
KERTASEMAYA—Akibat ulah nekad sekelompok pemuda, Hasanudin (20) warga Blok Kedokan Bajing Desa Lemah Ayu Kecamatan Kertasemaya kritis menderita luka bacok di kedua lengan dan kepalanya, Jum’at (31/10) sekitar pukul 00.30 wib.
Berdasarkan keterangan yang dihimpun Radar, kronologi kejadiannya bermula saat sekelompok pemuda yang berasal dari Blok Kreteg Anyar desa setempat mengendarai sepeda motor, ketika melintasi jalan di Blok Kedokan Bajing sekelompok pemuda bermotor tersebut memainkan gas motor yang menimbulkan suara knalpot terdengar keras di suasana tengah malam.
Hasanudin dan dua temannya yang sedang duduk-duduk di sisi jalan berusaha mengingatkan para pengendara itu untuk tidak memainkan gas sepeda motornya, karena suara yang dikeluarkan knalpot mengganggu warga yang sedang beristirahat apalagi kebisingan beberapa sepeda motor pada saat tengah malam menjelang dini hari.
Entah bagaimana cara mengingatkannya, dua kelompok pemuda yang sempat adu mulut tersebut salah satu kelompoknya ada yang tidak menerimakan kejadian itu. Sehingga dipicu dari adu mulut, sekelompok pemuda bermotor yang semula sudah berjalan pergi tanpa disadari oleh Hasanudin dan temannya akan kembali lagi.
Tragisnya, sekelompok pemuda bermotor tersebut kembali lagi ke tempat semula dengan melewati jalan belakang dan muncul dari arah ketika kelompok pemuda bermotor itu datang dengan berjalan kaki. Namun, tanpa basa basi sekelompok pemuda yang diduga tidak terima dengan adu mulut tadi langsung menghunus senjata tajam dan mengeroyok ketiga pemuda.
Naas bagi Hasanudin, karena terlalu membela sepeda motornya yang baru dibeli dua bulan lalu tak alang mendapat amukan sekelompok pemuda dengan senjata tajam. Kedua temannya yakni Tabroni (20) dan Anto (21) dapat menyelamatkan diri dengan berlari sekuat tenaga. “Awalnya waktu saya lagi duduk bertiga di sini (sambil menunjuk tempat nongkrongnya), tiba-tiba ada tiga motor yang lewat dengan memainkan gas. Karena mengganggu orang yang lagi tidur, kami berusaha mengingatkan. Tapi waktu diingatkan juga mereka (pelaku) tidak mau terima dan sempat cek-cok dengan mulutnya bau minuman keras,” kata Anto dan Tabroni saat ditanya Radar, kemarin di lokasi kejadian.
Sementara itu, Hasanudin yang terbaring di RSI Zam Zam Jatibarang menderita luka bacok di kepala dan dua lengan tangannya. “Waktu diingatkan langsung menantang “Maunya apa? Mau ribut?”, dan tidak lama setelah pergi kami bertiga tidak menyangka kalau mereka balik lagi dan membawa senjata tajam. Waktu itu saya berusaha melindungi kepala dari bacokan golok dengan tangan sambil lari tapi terus dikejar oleh kelompok itu,” bebernya. (tar)
sumber : Radar Indramayu

Tidak ada komentar:
Posting Komentar