WIDASARAI—Abroni (46) warga Desa/Kecamatan Lohbener ditemukan dalam keadaan sekarat tidak jauh dari sepeda motornya, Kamis (23/4) sekitar pukul 14.00 di jalur pantura Desa Leuwi Gede Kecamatan Widasari.
Menurut keterangan, korban yang diketahui sebagai pamong Kaur Kesra Desa/Kecamatan Lohbener tersebut dengan mengendarai sepeda motor Honda Revo nopol E 4832 RZ melaju di jalan raya pantura Widasari. Entah apa penyebabnya, korban ditemukan warga dalam kondisi sekarat berada di sebuah jembatan kecil di sisi jalan raya. Dan sepeda motornya yang mengalami rusak parah berada tidak jauh dari lokasi tergeletaknya korban, yakni berada di aliran sungai setempat.
Diduga, tewasnya korban tersebut berawal dari peristiwa tabrak lari yang tidak diketahui seorangpun dengan luka berat di kepala. “Korban memang warga saya, dan kebetulan menjabat sebagai pembantu Lebe (modin) di desa saya,” terang Kuwu Desa Lohbener Zaenal Abidin kepada Radar, kemarin.
Sementara itu, selang beberapa jam kemudian di jalan raya Desa/Kecamatan Widasari, seorang pengendara sepeda motor kembali menjemput ajal sekitar pukul 17.30 WIB.
Dari beberapa sumber di lokasi, kejadian tersebut bermula ketika sebuah sepeda motor Yamaha Vega tanpa plat nomor yang dikemudikan Haerudin (18), dengan membonceng Jejen Hermawan (18) yang keduanya warga Desa Sukadana Kecamatan Tukdana.
Melaju kencang dari simpang tiga Widasari menuju arah Jatibarang, sepeda motor tersebut berusaha menyalip sebuah truk. Tanpa disadarinya, belum juga melewati kendaraan yang disalipnya, mendadak disebuah tikungan muncul truk bermuatan tabung gas elpiji isi 3 kilogram Toyota Dyna nopol E 8515 VE dari arah berlawanan.
Kontan saja, pengemudi truk pengangkut gas Unita (46) warga Desa Jatisura Kecamatan Jatiwangi Majalengka yang dikejutkan dengan munculnya sepeda motor tidak dapat menghindar karena khawatir akan berakibat fatal dengan muatan yang diangkutnya.
Pengendara motorpun tak bias mengelak dan kepalanya menghantam kaca spion truk dan setang kemudinya beradu dengan bodi kanan mobil. Alhasil, motor yang sulit dikendalikan mengakibatkan kepala pengendara menghantam sisi kanan bak mobil dengan keras.
Dari kejadian itu, pengendara dengan kondisi kepala terbelah dan beberapa bagian tubuhnya mengalami patah tulang kontan tewas seketika di TKP, dan Jejen tampak terluka parah di kaki kanan dan sejumlah luka lainnya. “Tadinya mau jalan-jalan,” ucapnya kepada Radar yang terhenti karena teriak kesakitan, kemarin di RS. (tar)
sumber : Radar Indramayu

Tidak ada komentar:
Posting Komentar