

*) Ribuan Warga Berebut Bensin Gratis, 3 Warga Pingsan
LOHBENER—Pipa UPMS III Pertamina Balongan jalur premium mengalami kebocoran di Desa Legok Kecamatan Lohbener, Rabu (29/10). Akibatnya kebocoran yang terjadi menimbulkan luapan bahan bakar yang mengalir di dalam pipa ke luar lapisan tanah, dan sebelum dilakukan pemsangan garis pengaman oleh kepolisian lokasi diserbu ribuan warga dengan membawa derigen, ember, gayung dan alat lainnya yang bisa dimanfaatkan untuk mengangkut bensin gratis tersebut.
Berdasarkan informasi, kebocoran yang terjadi menimpa pipa jalur distribusi premium yang tertanam pada kedalaman 3 meter dengan lingkar pipa 16 inci. Titik kebocoran yang berada tepat di bawah jembatan di jalan baru Widasari – Lohbener belum lama ini dilakukan penggalian untuk jalur pipa dengan menggunakan alat berat jenis becho oleh Wijaya Karya. Beberapa sumber mengatakan, di titik rembesan kebocoran tersebut jenis bahan bakar premium terlihat seperti tepung terigu yang diberi air, dan perubahan selanjutnya keruh berlumpur dan setelah mengendap terlihat bening. Dan sejak awal terjadinya kebocoran baunya sudah sangat menyengat berbau bensin.
Ribuan warga yang berdatangan dari sekitar lokasi dapat dicegah polisi setelah beberapa saat ribuan warga banyak yang sudah mendapatkan bensin gratis. Bahkan karena bau yang sangat menyengat tersebut, 3 warga dari ribuan lainnya terkontaminasi bau bensin dan mengalami pingsan.
Sementara itu, Kepala UPMS III Pertamina Balongan Mohamad Iskandar mengatakan, kebocoran yang terjadi yakni antara block pulp 3 dan 4 wilayah Lohbener tersebut secara pasti penyebabnya belum dapat diketahui. Sehingga untuk melihat titik kebocoran, pihaknya harus melakukan penggalian. “Setelah ada laporan masuk mengenai kebocoran yang terjadi, kran di block pulp 3 langsung ditutup untuk menghentikan pendistribusian dan mengurangi tingkat kebocoran,” terang Iskandar kepada Radar, Rabu (29/10) di lokasi.
Dari kebocoran itu, akibatnya berdampak pada terhambatnya pengiriman premium dari Balongan ke Plumpang Jakarta Utara dengan kapasitas pengiriman per hari mencapai 14 ribu kiloliter, dan kecepatan pendistribusian melalui jalur pipa tersebut yakni 500 hingga 600 kiloliter per jamnya. “Antisipasi dalam pengiriman yang terhambat, kami sudah mempersiapkan tangker untuk pendistribusian ke Plumpang. Dan penyebab dari kebocoran ini masih kami selidiki,” tandasnya. (tar)
sumber : Radar Indramayu

Tidak ada komentar:
Posting Komentar