Senin, 08 September 2008

Tabrakan Beruntun


Tabrakan Beruntun Sopir Tergencet 5 Jam

JATIBARANG—Tragedi kecelakaan lalu lintas terjadi di jalur pantura desa Pilangsari Jatibarang, Rabu (27/8) dini hari sekitar pukul 02.00 wib.

Berdasarkan keterangan yang dihimpun Radar di lokasi, tabrakan beruntun yang terjadi melibatkan tiga kendaraan yang salah satunya melarikan diri. Dua diantaranya, bus PO Sindoro Satriamas nopol H 1537 AG dan bus PO Gajah Mulia Sejahtera (GMS) nopol AD 1548 BG.

Beberapa sumber mengatakan, awal terjadinya peristiwa tersebut saat bus Sindoro Satriamas yang dikemudikan Sri Haryanto (40) warga Salatiga Jawa Tengah akan menyalip dari sebelah kiri sebuah kendaraan jenis truk gandengan, namun tidak diketahui penyebabnya truk tersebut secara mendadak melakukan pengereman dengan posisi masih berada di tengah jalur serta tidak dilengkapi lampu kendaraan di bagian belakangnya. Sehingga usaha Sri untuk membuang kemudinya kearah kiri masih tetap tidak membuahkan hasil, yang akhirnya bagian depan bus tersebut menabrak keras bagian belakang truk.

Tidak hanya itu, ternyata berada dibelakangnya sebuah bus GMS yang juga kontan kaget karena kendaraan yang berada di depannya langsung menghalangi jalur. Kedua bus dengan tujuan Jakarta tersebut mengalami kerusakan dibagian depan dan belakangnya.

Pantauan Radar, di sekitar TKP tampak berserakan batubara yang diduga barang muatan yang diangkut truk gandengan yang melarikan diri dari TKP.

Polisi bersama warga pun berupaya untuk dapat mengeluarkan Sri dari himpitan dasbor mobil yang menggencet tubuhnya. Karena peralatan yang ada sangat terbatas, korban sangat sulit untuk dapat segera dievakuasi. Dengan sigap polisipun melakukan panggilan darurat kepada derek kendaraan untuk dapat menarik besi dasbor yang hampir menewaskan korban.

Tapi sangat disayangkan, menunggu dan menunggu kedatangan derek tak juga kunjung datang. Dan akhirnya pada pukul 06.30 wib, terpaksa memanggil ahli las untuk mengevakuasi korban. Setelah dapat dikeluarkan, korban segera dilarikan ke RSI Zam Zam Jatibarang guna penanganan tim medis. Korban lainnya yang mendapat pertolongan tim medis berjumlah 4 orang penumpang bus Sindoro Satriamas yakni, Sri Suminah (28) warga Anjatan kecamatan Patrol, Slamet Priyo (73) asal Tegalmulyo Projo Tawangsari Jateng, Suyatno (37) dan Budi (30) warga Gentanbulu Sukoharjo Jateng. “Mobil yang saya naiki kan mau ambil kiri, tiba-tiba gandengan yang ga pake lampu belakang langsung ngerem dengan posisi di tengah jalur. Saya ga jelas di depan gandengan itu ada apa ko’ secara ngeremnya mendadak gitu”, kata Slamet saat ditanya Radar, kemarin di ruang UGD RSI Zam Zam Jatibarang.

Sementara itu, kedua bus yang menghalangi jalur ke arah Jakarta mengalami kemacetan hingga 5 kilometer, dan kendaraan yang berada di jalur ke arah Cirebon terpaksa harus berjalan merayap karena jalurnya harus dibagi dua untuk mengurangi kemacetan di jalur Cirebon – Jakarta. Bahkan, polisi terpaksa melakukan pembagian arus dari arah Jakarta dibuang ke arah Karangampel melalui simpang tiga Pilangsari Jatibarang. (tar)


sumber : Radar Indramayu

Tidak ada komentar:

Pembunuhan Sadis

Tewas Dibacok Mantan Suami

*) Dua Kali Kawin Cerai, Ditolak Minta Rujuk Kembali

SUKAGUMIWANG—Aksi yang dilakukan Romeo dalam kisah film Romeo dan Juliet memang menyita perhatian penontonnya, sedangkan yang dilakukan pelaku terhadap mantan istrinya kemarin apakah meniru adegan film tersebut?

