Kamis, 18 September 2008

Pasutri Disambar Bus, 1 Tewas


WIDASARI—Nasib tragis dialami pasangan suami isteri (pasutri), Daip (35) dan Kaci (44) warga Desa Bojongslawi RT 06/02 Kecamatan Lohbener. Keduanya disambar sebuah bus malam ketika sedang melakukan perjalanan pulang sehabis berbelanja barang dagangan di pasar Jatibarang Kamis (18/9) malam sekitar pukul 23.00.

Berdasarkan keterangan yang dihimpun koran ini, pasutri yang membawa barang belanjaan dengan menggunakan sebuah becak tersebut, dari arah pasar Jatibarang menuju simpang tiga Widasari. Namun, karena arah putar di jalur pantura Widasari dianggap terlalu jauh, becak yang dikendarai Daip terpaksa melawan arus melewati jalur arah Cirebon. Saat memasuki persimpangan di Desa Kongsijaya Widasari, becak tersebut menyeberang jalan dan akan menggunakan lajur sebelah kiri pada jalur dua arah tersebut.

Saat menyeberang dan becak sudah mulai melaju ke arah utara (arah Jakarta), seketika muncul bus malam dari arah Jakarta Safari Dharma Raya nopol B-7160-MK yang dikemudikan Suradi (51) asal Desa/Kecamatan Suban Kabupaten Batang jurusan Jakarta-Mataram-Sumbawa menyalip kendaraan di sisi kirinya. Dengan jarak yang sangat dekat tersebut, secepat kilat insiden tabrakan tak terelakkan. Hingga akhirnya pasutri yang berada di atas becak beserta barang dagangan berhamburan dan becak dengan kondisi remuk. Petugas Polsek Widasari yang mendapat laporan warga dengan sigap mendatangi lokasi kejadian, dan segera mengevakuasi korban.

Dari lokasi kejadian, kedua korban segera dilarikan ke RSI Zam Zam Jatibarang menggunakan mobil patroli untuk segera mendapat pertolongan tim medis. Naas bagi Daip, nyawanya tidak bisa diselamatkan dan sudah dalam keadaan tewas di TKP. Sedangkan Kaci harus mendapat pertolongan intensif tim medis RS, dengan kondisi mengkhawatirkan.

Kapolsek Widasari AKP Bendi Ujianto melalui Kanit Patroli Aiptu Endin Rohendi saat dikonfirmasi Radar, membenarkan telah terjadi kecelakaan lalu lintas di wilayah hukum Polsek Widasari yang merenggut satu nyawa. “Korban sudah kami evakuasi ke RS, dan kendaraan jenis bus serta becak korban sudah diamankan di Mapolsek,” jelas Endin kepada Radar, kemarin malam di TKP.

Sementara itu, insiden kecelakaan yang menewaskan satu korban di TKP, kasusnya langsung ditangani Unit Laka Lantas Polres Indramayu. (tar)

sumber : Radar Indramayu

Tidak ada komentar:

Pembunuhan Sadis

Tewas Dibacok Mantan Suami

*) Dua Kali Kawin Cerai, Ditolak Minta Rujuk Kembali

SUKAGUMIWANG—Aksi yang dilakukan Romeo dalam kisah film Romeo dan Juliet memang menyita perhatian penontonnya, sedangkan yang dilakukan pelaku terhadap mantan istrinya kemarin apakah meniru adegan film tersebut?

Mukidi (32) warga blok Boros desa Gunungsari kecamatan Sukagumiwang tega menghabisi nyawa wanita yang pernah dinikahinya sebanyak dua kali. Anisah (30), yang masih satu desa tewas mengenaskan dengan luka bacok di bagian kepala, leher, punggung dan kaki.

Keterangan yang dihimpun Radar di Tempat Kejadian Perkara (TKP), kejadiannya Sabtu (30/8) sekitar pukul 19.30, berawal saat Anisah sedang duduk di depan warung milik orang tuanya Kasan (50) yang terletak di desa setempat Rt.01/04. Seketika datang Mukidi secara tiba-tiba dan langsung mengayunkan golok yang sengaja dibawanya dari rumah berulang kali ke tubuh Anisah. Korbanpun langsung terkapar tak berdaya menerima hujaman senjata tajam pelaku hingga dilarikan ke RSUD Arjawinangun Cirebon. “Saat kejadian saya lagi ngobrol sama tamu di dalam, tiba-tiba ada suara teriakan orang minta tolong. Setelah saya lihat keluar ternyata anak saya tergeletak dengan banyak darah, dan Mukidi sedang berusaha menusukkan golok ke arah perutnya”, jelas Kasan kepada Radar, kemarin sambil menunjukkan tempat jatuhnya Anisah.

Setelah dilakukan pertolongan medis di RSUD Arjawinangun, ternyata nyawa korban tidak dapat tertolong karena beberapa luka bacok sangat parah dalam jumlah banyak. Dan Mukidi yang berusaha bunuh diri setelah menghabisi nyawa korbannya dapat dihentikan warga, sehingga Mukidi yang nyawanya urung melayang sia-sia juga harus mendapat pertolongan tim medis. Tapi, berbeda dengan korbannya, Mukidi menjalani perawatan tim medis RS Bhayangkara Indramayu dengan tambahan borgol yang mengikat kedua tangannya.

Sumber di TKP mengatakan, Mukidi dan Anisah pernah melakukan pernikahan sebanyak dua kali dan pernikahan yang kedua dilakukan 2006 silam. Dari perkawinan pertamanya sekitar 12 tahun yang lalu, pasangan tersebut telah dikaruniai seorang anak yang kini duduk di bangku kelas 3 Sekolah Dasar (SD). Mukidi yang dikenal warga sekitar sebagai peminum minuman keras dan kerap melakukan perjudian, pada perceraiannya yang kedua berusaha untuk meminta rujuk kembali dengan mantan istrinya.

Namun karena ketidak senangan mantan istri dan keluarganya dengan sikap serta perilaku mabok dan judi pelaku, usahanya untuk dapat rujuk kembali tetap tidak menunjukkan hasil yang diharapkan. Sehingga pelaku nekad untuk melakukan aksi pembunuhan dan mencoba bunuh diri. Hal tersebut dilihat dari tulisan tangan pada selembar kertas yang bercambur noda darah, yang isinya menyebutkan “Mukidi – Anisah pegat paksa sampe dua kali, daripada pisah karo Anisah bagen mati suka mati loroane” yang artinya Mukidi – Anisah cerai paksa sampai dua kali, dari pada pisah dengan Anisah lebih baik mati harus mati dua-duanya.

Pada saat melakukan aksinya, pelaku menggunakan sebilah golok yang sengaja di bawanya dari rumah dan kedapatan membawa dua buku surat nikah atas nama Mukidi dan Anisah.

Setelah menjalani perawatan di RS Bhayangkara, pelaku digiring ke Mapolsek Kertasemaya guna dilakukan pemeriksaan dan korban tewas sekitar pukul 09.00 Minggu (31/8) pagi dimakamkan di Tempat Pemakaman Umum (TPU) desa setempat. (tar)

Sumber : Radar Indramayu