Rabu, 03 Desember 2008

Awak Bus Bentrok Di Pantura

JATIBARANG—Berdasarkan keterangan yang diperoleh Radar di lokasi, bermula dengan pemukulan yang dilakukan awak bus PO Sahabat terhadap awak bus PO Gajah Asri Raya di jalur pantura Losarang, kedua bus tersebut melaju dari arah Jakarta sekitar pukul 15.20 Selasa (21/10) sore. Dan tidak selesai begitu saja, aksi blockade terhadap kendaraan PO Sahabat oleh awak Gajah Asri berlanjut di jalur Pantura Pilangsari Jatibarang.

Karena sopir bus Gajah Asri Raya merasa teraniaya oleh awak bus Sahabat, maka aksi penghadangan terhadap bus Sahabat yang berlangsung di pantura Pilangsari sempat berhasil memberhentikan dua bus Sahabat dan timbul insiden. Namun upaya mengehentikan bus yang ketiganya dan merupakan sasaran aksi dari kekesalannya, gagal dilakukan karena petugas kepolisian yang mendapat laporan warga segera tiba di lokasi dan mengamankannya. Bahkan kata seorang warga, polisi memberikan dua peringatan kepada awak bus yang melakukan pemblokiran jalur bus Sahabat.

Jajaran Polsektif Jatibarang yang dipimpin Kapolsektif AKP Sumari dan PJR Unit 1 Jatibarang yang langsung dipimpin Kanit Iptu Dedi Sumardi, berusaha membubarkan kerumunan massa yang dikhawatirkan akan melakukan aksi lebih anarkis dan mengganggu kenyamanan pengguna jalan.

Sementara itu, Kapolres Indramayu AKBP Syamsudin Djanieb melalui Kasatlantas AKP H Jaman Asri Harahap didampingi KBO Iptu Heriyadi menjelaskan, penyebab timbulnya aksi tersebut masih belum jelas dan perlu adanya keterangan dari pihak lainnya. “Untuk dapat mengetahui penyebab yang menjadi pemicu masalah ini masih dalam penyelidikan dan belum ada keterangan dari pihak Sahabat, sehingga dengan keterangan dari kedua pihak akan lebih memperjelas titik masalahnya. Dan kami akan mengecek langsung pool PO Sahabat di Cirebon,” jelasnya kepada Radar, kemarin di lokasi. (tar)

sumber :Radar Indramayu

Tidak ada komentar:

Pembunuhan Sadis

Tewas Dibacok Mantan Suami

*) Dua Kali Kawin Cerai, Ditolak Minta Rujuk Kembali

SUKAGUMIWANG—Aksi yang dilakukan Romeo dalam kisah film Romeo dan Juliet memang menyita perhatian penontonnya, sedangkan yang dilakukan pelaku terhadap mantan istrinya kemarin apakah meniru adegan film tersebut?

Mukidi (32) warga blok Boros desa Gunungsari kecamatan Sukagumiwang tega menghabisi nyawa wanita yang pernah dinikahinya sebanyak dua kali. Anisah (30), yang masih satu desa tewas mengenaskan dengan luka bacok di bagian kepala, leher, punggung dan kaki.

Keterangan yang dihimpun Radar di Tempat Kejadian Perkara (TKP), kejadiannya Sabtu (30/8) sekitar pukul 19.30, berawal saat Anisah sedang duduk di depan warung milik orang tuanya Kasan (50) yang terletak di desa setempat Rt.01/04. Seketika datang Mukidi secara tiba-tiba dan langsung mengayunkan golok yang sengaja dibawanya dari rumah berulang kali ke tubuh Anisah. Korbanpun langsung terkapar tak berdaya menerima hujaman senjata tajam pelaku hingga dilarikan ke RSUD Arjawinangun Cirebon. “Saat kejadian saya lagi ngobrol sama tamu di dalam, tiba-tiba ada suara teriakan orang minta tolong. Setelah saya lihat keluar ternyata anak saya tergeletak dengan banyak darah, dan Mukidi sedang berusaha menusukkan golok ke arah perutnya”, jelas Kasan kepada Radar, kemarin sambil menunjukkan tempat jatuhnya Anisah.

Setelah dilakukan pertolongan medis di RSUD Arjawinangun, ternyata nyawa korban tidak dapat tertolong karena beberapa luka bacok sangat parah dalam jumlah banyak. Dan Mukidi yang berusaha bunuh diri setelah menghabisi nyawa korbannya dapat dihentikan warga, sehingga Mukidi yang nyawanya urung melayang sia-sia juga harus mendapat pertolongan tim medis. Tapi, berbeda dengan korbannya, Mukidi menjalani perawatan tim medis RS Bhayangkara Indramayu dengan tambahan borgol yang mengikat kedua tangannya.

Sumber di TKP mengatakan, Mukidi dan Anisah pernah melakukan pernikahan sebanyak dua kali dan pernikahan yang kedua dilakukan 2006 silam. Dari perkawinan pertamanya sekitar 12 tahun yang lalu, pasangan tersebut telah dikaruniai seorang anak yang kini duduk di bangku kelas 3 Sekolah Dasar (SD). Mukidi yang dikenal warga sekitar sebagai peminum minuman keras dan kerap melakukan perjudian, pada perceraiannya yang kedua berusaha untuk meminta rujuk kembali dengan mantan istrinya.

Namun karena ketidak senangan mantan istri dan keluarganya dengan sikap serta perilaku mabok dan judi pelaku, usahanya untuk dapat rujuk kembali tetap tidak menunjukkan hasil yang diharapkan. Sehingga pelaku nekad untuk melakukan aksi pembunuhan dan mencoba bunuh diri. Hal tersebut dilihat dari tulisan tangan pada selembar kertas yang bercambur noda darah, yang isinya menyebutkan “Mukidi – Anisah pegat paksa sampe dua kali, daripada pisah karo Anisah bagen mati suka mati loroane” yang artinya Mukidi – Anisah cerai paksa sampai dua kali, dari pada pisah dengan Anisah lebih baik mati harus mati dua-duanya.

Pada saat melakukan aksinya, pelaku menggunakan sebilah golok yang sengaja di bawanya dari rumah dan kedapatan membawa dua buku surat nikah atas nama Mukidi dan Anisah.

Setelah menjalani perawatan di RS Bhayangkara, pelaku digiring ke Mapolsek Kertasemaya guna dilakukan pemeriksaan dan korban tewas sekitar pukul 09.00 Minggu (31/8) pagi dimakamkan di Tempat Pemakaman Umum (TPU) desa setempat. (tar)

Sumber : Radar Indramayu