
JATIBARANG—Peristiwa tabrakan antara truk Mitsubishi nopol E 8451 K dengan truk Toyota Dyna nopol E 8009AQ yang terjadi sekitar pukul 17.45 pada Senin (20/10) di jalan raya Jatibarang Indramayu Desa Jatisawit Lor, menewaskan satu orang pengemudi dan 4 lainnya luka-luka.
Berdasarkan informasi di Tempat Kejadian Perkara (TKP) menyebutkan, truk Toyota dengan muatan tabung elpiji milik PT Rejeki Indo Alam Cirebon yang dikemudikan Rendi (40) warga Jagara Darma Kuningan melaju dari arah Jatibarang menuju Indramayu. Pada saat memasuki jalan raya Desa Jatisawit Lor muncul dari arah berlawanan sebuah truk Mitsubishi yang dikemudikan Sarja (38) warga Desa Kedung Bulus Gempol Palimanan Cirebon. Menurut beberapa sumber, truk yang dikemudikan Sarja terlihat diluar kendali pengemudinya dan mendadak oleng kekanan menutup jalur kendaraan yang melaju dari arah depannya.
Berniat menghindari tabrakan, sopir truk Toyota berusaha mengurangi kecepatan dan kebingungan untuk mengendalikan kendaraannya kearah mana agar tidak terjadi tabrakan. Namun rupanya sulit bagi Rendi, karena kendaraan di depannya semakin melaju tidak karuan sehingga berbagai upaya yang dilakukannya tetap sia-sia dan seketika itu juga tabrakan tidak dapat dihindarkan.
Truk Mitsubishi yang baru saja membongkar muatannya di sebuah proyek di Indramayu itu langsung ringsek menghantam sisi kanan truk pengangkut tabung elpiji dengan hancurnya tangki solar. “Truk itu seperti kebingungan, padahal tidak ada kendaraan lain yang disalipnya. Sopir saya pun berusaha menghindari terjadinya tabrakan, tapi truk itu tetap oleng tidak karuan,” tutur kenek truk Toyota Dian Rusdian (30) warga Awirarangan Kuningan kepada Radar, kemarin di lokasi dengan luka di bagian kepala.
Sementara itu, pengemudi Toyota Rendi yang memilih berobat di dukun tulang karena merasakan ngilu yang tidak tertahan di bagian pinggulnya. Dan dua korban lainnya yakni kuli truk Mitsubishi Omaryanto (20) dan Isa (27) keduanya warga Cikesal Karanganyar Cirebon mengalami luka-luka di beberapa bagian tubuhnya.
Sedangkan Sarja yang tergencet dasbor oleh polisi dan warga dikeluarkan dari gencetan dengan berbagai upaya, tapi naas bagi sang sopir nyawanya tidak dapat tertolong dan menghembuskan nafas terakhirnya di TKP. (tar)
sumber : Radar Indramayu

Tidak ada komentar:
Posting Komentar