*) Warga Terinspirasi Sugesti Ponari Berebut Air Celupan Daun Salam Ajaib
WIDASARI—Warga Blok II Desa/Kecamatan Widasari dan sekitarnya, Kamis (14/5) pagi digegerkan dengan selembar daun salam yang dapat berjalan.
Kunjungan Radar ke lokasi, sebuah rumah bernomor 23 yang terletak di wilayah RT 01/02 yang dipadati rumah penduduk tersebut, tampak dipadati kerumunan warga segala usia yang penasaran dan ingin menyaksikan secara langsung kabar yang tersiar.
Gegernya selembar daun salam tersebut diduga sebagai fenomena alam, pasalnya warga menilai kejadian tersebut sebagai keanehan yang layak dipercaya sebagai kenyataan dengan menimbulkan tanda tanya.
Sementara itu, selembar daun salam tersebut masih berwarna hijau segar dengan bentuk menyerupai seekor belalang (walang kantung). Anehnya daun itu sesekali membuat terkejut warga yang menyaksikannya, karena dengan empat kaki yang dimiliki dari lembar daunnya melangkah pasti layaknya seekor belalang.
Keanehan yang muncul tersebut ternyata menyiratkan sugesti tumbuh di masyarakat dengan memberikan sekedar sedekah pada tempat dari toples berukuran besar yang disediakan. Bahkan, tidak sedikit pula warga yang meminta air yang sudah dicelupi daun ajaib itu dengan alasan mudah-mudahan dapat memberikan kesembuhan pada penyakit dengan berkah daun salam.
Alhasil, dalam sekejap saja toples tembus pandang itu dipenuhi uang sedekah pecahan seribu, lima ribu dan sepuluh ribu rupiah.
Menurut pemilik daun ajaib itu, Jueriyah (64) mengungkapkan, sebendel daun salam yang dibelinya di pasar Jatibarang pada Rabu (13/5) sore itu seharga Rp1500 untuk keperluan pelengkap dagangan sayur mayur keliling. Tapi, peristiwa mengejutkan terjadi ketika sesampainya di rumah, saat itu wanita yang akrab disapa Bi Jueh ini sedang membereskan dagangannya untuk jualan keliling besok paginya.
Mendadak dari atas gerobak sayurnya, selembar daun tiba-tiba jatuh dan menunjukkan keanehan dengan berjalan sendiri. Saat itu juga, dirinya meminta pertolongan kepada anaknya dengan keraguan yang menyelimuti ketakutan pada kejadian yang dilihatnya. Lalu oleh anaknya diambil dan diletakkan di dalam toples, dan daun itu tetap berjalan mengelilingi toples. “Godonge nepluk ning sor grobak, terus mlaku dewek,” tuturnya saat ditemui Radar, kemarin saat sedang berkeliling jualan sayur di jalur pantura Widasari.
Dipaparkannya, kemungkinan daun tersebut merupakan pertanda dan jalan barokah yang diberikan Allah SWT atas do’a-do’a yang selama ini dipanjatkan. Pasalnya, dirinya mengaku sering melakukan ziarah ke makam Abah Anom yang terletak di Suryalaya Tasikmalaya. “Disana ya berdo’a memohon barokah dan petunjuk dari Allah,” katanya sambil meneruskan perjalanannya dan tidak menghiraukan keramaian yang ada di rumahnya. (tar)
sumber : Radar Indramayu

Tidak ada komentar:
Posting Komentar