
WIDASARI—Tingkat kerawanan terjadinya peristiwa kecelakaan ternyata tidak hanya menimpa pemudik saja, di pantura Bangkaloa Ilir Widasari 3 bus tabrakan beruntun, Minggu (28/9) sekitar pukul 10.15.
Berdasarkan keterangan beberapa sumber menyebutkan, terjadinya tabrakan beruntun tersebut bermula ketika di sebuah median pembuka putar arah yang dipasang perboden tergeletak 2 unit sepeda motor dan 4 orang terkapar. Awalnya sebuah sepeda motor bebek yang diketahui berwarna merah yang dikemudikan seorang warga dengan membonceng ibu-ibu menyeberang untuk masuk ke median pembuka yang dilarang.
Namun sepeda motor Honda Mega Pro nopol E 4358 NE yang dikemudikan Rojikin (26) yang membonceng Apandi (31) warga Jatibarang yang melaju dari arah Cirebon , yang sontak kaget sulit dikendalikan. Hingga akhirnya dua unit motor tersebut menemui musibah tabrakan.
Tepat di belakangnya dari arah yang sama muncul seketika sebuah bus PO Lorena nopol B 1966 XA yang berhasil dikendalikan pengemudinya dengan tidak sedikitpun menyentuh kedua motor dan keempat korban tabrakan tersebut. Tapi yang disayangkan, Lorena yang sudah berhasil berhenti tersebut mendapat hantaman keras dari arah belakang oleh bus PO Karina nopol B 7736 WV.
Ternyata tidak hanya sampai disitu, selang persekian detik menyusul sebuah bus PO Karina nopol B 7846 XA turut mendorong keras kedua bus di depannya. Pengemudinya yang berupaya menghindari tabrakan tersebut, hanya ada sedikit peluang untuk banting stir kea rah kanan tapi tidak maksimal dan mengakibatkan bus tersebut setelah menghantam bus di depannya melompat melewati median pembatas jalan.
Evakuasi ketiga bus tersebut hingga mengganggu arus kendaraan dari kedua arah sepanjang sepuluh kilometer dan kendaraan yang terhambat hanya bisa berjalan merayap. (tar)
sumber : Radar Indramayu

Tidak ada komentar:
Posting Komentar