*) 20 ekor sapi, 3 mati 2 kabur
JATIBARANG—Peristiwa kecelakaan lalu lintas luar biasa kembali terjadi di jalur pantura Jatibarang, Kamis (27/11) sekitar pukul 05.30 tepatnya di Blok Kempluk Desa Pilangsari. Berdasarkan keterangan di lokasi kejadian, peristiwa yang merenggut 4 nyawa manusia tersebut bermula ketika sebuah truk Mitsubishi Fuso nopol AD 1370 MA bermuatan 20 ekor sapi sedang berhenti di badan jalan sebelah kiri, mendadak dihantam keras dari arah belakang oleh truk Mitsubishi colt disel nopol W 9039 UA bermuatan buah mangga yang diduga melaju dalam kecepatan tinggi. Akibatnya, truk fuso terdorong dengan kuat sekitar 20 meter hingga terperosok ke selokan di sisi bahu jalan. Hantaman keras tersebut menimbulkan korban jiwa Kastaman (35) warga Desa Kedungklinter Cangguh Mojokerto Jawa Timur tewas tergencet dasbor yang merupakan sopir colt disel dan saat kejadian yang mengemudikan adalah keneknya. Namun, keneknya yang menurut informasi bernama Sudiyo (33) warga Mojokerto Jawa Timur selamat dari maut memilih mengamankan diri dan tidak ada di lokasi kejadian. Sedangkan, 3 korban yang tewas mengenaskan lainnya yakni sopir truk pengangkut sapi Maryono (33) warga Joyotakan RT 04/02 Serengan Surakarta merupakan korban yang terakhir dievakuasi, karena untuk mengangkatnya warga dan petugas menemui kesulitan dengan separuh badan korban yang terlindas ban belakang sebelah kanan. Keneknya, Suranto (36) warga Desa Klepu RT 02/02 Donorejo Jawa Timur tewas di kolong mobil, dan pengawalnya Loso Susanto (37) warga Desa Pranan RT 02/03 Polokarto Sukoharjo tewas terlindas ban belakang sebelah kiri. Sementara itu, satu pengawal truk pengangkut sapi lainnya yakni Walidi (22) warga Ngumbaan RT 01/04 Beton Kulon Sukarejo Jawa Timur yang juga adik korban Loso Susanto selamat dari peristiwa naas tersebut. Karena, menurut Walidi, pada saat kejadian tersebut dirinya berada di dalam mobil. Dan ketiga korban yang tewas sangat mengenaskan tersebut sedang berada di luar mobil. Dikatakannya, ketiga korban yang turun tersebut karena salah satunya harus menghadap petugas patroli yang melakukan penilangan, dan dua lainnya memeriksa ban dan ikatan sapi serta memeriksa pintu belakang mobil. Seketika, saat dirinya seorang diri di dalam mobil sontak kaget ketika mobil yang ditumpanginya mendapat hantaman keras dari arah belakang. Dan peristiwa tersebut terjadi beberapa saat setelah petugas patroli melakukan penilangan. “Mobil yang saya naiki diberhentikan petugas patroli, alasannya karena lampu belakang mati sebelah. Dan pada saat sopir, kenek dan kakak saya masih berada di luar mobil yang saya naiki dihantam sangat keras dari arah belakang. Saya ga menyangka kalau hal ini terjadi dan menimpa orang-orang yang semobil dengan saya,” tuturnya kepada Radar, kemarin di lokasi kejadian. Selain itu, beberapa sumber di TKP menyebutkan bahwa kejadian tersebut diduga berawal dari penilangan yang dilakukan petugas patroli pantura saat pagi buta, sehingga memaksakan truk pengangkut sapi berhenti dan dihantam kendaraan lainnya dari arah belakang yang melaju kencang. “Waktu terjadinya kecelakaan, saya sedang berada di dalam rumah dan mendengar suara benturan yang sangat keras. Setelah dilihat ternyata posisi dua kendaraan sudah seperti ini, dan korbannya tergeletak terpisah antara satu dengan lainnya,” kata warga setempat Suhari (27) saat ditanya Radar, kemarin di TKP. Sedangkan 20 ekor sapi yang diangkut dari Solo Jawa Tengah yang rencananya akan dikirim ke Mampang Jakarta Selatan menjadi terhambat, dan akibat peristiwa tersebut 2 ekor sapi kabur yang diduga stress dan 3 mati terinjak-injak sapi lainnya. Dan arus lalu lintas jalur Cirebon – Jakarta ditutup hingga proses evakuasi korban dan kendaraan selesai, dan jalur sebaliknya mengalami kemacetan karena terbagi untuk dua arus. Hingga berita ini ditulis, insiden kecelakaan maut yang merenggut 4 nyawa manusia di jalur panrtura Pilangsari Jatibarang kasusnya ditangani Unit Laka Lantas Polres Indramayu. (tar)
sumber : Radar Cirebon - Radar Indramayu

Tidak ada komentar:
Posting Komentar