganya dengan sikap serta perilaku mabok dan judi pelaku, usahanya untuk dapat rujuk kembali tetap tidak menunjukkan hasil yang diharapkan. Sehingga pelaku nekad untuk melakukan aksi pembunuhan dan mencoba bunuh diri. Hal tersebut dilihat dari tulisan tangan pada selembar kertas yang bercambur noda darah, yang isinya menyebutkan “Mukidi – Anisah pegat paksa sampe dua kali, daripada pisah karo Anisah bagen mati suka mati loroane” yang artinya Mukidi – Anisah cerai paksa sampai dua kali, dari pada pisah dengan Anisah lebih baik mati harus mati dua-duanya.

Pada saat melakukan aksinya, pelaku menggunakan sebilah golok yang sengaja di bawanya dari rumah dan kedapatan membawa dua buku surat nikah atas nama Mukidi dan Anisah.

Setelah menjalani perawatan di RS Bhayangkara, pelaku digiring ke Mapolsek Kertasemaya guna dilakukan pemeriksaan dan korban tewas sekitar pukul 09.00 Minggu (31/8) pagi dimakamkan di Tempat Pemakaman Umum (TPU) desa setempat. (tar)

Sumber : Radar Indramayu