Sabtu, 16 Mei 2009

Preman dan Miras Dirazia Aparat


*) Tingkatkan kondusifitas pasca pileg jelang pilpres

JATIBARANG—Dalam memberikan pelayanan dan perlindungan keamanan, pihak kepolisian terus meningkatkan kinerjanya guna menciptakan situasi keamanan dan ketertiban di masyarakat. Intensifitas tersebut dilakukan guna menjaga kondusifitas pasca pileg April lalu dan menjelang Pilpres mendatang.

Salah satunya yang dilakukan jajaran Polsektif Jatibarang, Rabu (29/4) menggelar razia premanisme dalam rangka operasi pekat lodaya 2009. Dalam kegiatan tersebut sebanyak 14 preman dengan kategori calo dan pengamen angkutan umum, terjaring razia dan digelandang ke mapolsektif. Beberapa yang terjaring tersebut, kebanyakan sedang melakukan aksinya di dalam angkutan umum. Kegiatan aparat yang sempat mengundang perhatian warga tersebut, karena dilakukan dengan cara memberhentikan satu persatu angkutan umum yang melintas di jalan Mayor Dasuki yang disinyalir sebagai lintas mobilisasi para preman yang kerap dilaporkan warga karena dianggap meresahkan.

Setelah beberapa saat berhasil menggulung preman jalanan, petugas kembali berhasil mengamankan puluhan botol miras aneka merek dari pemiliknya. “Operasi pekat dalam rangka cipta kondisi ini akan rutin dilaksanakan, yang tujuannya menjaga kondusifitas wilayah pasca pemilu legislatif sekaligus keamanan menjelang pilpres. Kepolisian akan terus menekan angka kriminalitas dan kejahatan yang akan mengancam stabilitas wilayah, dan memberikan sanksi hukum sesuai dengan tindakan yang dilakukan,” terang Kapolres Indramayu AKBP Drs Mashudi melalui Kapolsektif Jatibarang AKP Sumari SH kepada Radar, Rabu (29/4).

Sementara itu, para preman yang terjaring oleh petugas didata dan diberikan pengarahan untuk tidak melakukan perbuatan yang melanggar hukum. Setelah diberikan pembinaan, para preman diperbolehkan pulang ke rumahnya masing-masing. (tar)

sumber : Radar Indramayu

Tidak ada komentar:

Pembunuhan Sadis

Tewas Dibacok Mantan Suami

*) Dua Kali Kawin Cerai, Ditolak Minta Rujuk Kembali

SUKAGUMIWANG—Aksi yang dilakukan Romeo dalam kisah film Romeo dan Juliet memang menyita perhatian penontonnya, sedangkan yang dilakukan pelaku terhadap mantan istrinya kemarin apakah meniru adegan film tersebut?

Mukidi (32) warga blok Boros desa Gunungsari kecamatan Sukagumiwang tega menghabisi nyawa wanita yang pernah dinikahinya sebanyak dua kali. Anisah (30), yang masih satu desa tewas mengenaskan dengan luka bacok di bagian kepala, leher, punggung dan kaki.

Keterangan yang dihimpun Radar di Tempat Kejadian Perkara (TKP), kejadiannya Sabtu (30/8) sekitar pukul 19.30, berawal saat Anisah sedang duduk di depan warung milik orang tuanya Kasan (50) yang terletak di desa setempat Rt.01/04. Seketika datang Mukidi secara tiba-tiba dan langsung mengayunkan golok yang sengaja dibawanya dari rumah berulang kali ke tubuh Anisah. Korbanpun langsung terkapar tak berdaya menerima hujaman senjata tajam pelaku hingga dilarikan ke RSUD Arjawinangun Cirebon. “Saat kejadian saya lagi ngobrol sama tamu di dalam, tiba-tiba ada suara teriakan orang minta tolong. Setelah saya lihat keluar ternyata anak saya tergeletak dengan banyak darah, dan Mukidi sedang berusaha menusukkan golok ke arah perutnya”, jelas Kasan kepada Radar, kemarin sambil menunjukkan tempat jatuhnya Anisah.

Setelah dilakukan pertolongan medis di RSUD Arjawinangun, ternyata nyawa korban tidak dapat tertolong karena beberapa luka bacok sangat parah dalam jumlah banyak. Dan Mukidi yang berusaha bunuh diri setelah menghabisi nyawa korbannya dapat dihentikan warga, sehingga Mukidi yang nyawanya urung melayang sia-sia juga harus mendapat pertolongan tim medis. Tapi, berbeda dengan korbannya, Mukidi menjalani perawatan tim medis RS Bhayangkara Indramayu dengan tambahan borgol yang mengikat kedua tangannya.

Sumber di TKP mengatakan, Mukidi dan Anisah pernah melakukan pernikahan sebanyak dua kali dan pernikahan yang kedua dilakukan 2006 silam. Dari perkawinan pertamanya sekitar 12 tahun yang lalu, pasangan tersebut telah dikaruniai seorang anak yang kini duduk di bangku kelas 3 Sekolah Dasar (SD). Mukidi yang dikenal warga sekitar sebagai peminum minuman keras dan kerap melakukan perjudian, pada perceraiannya yang kedua berusaha untuk meminta rujuk kembali dengan mantan istrinya.

Namun karena ketidak senangan mantan istri dan keluarganya dengan sikap serta perilaku mabok dan judi pelaku, usahanya untuk dapat rujuk kembali tetap tidak menunjukkan hasil yang diharapkan. Sehingga pelaku nekad untuk melakukan aksi pembunuhan dan mencoba bunuh diri. Hal tersebut dilihat dari tulisan tangan pada selembar kertas yang bercambur noda darah, yang isinya menyebutkan “Mukidi – Anisah pegat paksa sampe dua kali, daripada pisah karo Anisah bagen mati suka mati loroane” yang artinya Mukidi – Anisah cerai paksa sampai dua kali, dari pada pisah dengan Anisah lebih baik mati harus mati dua-duanya.

Pada saat melakukan aksinya, pelaku menggunakan sebilah golok yang sengaja di bawanya dari rumah dan kedapatan membawa dua buku surat nikah atas nama Mukidi dan Anisah.

Setelah menjalani perawatan di RS Bhayangkara, pelaku digiring ke Mapolsek Kertasemaya guna dilakukan pemeriksaan dan korban tewas sekitar pukul 09.00 Minggu (31/8) pagi dimakamkan di Tempat Pemakaman Umum (TPU) desa setempat. (tar)

Sumber : Radar Indramayu