
JATIBARANG—Sedikitnya 3 warga mengalami masa kritis setelah memakan ayam goreng yang dibelinya dari sebuah kedai makan kaki lima di kawasan Soakan Desa Jayalaksana Kecamatan Kedokanbunder.
Ketiganya merupakan satu keluarga, yakni Muktar (35) dan istrinya Darinih (30) juga adiknya Suparmi (26) warga Desa Jayawinangun RT 02/04 Kecamatan Kedokanbunder.
Dikatakan ketiganya, pada Jum’at (14/11) malam sekitar pukul 22.00 nasi bungkus dengan ayam goreng menu sebuah kedai makan kaki lima Lamongan tersebut di belinya sebanyak 4 bungkus oleh salah satu anggota keluarganya. Keempat bungkus nasi ayam goreng tersebut dimakan oleh keempat anggota keluarga yang tiga diantaranya mengaku keracunan, tapi satu dari keempatnya selamat karena setelah makan langsung minum air hangat.
Karena kondisi ketiganya tidak juga kunjung membaik, maka pihak keluarga memutuskan merujuk ketiganya ke RS tersebut pada dini harinya. Dalam kondisi kritis, ketiganya tiba di RS sekitar pukul 04.50 dan langsung mendapat tindakan pertolongan oleh tim medis.
Menurut ketiganya, ayam goreng yang dikonsumsinya tersebut warnanya sudah berubah dan baunya sudah mulai membusuk. Biasanya, ayam goreng yang dibelinya di tempat tersebut dalam kondisi kering dan aman-aman saja dimakan, dan berbeda sekali dengan kondisi ayam goreng yang saat itu masih menjadi menu utamanya tampak basah berair. “Satu jam setelah makan kami bertiga merasakan hal yang sama, yakni mual-mual dan pusing bahkan sempat muntah darah,” tutur Suparmi kepada Radar, Sabtu (15/11) di ruang perawatan Marwah RSI Zam Zam Jatibarang.
Sementara itu, tim medis RSI Zam Zam Jatibarang Dr H Wawan Ridwan melalui Dr Tanti Darmawanti saat dikonfirmasi mengatakan, sejauh ini mengenai status keracunan masih belum dapat dipastikan karena bahan makanan yang dimakan ketiganya sudah dikirim ke Dinas Kesehatan dan pihaknya belum menerima hasilnya. “Kalau dilihat dari gejala klinisnya memang mengarah ke keracunan, tapi kami tetap menunggu hasil pemeriksaan sample bahan makanan yang sudah dikirim ke dinas kesehatan,” jelas Tanti.
Sedangkan darah yang dikeluarkan korban saat muntah, bisa terjadi karena ada luka yang terdapat dalam pencernaan. Diduga, ayam goreng yang dikonsumsi korban mengandung zat kimia atau daging ayam yang sudah basi.
Selain itu, penangan tim medis bagi korban yang sudah langsung di lakukan yakni dengan memberikan pertolongan melalui pemeriksaan dan obat-obatan. “Pada saat masuk UGD, korban langsung diberi infuse untuk menghindari terjadinya dehidrasi sehubungan dengan muntah-muntah yang mengeluarkan banyak cairan. Dan kami pun terus melakukan upaya pemeriksaan secara berkelanjutan dengan memberikan obat-obatan terhadap para pasien,” tandasnya. (tar)
sumber : Radar Indramayu

Tidak ada komentar:
Posting Komentar