Mukidi (32) warga blok Boros desa Gunungsari kecamatan Sukagumiwang tega menghabisi nyawa wanita yang pernah dinikahinya sebanyak dua kali. Anisah (30), yang masih satu desa tewas mengenaskan dengan luka bacok di bagian kepala, leher, punggung dan kaki.

Keterangan yang dihimpun Radar di Tempat Kejadian Perkara (TKP), kejadiannya Sabtu (30/8) sekitar pukul 19.30, berawal saat Anisah sedang duduk di depan warung milik orang tuanya Kasan (50) yang terletak di desa setempat Rt.01/04. Seketika datang Mukidi secara tiba-tiba dan langsung mengayunkan golok yang sengaja dibawanya dari rumah berulang kali ke tubuh Anisah. Korbanpun langsung terkapar tak berdaya menerima hujaman senjata tajam pelaku hingga dilarikan ke RSUD Arjawinangun Cirebon. “Saat kejadian saya lagi ngobrol sama tamu di dalam, tiba-tiba ada suara teriakan orang minta tolong. Setelah saya lihat keluar ternyata anak saya tergeletak dengan banyak darah, dan Mukidi sedang berusaha menusukkan golok ke arah perutnya”, jelas Kasan kepada Radar, kemarin sambil menunjukkan tempat jatuhnya Anisah.

Setelah dilakukan pertolongan medis di RSUD Arjawinangun, ternyata nyawa korban tidak dapat tertolong karena beberapa luka bacok sangat parah dalam jumlah banyak. Dan Mukidi yang berusaha bunuh diri setelah menghabisi nyawa korbannya dapat dihentikan warga, sehingga Mukidi yang nyawanya urung melayang sia-sia juga harus mendapat pertolongan tim medis. Tapi, berbeda dengan korbannya, Mukidi menjalani perawatan tim medis RS Bhayangkara Indramayu dengan tambahan borgol yang mengikat kedua tangannya.

Sumber di TKP mengatakan, Mukidi dan Anisah pernah melakukan pernikahan sebanyak dua kali dan pernikahan yang kedua dilakukan 2006 silam. Dari perkawinan pertamanya sekitar 12 tahun yang lalu, pasangan tersebut telah dikaruniai seorang anak yang kini duduk di bangku kelas 3 Sekolah Dasar (SD). Mukidi yang dikenal warga sekitar sebagai peminum minuman keras dan kerap melakukan perjudian, pada perceraiannya yang kedua berusaha untuk meminta rujuk kembali dengan mantan istrinya.

Namun karena ketidak senangan mantan istri dan keluarganya dengan sikap serta perilaku mabok dan judi pelaku, usahanya untuk dapat rujuk kembali tetap tidak menunjukkan hasil yang diharapkan. Sehingga pelaku nekad untuk melakukan aksi pembunuhan dan mencoba bunuh diri. Hal tersebut dilihat dari tulisan tangan pada selembar kertas yang bercambur noda darah, yang isinya menyebutkan “Mukidi – Anisah pegat paksa sampe dua kali, daripada pisah karo Anisah bagen mati suka mati loroane” yang artinya Mukidi – Anisah cerai paksa sampai dua kali, dari pada pisah dengan Anisah lebih baik mati harus mati dua-duanya.

Pada saat melakukan aksinya, pelaku menggunakan sebilah golok yang sengaja di bawanya dari rumah dan kedapatan membawa dua buku surat nikah atas nama Mukidi dan Anisah.

Setelah menjalani perawatan di RS Bhayangkara, pelaku digiring ke Mapolsek Kertasemaya guna dilakukan pemeriksaan dan korban tewas sekitar pukul 09.00 Minggu (31/8) pagi dimakamkan di Tempat Pemakaman Umum (TPU) desa setempat. (tar)

Sumber : Radar Indramayu