Minggu, 28 September 2008

Tabrakan Beruntun 3 Bus


WIDASARI—Tingkat kerawanan terjadinya peristiwa kecelakaan ternyata tidak hanya menimpa pemudik saja, di pantura Bangkaloa Ilir Widasari 3 bus tabrakan beruntun, Minggu (28/9) sekitar pukul 10.15.

Berdasarkan keterangan beberapa sumber menyebutkan, terjadinya tabrakan beruntun tersebut bermula ketika di sebuah median pembuka putar arah yang dipasang perboden tergeletak 2 unit sepeda motor dan 4 orang terkapar. Awalnya sebuah sepeda motor bebek yang diketahui berwarna merah yang dikemudikan seorang warga dengan membonceng ibu-ibu menyeberang untuk masuk ke median pembuka yang dilarang.

Namun sepeda motor Honda Mega Pro nopol E 4358 NE yang dikemudikan Rojikin (26) yang membonceng Apandi (31) warga Jatibarang yang melaju dari arah Cirebon , yang sontak kaget sulit dikendalikan. Hingga akhirnya dua unit motor tersebut menemui musibah tabrakan.

Tepat di belakangnya dari arah yang sama muncul seketika sebuah bus PO Lorena nopol B 1966 XA yang berhasil dikendalikan pengemudinya dengan tidak sedikitpun menyentuh kedua motor dan keempat korban tabrakan tersebut. Tapi yang disayangkan, Lorena yang sudah berhasil berhenti tersebut mendapat hantaman keras dari arah belakang oleh bus PO Karina nopol B 7736 WV.

Ternyata tidak hanya sampai disitu, selang persekian detik menyusul sebuah bus PO Karina nopol B 7846 XA turut mendorong keras kedua bus di depannya. Pengemudinya yang berupaya menghindari tabrakan tersebut, hanya ada sedikit peluang untuk banting stir kea rah kanan tapi tidak maksimal dan mengakibatkan bus tersebut setelah menghantam bus di depannya melompat melewati median pembatas jalan.

Evakuasi ketiga bus tersebut hingga mengganggu arus kendaraan dari kedua arah sepanjang sepuluh kilometer dan kendaraan yang terhambat hanya bisa berjalan merayap. (tar)

sumber : Radar Indramayu

Tidak ada komentar:

Pembunuhan Sadis

Tewas Dibacok Mantan Suami

*) Dua Kali Kawin Cerai, Ditolak Minta Rujuk Kembali

SUKAGUMIWANG—Aksi yang dilakukan Romeo dalam kisah film Romeo dan Juliet memang menyita perhatian penontonnya, sedangkan yang dilakukan pelaku terhadap mantan istrinya kemarin apakah meniru adegan film tersebut?

Mukidi (32) warga blok Boros desa Gunungsari kecamatan Sukagumiwang tega menghabisi nyawa wanita yang pernah dinikahinya sebanyak dua kali. Anisah (30), yang masih satu desa tewas mengenaskan dengan luka bacok di bagian kepala, leher, punggung dan kaki.

Keterangan yang dihimpun Radar di Tempat Kejadian Perkara (TKP), kejadiannya Sabtu (30/8) sekitar pukul 19.30, berawal saat Anisah sedang duduk di depan warung milik orang tuanya Kasan (50) yang terletak di desa setempat Rt.01/04. Seketika datang Mukidi secara tiba-tiba dan langsung mengayunkan golok yang sengaja dibawanya dari rumah berulang kali ke tubuh Anisah. Korbanpun langsung terkapar tak berdaya menerima hujaman senjata tajam pelaku hingga dilarikan ke RSUD Arjawinangun Cirebon. “Saat kejadian saya lagi ngobrol sama tamu di dalam, tiba-tiba ada suara teriakan orang minta tolong. Setelah saya lihat keluar ternyata anak saya tergeletak dengan banyak darah, dan Mukidi sedang berusaha menusukkan golok ke arah perutnya”, jelas Kasan kepada Radar, kemarin sambil menunjukkan tempat jatuhnya Anisah.

Setelah dilakukan pertolongan medis di RSUD Arjawinangun, ternyata nyawa korban tidak dapat tertolong karena beberapa luka bacok sangat parah dalam jumlah banyak. Dan Mukidi yang berusaha bunuh diri setelah menghabisi nyawa korbannya dapat dihentikan warga, sehingga Mukidi yang nyawanya urung melayang sia-sia juga harus mendapat pertolongan tim medis. Tapi, berbeda dengan korbannya, Mukidi menjalani perawatan tim medis RS Bhayangkara Indramayu dengan tambahan borgol yang mengikat kedua tangannya.

Sumber di TKP mengatakan, Mukidi dan Anisah pernah melakukan pernikahan sebanyak dua kali dan pernikahan yang kedua dilakukan 2006 silam. Dari perkawinan pertamanya sekitar 12 tahun yang lalu, pasangan tersebut telah dikaruniai seorang anak yang kini duduk di bangku kelas 3 Sekolah Dasar (SD). Mukidi yang dikenal warga sekitar sebagai peminum minuman keras dan kerap melakukan perjudian, pada perceraiannya yang kedua berusaha untuk meminta rujuk kembali dengan mantan istrinya.

Namun karena ketidak senangan mantan istri dan keluarganya dengan sikap serta perilaku mabok dan judi pelaku, usahanya untuk dapat rujuk kembali tetap tidak menunjukkan hasil yang diharapkan. Sehingga pelaku nekad untuk melakukan aksi pembunuhan dan mencoba bunuh diri. Hal tersebut dilihat dari tulisan tangan pada selembar kertas yang bercambur noda darah, yang isinya menyebutkan “Mukidi – Anisah pegat paksa sampe dua kali, daripada pisah karo Anisah bagen mati suka mati loroane” yang artinya Mukidi – Anisah cerai paksa sampai dua kali, dari pada pisah dengan Anisah lebih baik mati harus mati dua-duanya.

Pada saat melakukan aksinya, pelaku menggunakan sebilah golok yang sengaja di bawanya dari rumah dan kedapatan membawa dua buku surat nikah atas nama Mukidi dan Anisah.

Setelah menjalani perawatan di RS Bhayangkara, pelaku digiring ke Mapolsek Kertasemaya guna dilakukan pemeriksaan dan korban tewas sekitar pukul 09.00 Minggu (31/8) pagi dimakamkan di Tempat Pemakaman Umum (TPU) desa setempat. (tar)

Sumber : Radar Indramayu