
JATIBARANG—Gelaran pesta adat desa (unjungan) yang rutin setiap tahun, dengan sangat antusias dilaksanakan warga Blok Como Desa Pilangsari dengan diawali prosesi tahlilan dan do’a bersama, Rabu (8/10) di Pesarean Ki Buyut Kelir yang berada di Tempat Pemakaman Umum (TPU) desa setempat.
Setelah tahlilan dan do’a bersama untuk keselamatan dan kesejahteraan warga desa dan ahli kubur, warga desa setempat dan sekitarnya dapat menikmati suguhan hiburan dan pasar rakyat yang disediakan pihak panitia. Dari hiburan sandiwara hingga singa depok, dari es kelapa hingga martabak dapat dinikmati pengunjung dengan harga yang relatif ekonomis.
Menurut Ketua Panitia Unjungan Bidang Kepemudaan Adit Rahmat Purnama, kegiatan yang diselenggarakan setiap tahunnya tersebut biasanya sangat identik dengan pesta minuman keras (miras) dan hal tersebut sangat lumrah di mata masyarakat. “Pada tahun-tahun sebelumnya sangat rawan sekali dengan terjadinya keributan antar pemuda, dan pemicunya tidak lain akibat dari konsumsi miras yang dilakukan pemuda. Sehingga bagi panitia sangat menjadi hal yang mengkhawatirkan dan tentunya mengerahkan sistem pengamanan yang ketat,” terang Adit kepada Radar, kemarin di lokasi.
Dikatakannya, sejak razia rutin yang dilaksanakan aparat kepolisian sejak beberapa waktu lalu sesuai atensi kapolda, pengguna miras kini sudah mulai enggan mengkonsumsinya. Alasannya, kata Adit, pengguna miras tidak mau berurusan dengan hukum, sehingga yang terjadi sekarang pemuda yang biasanya mabok bisa duduk manis menikmati acara yang berlangsung. “Kita patut bersukur, karena pemuda-pemuda sudah mulai sadar. Apalagi informasi korban miras yang terus bertambah, sehingga peristiwa yang sangat mengejutkan tersebut dapat dijadikan pelajaran bagi kita semua,” tandasnya. (tar)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar