*) Sopir beberapa kali diingatkan penumpang tetap ugalan
KERTASEMAYA—Satu dari 13 bus PO Dewi Sri rombongan Haul Sulton Aulia Syekh Abdul Qodir Al-Jaelani RA Pondok Pesantren Barokatul Qodiri Bekasi Jawa Barat bernomor 6, bertabrakan dengan sebuah truk di jalur pantura Kertasemaya Indramayu, Rabu (22/4) sekitar pukul 03.00 WIB. Peristiwa tersebut mengakibatkan kedua kendaraan rusak, 1 penumpang tewas mengenaskan, 12 orang terluka parah dan belasan lainnya luka ringan.
Berdasarkan keterangan yang diperoleh Radar, peristiwa tersebut bermula ketika bus PO Dewi Sri nopol G 1538 BE yang dikemudikan Karnoto (45) warga Desa Tenajar Tengah Kecamatan Kertasemaya Indramayu melaju kencang dari arah Cirebon yang jalurnya sedang dalam perbaikan jalan. Saat melaju di jalur yang digunakan dua arus tersebut, yakni jalur Jakarta ke Cirebon, seketika menyalip sebuah kendaraan dan mendadak dari arah berlawanan muncul truk gandengan Mitsubishi nopol W 7972 YU yang dikemudikan Budiyono (50) warga Jakarta yang saat itu mengangkut besi rancang beton yang akan dikirim ke Surabaya.
Kontan saja, si sopir truk yang memberi tanda lampu agar bus tersebut urung untuk menyalip tampaknya tidak diindahkan oleh pengemudi bus. Sopir truk yang tidak menginginkan terjadinya kecelakaan, langsung mengambil inisiatif untuk membanting kemudinya ke kiri. Upaya sang sopir ternyata tidak berhasil mulus, karena badan truk yang sudah menghindar menyisakan badan belakang truk gandeng yang masih berada di badan jalan.
Bus yang tetap melaju kencang tersebut tidak banyak tawar-menawar lagi langsung menghantam badan belakang truk gandeng hingga terputus dari induknya dan terguling ke luar jalur. Bus naas pun mengalami kerusakan fatal di bagian depan dan samping kanan, bahkan sebagian karoseri bus ada yang sampai terseret truk hingga lebih dari 20 meter.
Saat benturan antara kedua kendaraan, jerit menyayat dan tangis penumpang langsung memecah ditengah gelapnya jalur pantura Indramayu bagian timur yang dihiasi siraman darah dan beberapa potongan tubuh sejumlah penumpang berceceran di atas bus.
Pertolongan yang tiba beberapa saat kemudian, korban berhasil dievakuasi dan dilarikan ke RSI Zam Zam Jatibarang Indramayu oleh polisi dan warga setempat.
Menurut penumpangnya, sejak keberangkatannya dari Tambun Bekasi menuju lokasi digelarnya zikir manakib di alun-alun Kota Tegal yang dihadiri Walikota Tegal H Ikmal Jaya SE Ak para penumpangnya sering mengingatkan sopir tetap hati-hati dan tidak ngebut. Tapi, tampaknya sang sopir tersebut hingga perjalanan pulang tetap mengemudikan kendaraannya secara ugal-ugalan sampai penumpang pun mengatakan yang dibawanya bukanlah binatang. “Saya terbangun waktu terjadi tabrakan,” tutur Ati (52) asal Tambun Bekasi Jawa Barat saat ditanya Radar, kemarin di ruang UGD RS.
Bahkan para penumpang lainnya membeberkan sikap sopir yang bersikeras mengemudikan mobil dengan kencang dan tidak mendengar keluhan para penumpangnya. “Mobil ngebut dari waktu perjalanan berangkat sampai pulang, padahal penumpang sering mengingatkan supaya tidak ngebut dan yang di dalam bus bukan kambing atau sapi,” kata Idrus (37) yang diiyakan salah satu Satgas rombongan Edy Narso (46).
Hingga berita ini ditulis, korban tewas mengenaskan sudah dibawa pulang keluarga ke kampung halamannya di Tambun Bekasi, dan korban luka terpaksa dirujuk ke sejumlah RS di Bekasi untuk memudahkan pihak keluarga dalam memperoleh perawatan medis dengan jarak yang dekat dengan kediamannya. (tar)
- Korban tewas : Sainah (60)
- Korban luka berat :
1. Jumroh (50)
2. Milah (60)
3. Tiharoh (43)
4. Mukmin (38)
5. Siti Aisah (40)
6. Bunga (5)
7. Khodijah (60)
8. Wiwin (50)
9. Putri (10)
10. Idah (25)
11. Ati (52)
12. Emah (45)
- Korban luka ringan : Belasan
sumber : Radar Indramayu

1 komentar:
I read few articles on this site and I think that your web blog is real interesting Cara Mengobati Jengger Ayam dengan obat herbal de nature
Posting Komentar